Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri

Judul Buku: Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri
Penulis: Bernard Batubara.
Penerbit: Gagas Media.
Terbit: Desember 2014
Rating: 3.7/5.

  • Cover: 3.5/5
  • Content: 3.5/5
  • Lay-out: 4/5 




Buku ke 2 Bara yang saya baca setelah novel Kata Hati. Buku yang satu ini sangat terasa penulisnya sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta. Sampai-sampai judul buku kumcernya "Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri" Ekspektasi yang cukup tinggi ketika saya membacanya dapat terbayar lunas. Dari awal buku ini dipromosikan, saya memiliki insting buku ini something good. Wajib dibaca. Bakal beda dari buku-buku lainnya. Cinta yang menjadi tema sentral juga menjadi pemicu untuk membeli buku bersampul ungu ini.

Apa yang Anda bayangkan ketika melihat ini?


Diibuka dengan apik oleh cerita pertama, kita langsung diajak untuk berkenalan dengan gaya bercerita Bara. (Meski disini kok ada sedikit rasa Eka Kurniawan, Djenar Maesa Ayu ya.) Setelah itu cerpen lainnya semakin beragam dan tentu saja menghanyutkan. Sejak awal kita diajak menyeberangi satu demi satu perjalanan manusia tentang cinta. Bara punya cerita yang menarik, alurnya mengalir. Penulis berhasil membawa imajinasinya sampai kepada pembaca. Dengan duduk tenang kita bisa ikut membayangkan imajinasi Bara. (Iya, coba bayangkan menjadi pohon, seorang hitman, dan seorang .....) Meskipun di beberapa bagian cerita kita bisa menebak (di 1 bagian saya lagi-lagi kena jebakan Batman Agus Noor. Adakah yang bisa menebak, judul yang mana?) rekaan ceritanya. Meski begitu saya tetap menikmati cerita ini dan ingin membaca karya Bara yang selanjutnya.
Ilustrasi yang membuat penasaran

Cerita terakhir yang merupakan judul buku ini saya akui menutup kumcer ini dengan manis. Saya merasa cukup kecewa mungkin dalam waktu dekat belum ada kumcer lain yang diterbitkan. Soal cerita favorit? Disini saya suka judul "Orang yang Paling Mencintaimu" dan "Menjelang Kematian Mustafa". Buku ini direkomendasikan untuk dibaca buat Kamu yang sudah pantas untuk jatuh cinta.

Comments

  1. Sebenernya penasaran sama bukunya. Tapi aku males baca kumcer karena ujung2nya sering tak terpuaskan =))

    ReplyDelete
  2. Wah si Steven update banget ini kalau buku2 sastra baru. Saya bm pernah baca satupun karya Bara jd blm bisa komentar. Oh ya ini kumcer atau novel?

    ReplyDelete
  3. Haha Mas Dion..
    Terpengaruh promosi jg ni sebenarnya.
    Ini Kumcernya Bara yang ke 2 mas.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts