Review Buku Koala Kumal oleh Raditya Dika.




Judul Buku: Koala Kumal.

Penulis: Raditya Dika.

Jumlah Halaman: 260 halaman.

Penerbit: Gagas Media

Tahun terbit: 2015.



 
Mention dari @radityadika


Raditya Dika seorang anak muda multi talenta, seorang penulis buku bestseller dan creativepreneur kembali menyapa publik lewat buku ketujuhnya berupa kumpulan cerita komedi berjudul “Koala Kumal”. Berkat menjadi pionir membuat buku komedi, dirinya berhasil membuat pasar baru dengan gimmick blog pribadi seorang pelajar yang diangkat menjadi sebuah buku. Sukses besar yang terjadi kemudian membuka mata banyak orang di industri buku bahwa buku komedi pun bisa diterima luas pembaca dan berujung berulangkali cetak ulang. Dika belakangan selain main film (Cinta dalam Kardus, Cinta Brontosaurus, dan Manusia Setengah Salmon) dan aktor dibalik serial Youtube populer “Malam Minggu Miko” yang pula ditayangkan di Kompas TV, dikenal publik sebagai standup comedian kawakan Indonesia. Bagi para pembaca lama dan baru, karya-karyanya selalu menggoda untuk dibaca berkat kemahirannya menyuguhkan komedi dengan hati yang khas ala Raditya Dika.



Maya Angelou penyair dan pengarang terkenal asal Amerika mengatakan “Orang-orang akan melupakan apa yang kau ucapkan, orang-orang akan melupakan apa yang kau lakukan, tapi orang-orang takkan pernah melupakan bagaimana kau membuat mereka merasakan.Koala Kumal berhasil membuat para pembaca merasakan kembali nostalgia kehidupan yang kadang manis atau pahit ketika dijalani. Membaca buku ini ibaratnya kita sedang menonton sebuah film drama kehidupan yang dengan mudah kita selami. Dika bercerita dengan santai soal perjalanan karir dan asmara yang menjadi keseharian hidup anak muda jaman sekarang. Koala kumal berkisah tentang perjalanan kehidupan dari sang tokoh (penulis) kecil hingga dewasa. Semuanya ditulis dengan komikal dan menimbulkan kesan yang mendalam di setiap ceritanya. Ilustrator berbakat Sweta Kartika (karya terbarunya Nusantaranger) menjadikan buku ini menjadi lebih hidup. Sweta dengan goresan gambar yang khas dengan tepat menerjemahkan alur cerita menjadi comic strip yang tidak sebatas menjadi pelengkap kelucuan di buku ini. 

Setiap orang memiliki masa kecil yang tidak mudah untuk dilupakan dan seringkali merupakan kenangan hidup yang paling menyenangkan. Di fase ini kita sedang bertumbuh dan tidak jarang mendapati banyak masalah atau pelajaran yang tanpa sengaja dialami. Hal inilah yang diangkat Dika pada Ada Jangwe di Kepalaku dan merupakan pembukaan yang berkelas. Dika bercerita soal pengalaman masa kecilnya selayaknya tipikal anak rumahan yang mengurung diri bermain konsol. Suatu ketika dia membohongi ibunya mengaku mengikuti Tarawih bersama kedua teman akrabnya Bahri dan Dodo, padahal ikut perang petasan dengan anak kompleks sebelah. Sampai ketika dia sadar bermain petasan adalah hal yang berbahaya ketika tangan Bahri kena petasan. Dika ingin pembaca kembali merasakan gaya bercerita yang populer di kalangan para penggemar. Setelah menekuni dunia komedi dengan lebih dalam disini gaya penulisan Raditya Dika yang lebih terstruktur berhasil membuat gelak tawa pembaca dengan punchline yang disisipkan di setiap cerita. 


Selain main perang-perangan, kami juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir pemiliknya di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tidur-tiduran di atap mobil sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang di atas bagasi.
Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Bahri biasanya yang tidur paling nyenyak. Gue tiduran sambil baca komik. Sementara Dodo lebih suka bengong, ngelihat daun-daun goyang ditiup angin.
Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran. Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata, ‘Rasanya kayak di Miami, ya?
‘Iya,’ jawab gue.
‘Iya,’ kata Dodo.
Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami. (hal 8-9)


Pengalaman lucu lainnya yang akan membuat pembaca tertawa lepas terjadi ketika Dika bercerita soal orangtua yang menjadi inspirasi terbesarnya kala melakukan proses kreatif film besutannya. Resep-resep adegan lucu di film Cinta Brontosaurus dituangkan dalam Ingatlah Ini Sebelum Bikin Film.


