Review Buku Sisi Lain Istana 2 J Osdar.



Judul Buku: Sisi Lain Istana 2
Penulis: J. Osdar
Penerbit Buku Kompas (2014)
Rating : 4/5
 
Cover : 4/5
Content: 4/5
Lay out: 3/5.






Sisi lain istana 2 berperan sebagai reminder. Maksud buku ini diterbitkan adalah untuk mengajak pembaca mengingat kembali sejumlah peristiwa penting Indonesia di masa lampau. Tidak sebatas itu, kisah-kisah yang tidak ditangkap oleh media pada umumnya bisa kita nikmati berkat keluwesan pengamatan penulis yang diterjemahkan di rubrik Sisi Lain Istana yang rutin mengisi harian Kompas tiap minggunya.


Tulisan J. Osdar selama 4 tahun terakhir (2010-2014) yang dibukukan ini hingga hampir setengahnya (Presiden & Kunjungannya) memiliki isi yang beragam, menemani pembaca bernostalgia akan jejak langkah para pemimpin terdahulu. Bertepatan dengan tahun Pemilu, di bagian pertama J. Osdar cukup banyak memasukkan tulisan yang membahas soal pemilu. Bukan hanya soal pemanasan di tahun 2012 tentang siapa yang ikut pemilu (diceritakan adanya pertemuan beberapa tokoh dengan ibu Mega) namun juga sikap-sikap dan wejangan Pak SBY soal memaknai dan memasuki pertarungan politik 2014 kepada para calon Presiden.


Membaca buku ini bukan saja (sedikit) banyak menambah informasi yang jarang diketahui masyarakat awam, lewat tulisan Sisi Lain Istana kita seolah diberi pertanyaan kritis tentang hal-hal yang sedang hangat dibicarakan saat itu. Salah satu bagian yang saya sukai adalah tulisan Hal Kecil yang Menarik dari Para Presiden RI (182), disini penulis menceritakan soal Bung Karno bisa meninggalkan acara penting jika salah satu anaknya sakit, Pak Harto yang sangat menikmati berada di wilayah pertanian, Eyang Habibie yang suka bercerita kepada wartawan sebelum berangkat ke Istana Presiden dan sering melantunkan lagu "Widuri" dalam berbagai kesempatan, Gus Dur yang senang berdialog dengan supirnya di dalam mobil, Ibu Mega yang makan kencur jika sedang batuk, Pak SBY yang berbaik hati membagikan buah rambutan kepada para wartawan.

Selain highlight Pemilu 2014, ada juga tulisan seputar hari-hari terakhir Pak Harto yang sayang untuk dilewatkan. (Penulis yang bertugas meliput acara kepresidenan sejak masa Pak Harto hingga SBY turut serta dalam perjalanan luar negeri terakhir Presiden Soeharto ke Mesir, Mei 1998).


Buku ini direkomendasikan untuk dibaca semua kalangan. Ada baiknya juga dibaca oleh orang-orang yang penasaran langkah-langkah politik para elit saat Pemilu 2014. Selain itu buku ini bisa jadi masukan berharga untuk bersiap di Pemilu yang akan datang.







Comments

Popular Posts