Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2017

(Review) Quiet Leadership: Winning Hearts, Minds and Matches by Carlo Ancelotti

"Membongkar isi kepala Don Carletto"


Membaca buku ini membuat saya respek akan keberhasilan tim AC Milan sewaktu masa jaya di era milenium. Sebagai fans Inter (saya merasa begitu) waktu itu, saya cukup heran akan keberhasilan mereka. Sekarang apa yang menjadi ramuan keberhasilan tersebut dengan gamblang bisa kita temui di buku ini. AC Milan adalah keluarga bagi sang manager. Membangun tim dengan titian rasa, bukan sekadar mengambil jalan pintas meraih megabintang dari klub latin, misalnya.
Jika dibandingkan dengan Leading milik Sir Alex, Quiet Leadership terkesan monoton, banyak repetisi, dan kurang mengungkap bumbu-bumbu dalam dunia sepakbola. Saya berharap kelak Don Carlo akan membuat buku semacam itu.

Bapake hampir melatih Liverpool. Uhukk.. Realita di lapangan (baca: pemain mokong): santapan sehari-hari yang harus dihadapi pelatih. Berlusconi memang terlalu! itu semua membuat membaca buku ini terasa penuh kegembiraan dan sedikit kekecewaan. Karena itu tadi, bu…

(Book Shop Travel) Penang.

Seperti yang saya ceritakan di artikel sebelumnya, salah satu bucket list saya ke Penang untuk melihat tokobuku. Melengkapi wishlist dan membawa pulang buku baru. Kedua niatan itu memantapkan saya untuk pergi ke Penang. Sekalian checkup kesehatan.

Inilah beberapa tempat yang saya kunjungi. Semoga bisa menjadi referensi tujuan ketika kamu jalan-jalan ke Penang.


Di Gurney Mall ada MPH.

Saya mampir ke MPH di hari pertama tiba di Penang. Setelah mengisi perut dengan mi pangsit. Kami keliling Gurney Mall.

Sebelahan dengan outlet Digi. Setelah kamu beli paket data disana. Kamu bisa melihat koleksi buku MPH. Bagi saya pribadi. koleksi bukunya lumayan, buku-buku rilisan terbaru bisa kamu dapatkan disini. Space toko buku ini terbilang besar di Penang.




Saya membeli buku “Quiet Leadership” milik Carlo Ancelotti. Lumayan, terhapus satu judul dari wishlist saya.
Seksi Fiction & Literature ada dua tiga rak lebih, tapi buku sastranya terbilang dikit. Sehari sebelum pulang, saya menyempatk…