Skip to main content

Review Buku More Than Words oleh Stephanie Zen




Sejak pertama kali ngelihat novel Stephanie Zen ada feeling ceritanya sayang kalau dilewatkan. More Than Words (MTW) dikarang dengan penuturan cerita yang indah. Nice and well written. Satu kata yang dapat menjelaskan pembacaan More Than Words adalah puas. MTW punya cerita yang dirangkai mengalir dengan baik, kadar romansa yang pas, dan apalagi kalau bukan meaningful bagi pembaca.


More Than Word berkisah tentang perjalanan cinta dua sejoli, Marvel Wongso dan Rania Handoyo. Di Singapura keduanya dipertemukan, Marvel anak orang kaya dan punya semua atribut untuk memilih pasangan idaman. Sementara Rania, orangnya sederhana hidup dari beasiswa dan punya segalanya untuk dibilang calon pasangan hidup yang sempurna. Keduanya sudah sejak awal merasa klop. Berada di naungan gereja yang sama. Semuanya sudah terasa berada di jalur yang tepat. Bagaikan jalan yang mulus, keduanya merasa makin lama chemistry yang ada semakin terbangun. Kerap membuat kejutan yang tidak tepat, baik Marvel dan Rania hingga beberapa saat merasa ragu apakah si dia orang yang tepat? Apakah keduanya mampu jujur kepada perasaan masing-masing? Bagaimana sebenarnya hubungan yang diingini keduanya? Bagaimana akhirnya keduanya memang berjodoh?



Terlepas dari konflik yang lebih ringan dari umumnya novel metropop. Pembaca akan tetap merasa nyaman dan menikmati cerita dengan baik. Even bercerita di Singapura, nuasa Indonesia tetap kental disini. Tarik ulur yang membuat pembaca ikut tenggelam dalam cerita. Pengarang berhasil mempertahankan mood pembaca hingga akhir cerita. MTW direkomendasikan untuk dibaca anak muda khususnya. Ada banyak nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Soal serius dalam relationship. Komitmen. Tunduk pada orangtua. Semua prinsip yang baik diatas tentunya menjadi nilai plus novel penulis kelahiran Surabaya. Ada satu quote yang menarik. Everything worth having is worth waiting for. Betul bukan?

Bacaan ringan yang tidak sekedar menghibur.
Akan terasa jauh menyenangkan membaca MTW buat kamu yang juga berada dalam masa "penantian" seperti Marvel dan Rania. Great job Stef for make this such story.

More Than Word karangan Stephanie Zen. Rilis 2015 oleh lini Metropop Gramedia Pustaka Utama.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

Ulasan Buku: "Kisah Saya-My Story" oleh Steven Gerrard.

Mengesankan. Fantastis.


*Steven Gerrard sang bocah yang menjalani kehidupan impiannya bersama Liverpool.

* Bermain di liga Premier Inggris bukan persoalan mudah.
* Beban bermain untuk timnas Inggris terlalu berat. Selain itu Timnas selalu diisi oleh pemain bintang. Banyak ego di dalamnya.
Kabar menyenangkan saya dapatkan saat melihat kabar biografi Steven Gerrard akan dirilis bulan Februari 2017. Setelah setahun silam, biografi Andrea Pirlo juga diterbitkan oleh penerbit yang sama, KPG. Seakan sudah menjadi tradisi setiap tahun ada sebuah buku bertema sepakbola akan menyapa pembaca Indonesia. "Kisah Saya" merupakan rangkuman apa yang dirasakan sang kapten selama masa 27 tahun karir sepakbola miliknya, 17 tahun mengesankan diantaranya di tim utama klub yang sama, Liverpool.



Stevie G, layak dikenang sebagai salah seorang pemain terbaik di dunia. Mungkin tidak dalam mendekati level seperti "Messi" atau "Ronaldo-CR7". Namun eksplosivitas, kemampuan terbaik mengan…