Skip to main content

Review Buku AS Laksana Bidadari yang Mengembara


Judul Buku: Bidadari yang Mengembara.
Penulis: A.S. Laksana
Penerbit: Gagas Media (2014)
Rating: 3/5.







 

Kumpulan cerita yang ditulis Mas Sulak panggilan AS Laksana di Bidadari yang Mengembara memiliki kesan yang beragam. Ada kalanya kita mengernyitkan dahi, tertohok, kadang terheran-heran sehabis membaca cerita yang ada. Di setiap cerita pendek yang ada penulis mampu membangun empati pembaca akan tokoh-tokohnya, mengundang rasa penasaran pembaca akan jalan ceritanya. Baik setting lokasi dan waktu yang berada di dalam kehidupan sehari-hari bahkan teramat dekat dengan kita membuat cerita yang ada tidak berjarak dan dengan mudah dapat diresapi pembaca.

Dua cerita yaitu Burung di langit dan Sekaleng Lem & Buldoser mengingatkan saya akan kepiawaian sastrawan Ahmad Tohari dalam menulis cerita (kumcernya dapat Anda baca di Mata yang Endak Dipandang). Sangat terasa penulis ingin mengajak pembaca untuk melihat kesenjangan sosial alih-alih ketidakadilan sosial yang bertetangga dengan kehidupan kita sehari-hari. Buldoser yang selalu meneror keluarga Alit mengingatkan saya akan penggusuran di kota Surabaya di tahun 200an. Persis sama adegan yang ditampilkan di cerita Buldoser dengan berita yang saya baca di Harian Surya. Cerita lainnya yang tidak kalah menggigit dan jangan dilewatkan adalah Bangkai Anjing, Bidadari yang Mengembara, dan Rumah Unggas.

Secara keseluruhan saya menikmati membaca kumcer A.S. Laksana yang diganjar Tempo penghargaan Tokoh Sastra terbaik tahun 2004.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

Ulasan Buku: "Kisah Saya-My Story" oleh Steven Gerrard.

Mengesankan. Fantastis.


*Steven Gerrard sang bocah yang menjalani kehidupan impiannya bersama Liverpool.

* Bermain di liga Premier Inggris bukan persoalan mudah.
* Beban bermain untuk timnas Inggris terlalu berat. Selain itu Timnas selalu diisi oleh pemain bintang. Banyak ego di dalamnya.
Kabar menyenangkan saya dapatkan saat melihat kabar biografi Steven Gerrard akan dirilis bulan Februari 2017. Setelah setahun silam, biografi Andrea Pirlo juga diterbitkan oleh penerbit yang sama, KPG. Seakan sudah menjadi tradisi setiap tahun ada sebuah buku bertema sepakbola akan menyapa pembaca Indonesia. "Kisah Saya" merupakan rangkuman apa yang dirasakan sang kapten selama masa 27 tahun karir sepakbola miliknya, 17 tahun mengesankan diantaranya di tim utama klub yang sama, Liverpool.



Stevie G, layak dikenang sebagai salah seorang pemain terbaik di dunia. Mungkin tidak dalam mendekati level seperti "Messi" atau "Ronaldo-CR7". Namun eksplosivitas, kemampuan terbaik mengan…