Tidak lengkap rasanya jika Dika tidak mengupas soal asmara anak muda. Problematika umum laki-laki di area percintaan menjadi bahan di Panduan Cowok dalam Menghadapi Penolakan yang ditulis dengan kocak. Disini Dika memberikan jurus-jurus ngeles yang bisa dipraktekkan ketika gebetan incaran menolak saat katakana cinta, nonton di bioskop, dll. Cerita yang tidak kalah konyol khas Raditya Dika soal pengalaman iseng mencari pasangan kencan lewat sebuah aplikasi populer mencari jodoh saat job di Thailand dapat dibaca di LB

Bagi para fans serial tv Malam Minggu Miko jangan lewatkan Menciptakan Miko. Dika menceritakan awal dirinya menjajal kemampuan sebagai sutradara dan behind the scene MMM. Raditya Dika mengakuinya karya-karyanya lahir dari sebuah kegelisahan yang dirasakan. Di akhir tahun 2010 Dika gelisah dengan kualitas siaran televisi yang cenderung stagnan tergugah menciptakan sendiri tayangan televisi yang berkualitas. Semuanya menjadi sejarah, Dika berhasil memulai produksi MMM dari nol hingga menjadi salah satu tontonan paling hits di Indonesia. Bahkan serial ini tidak hanya ditonton orang biasa, Gubernur DKI Ahok di sela kepadatan aktivitasnya mengaku menonton MMM. 

Sosok Dika yang digandrungi banyak remaja dapat menjadi role model yang baik bagi banyak penggemarnya. Saat membaca Koala Kumal secara tidak langsung Dika memberikan inspirasi kepada anak muda yang kaya ide untuk mengembangkan talentanya di bidang ekonomi kreatif. Dika sendiri membuktikan meskipun belum berpengalaman dalam pengerjaan produksi film dengan berbekal ide kreatif dan orisinal bisa menggaet investor untuk menjalankan proyek idealisnya.


Seperti yang diakui Dika di buku ini cerita yang memiliki kesan paling kuat ada di Patah Hati Terhebat. Disini dikisahkan friendzone dirinya dengan cewek bernama Trisna. Dika sebagai sahabat mendengarkan curhatan soal kehidupan asmara Trisna yang berujung dengan tidak menyenangkan. Disini Dika secara tidak langsung mengatakan patah hati mampu mengubah seseorang untuk menjadi pribadi yang dewasa atau adakalanya seseorang tidak sanggup lagi membuka pintu hatinya buat orang lain dan ujungnya susah untuk move on.


Setiap orang pasti akan mengalami patah hati yang mengubah cara pandangnya dia terhadap cinta seumur hidupnya. Cara dia ngelihat cinta akan berbeda semenjak patah hati itu. (hal 207)


Sebagai penutup yang manis Dika mengisahkan dirinya grow up dan menjadi orang yang lebih dewasa setelah menjalani banyak patah hati. Koala Kumal yang secara tidak sengaja terlihat di situs Huffington Post menarik perhatian Dika untuk judul buku terbarunya. Foto seekor koala yang bermigrasi dari hutan New South Wales, Australia terlihat duduk muram dan kebingungan melihat kondisi habitatnya yang semula sudah berubah drastis. Sesuatu yang dulu sangat diakrabi sudah berubah jauh dari apa yang diharapkan. Begitupun juga dengan yang dialami Dika pribadi. Setelah jatuh cinta dan dibuat patah hati oleh seorang perempuan, setelah beberapa saat si dia sudah menjadi sosok yang dirasa asing. 

Seperti menonton film Hollywood (saya membayangkannya seperti Mr.Bean Holiday) setelah kita diberikan scene-scene dengan citarasa tinggi dan terbuai di dalamnya, memasuki endingnya kita diberikan hal-hal kontemplatif dan pelintiran cerita yang muram. Sepanjang cerita kita diajak untuk turut merasakan hal-hal yang lazim terjadi dalam sebuah hubungan. Dika secara tidak langsung mengajak pembaca untuk menyadari bahwa proses yang tidak mengenakkan tersebut bisa menjadikan seseorang menjadi sosok yang dewasa dari sebelumnya. Hal inilah yang diangkat penulis kepada pembaca untuk membedakan buku ini dengan karya-karya sebelumnya. Koala kumal memiliki penceritaan yang memikat dan menghanyutkan pembaca. Meskipun sedikit melodrama namun kegelisahan yang ingin diungkapkan Dika lewat karya terbarunya ini dapat tersampaikan dan membuat pembaca berani untuk menghadapinya di dalam kehidupan nyata.

P.S. : Terima kasih sudah mampir dan membaca di h23bc.com. Yuk dukung karyaku dengan bantu share artikel ini di media sosial kamu, tinggalkan komentar, dan follow @h23bc. Dukungan kamu akan sangat berarti.

Comments

  1. Bukunya Keren Banget, Udah baca tapi belum bikin resensinya. Tapi, ada 2 cerita yang nendang perut. Mau tau? Cek blog saya ya, http://bukuguebaca.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. Terima kasih buat kunjungannya.
    Btw kok post Koala kumal di bukuguebaca belum ketemu ya :)

    ReplyDelete
  3. Bagus review-nya :)
    Jadi semakin ingin beli buku Koala Kumal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih udah berkunjung. Yuk dibeli atau cari pinjaman :D

      Delete
  4. lengkap sekali, Raditya ampe seneng hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih komentarnya. Iya ga nyangka juga :)

      Delete
  5. Raditya Dika-nya baca review ini lho! Keren bangeettttt!:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih udah berkunjung ya. Kunjungi terus h23bc ya.

      Delete
  6. Reviewnya komplit, keren.. gue pribadi suka banget di bagian "Patah Hati Terhebat".

    ReplyDelete
  7. Setuju bgt sama reviewnya aku udh baca dan bener2 best lah :D

    Download film free

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts