Showing posts with label kriminal. Show all posts
Showing posts with label kriminal. Show all posts

Tuesday, 10 May 2016

Book Review Narconomics: How to Run a Drug Cartel by Tom Wainwright




Langit berawan tebal memenuhi langit La Paz, Bolivia saat Tom Wainwright, 34 tahun bersiap menjelajahi pusat perdagangan kokain dunia. Bersama sang supir yang dipanggil bin Laden-karena jenggot hitamnya yang menjuntai sepanjang enam inci melewati dagunya-menaiki Toyota Land Cruiser bercorak abu gelap, keduanya mulai mendaki dari ketinggian 10.000 hingga 13.000 kaki menuju pegunungan Andes, tiga kali lebih tinggi dari Kathmandu di Himalaya. Mobil mereka melaju membela awan-awan, hingga terkadang sekilas terlihat hamparan salju di sisi lain lembah.

“I am. Here in the Andes is where the cocaine trade, a global business worth something like $90 billion a year, has its roots. Cocaine is consumed in every country on earth, but virtually every speck of it starts its life in one of three countries in South America: Bolivia, Colombia, and Peru. The drug, which can be snorted as powder or smoked in the form of crystals of “crack” cocaine, is made from coca plant, a hardy bush that is most at home in the foothills of the Andes. I have come to Bolivia to see for myself how coca is grown, and to find out more about the economics at the very start of the cocaine business’s long, violent, and fabulously profitable supply chain.” p.10.



Tom Wainwright

Narconomics sejak awal memberikan “petualangan” seru dan begitu banyak insight perihal dunia narkotika. Premis buku ini menarik. Inilah buku manual bagi para gembong narkoba. Tapi juga sebuah blueprint untuk bagaimana mengalahkan mereka.

Meski ditulis berdasarkan riset yang beroperasi di wilayah Amerika dan sekitarnya. Beberapa informasi dan temuan-temuan di dalamnya dapat diadaptasi di Indonesia.

Thursday, 16 April 2015

Review Buku Misteri Patung Garam oleh Ruwi Meita.

Novel misteri lokal yang wajib dibaca



Tahun 2015 adalah ajang pembuktian Ruwi Meita sebagai novelis yang patut diperhitungkan di Indonesia. Gambar sampulnya yang misterius dan latar hitam mampu menghipnotis pembaca. MPG adalah salah satu novel lokal terbaik untuk dibaca tahun ini. Mengangkat kisah pembunuhan berantai oleh seorang psikopat yang terobsesi dengan garam. Penulis mengajak pembaca untuk turut serta mengungkap kasus tersebut selangkah demi selangkah. Kemampuan bercerita yang baik membawa pembaca menyelami kisah ini sambil menaruh rasa penasaran siapa aktor di balik pembunuhan keji. Novel misteri yang menghibur dan memuaskan pembaca dengan jalinan cerita yang runut, mulus dan cukup menegangkan.

Sunday, 20 April 2014

Nukilan 501 Must Read-Books: Pembunuhan atas Roger Ackroyd



Berikut ini adalah artikel dari buku 501 Must Read-Books yang saya dapat di cafe buku Lir (Baciro, Yogyakarta). Menurut saya ini adalah salah satu buku wajib yang harus dibaca dan dipunyai seorang pecinta buku. Di salah satu bagian ada kategori thriller, sang ratu misteri Agatha Christie masuk di dalamnya dengan judul Pembunuhan atas Roger Ackroyd. Di bawah adalah terjemahan bebas dari artikel yang mengupas buku misteri no.1 versi asosiasi penulis kriminal dunia.

Profil singkat
Agatha Christie (1890-1976)
Kebangsaan Inggris
Cetak pertama Collins, 1926.
Judul pilihan lainnya: Pria Bersetelan Cokelat, Pembunuhan di Wisma Pendeta, Pembunuhan di Orient Ekspress, Buku Catatan Yosephine.

"Pembunuhan atas Roger Ackroyd"

Meskipun karir produktif dan penjualan terbaik dari sang ratu kriminal berakhir ketika kematiannya pada tahun 1976, buku yang terbit di awal karirnya ini mengandung semua karakteristik kemahiran Christie dalam menulis genre misteri. Buku ini menampilkan sosok detektif belgia terkenal, Hercule Poirot, tokoh ini tampil di novel pertamanya yang berjudul "The Mysterious Affair at Styles" (1920), dan menggunakan perdesaan Inggris yang ideal sebagai lokasi, lewat kompleksitas pada plotnya membuat Christie menampilkan kemahirannya dalam membuat novel misteri.

Dengan absennya Kapten Hasting, rekan sekaligus pencerita seperti Watson, Poirot yang baru saja pensiun dibantu oleh seorang dokter lokal menginvestigasi apa yang sepertinya terlihat sebagai misteri sebuah kamar yang terkunci. Penyelidikan sang dokter mengatakan bahwa Industrialis kaya bernama Roger Ackroyd terbunuh di kamar pribadinya selain itu yang menyulitkan adalah jumlah tersangka amat terbatas. Dr Sheppard mengambil peran sebagai penulis cerita, jadi Christie hanya mengijinkan kita melihat Poirot menggunakan "sel-sel kelabu"nya melalui perspektif narasi Sheppard. Christie mampu mengacaukan ekspektasi para pembaca dengan twist di plot yang mengakibatkan beberapa syok dan kegeraman buat para pembaca maupun kritikus seperti di kemunculan pertamanya dan novel ini masih mampu mengejutkan saat ini.