Skip to main content

30 Paspor di Kelas Profesor Part 1

Membaca buku ini kita akan merasa bergetar hatinya.




Judul: 30 Paspor di Kelas Profesor Part 1.
Penulis: JS Khairen.
Terbit: Oktober 2014
Penerbit: Nourabooks 
Rating:  3.7/5.



  • Cover: 4/5. 
  • Content: 5/5 
  • Layout: 2/5. 
  • Summary: 3.7
 




Akhirnya tuntas sudah rasa penasaran membaca catatan perjalanan para mahasiswa UI kelas pemasaran internasional yang ditugasi untuk “nyasar” di negeri orang. Disini Pak Rhenald Kasali mendorong para anak didiknya untuk mempraktekkan bagaimana kita bisa menjadi seorang yang bermental pengemudi atau “Self driven” bukan mental penumpang. Hal tersebut bisa dialami jika diterapkan di kehidupan sehari-hari, dimulai dari kelas di hari pertama para mahasiwa harus keluar dari zona nyaman untuk mengurus kepergian mereka sendiri. Mulai dari pembuatan paspor, rencana perjalanan, dan biayanya.

Self driven itu kata Pak Rhenald "Bagaimana mendorong diri sendiri untuk mencari & menemukan “pintu keluar” dari kesulitan yang dihadapi sehari-hari.”

Membaca buku ini kita akan merasa bergetar hatinya, bukan karena penulisannya namun oleh kisah perjalanan yang dirasakan masing-masing pribadi. Begitu banyak pelajaran hidup yang setidaknya bisa kita serap dari jalan-jalan mereka.Mulai dari mengejar cita-cita, keterbukaan, tekanan merupakan batu loncatan untuk menjadi pribadi yang berhasil, hingga bagaimana menyerap inspirasi dan belajar dari lingkungan sekitar.

Semua catatan yang ada di dalam buku ini istimewa. Suka duka inilah yang akan dikenang seumur hidup. Semuanya sudah menorehkan tinta emas dalam perjalanan kehidupan, saya percaya para mahasiswa ini akan menjadi pribadi yang sukses ketika menyelesaikan tugas ini. Jika ditanyakan perjalanan yang menjadi favorit saya dari 16 refleksi perjalanan di buku ini. Pertama milik @Egiwidya “Bercukur hingga ke Negeri Kincir Angin” (Perjalanan yang keren banget bro). “Tokyo I’m in Love tulisan @Jimzdihar (gaya berceritanya keren dan enak dibaca). Ada juga “The Puzzles: Sebuah Catatan Merangkai Teka-Teki Perjalanan” @ranggoes.

Buku ini renyah untuk dibaca buat semua orang. Refleksi perjalanan yang sungguh membuka wawasan ini wajib untuk dikoleksi dan dibaca.




Comments

  1. Replies
    1. Terima kasih udah berkomentar. Iya ini wajib dikoleksi dan dibaca :)

      Delete
  2. Aaaa.. aku sudah nimbun buku ini. Jadi pengen segera baca :D
    Nice review!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dibaca ky.
      Bukunya ok dan ckp beda dari yg lain. Travelling karena di"paksa" dosen.

      Delete
  3. Kemarin aku diracunin sama Oky buat beli buku ini hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli part 1 sama 2 sekalian mas? Asyiknya disc.30% haahaha

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ubur-Ubur Lembur oleh Raditya Dika

Ubur-ubur Lembur by Raditya Dika
My rating: 3 of 5 stars

O0m Dika, eh salah, bang Dika memang terbukti pencerita top.

Ngalir aja. Serasa baca kumpulan cerpen gitu. Tapi bedanya ini pengalaman batin bang Dika sendiri yang diceritain. Teknik berceritanya keren.

Isinya seru. Kontemplatif. Suka sama apa yang dibilang Radit, hiduplah dari apa yang elo senengin. Kira-kira gitu bahasa bebasnya.

selain itu. Jadi penasaran gue kan, sama Radikus makan kakus. yang dimention di bab terakhir gitu. Eh bener ga sih?

Rekomendasi nggak?

Iya, kalau pengen baca tulisan terbaru Radit, elo harus beli bukunya.
Kalau fans Radit garis keras, apalagi. Wajib hukumnya.

Tapi kalau dibilang, bagusan mana, saya akan bilang Koala Kumal ya.

salutlah sama effortnya Raditya dika. Ia bilang nyicil tulisannya di sela-sela jobnya yang udah seabrek cuy, dan bener-bener kelihatan ini kayak perjalanan karirnya dia yang pengen dibagi ke khalayak pembaca.

View all my reviews

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…