Showing posts with label Biography & Memoar. Show all posts
Showing posts with label Biography & Memoar. Show all posts

Thursday, 4 July 2024

Ulasan Buku “Gongka” dari Frisca Saputra (2024)

 

Cerita Gongka hangat dan mengesankan.

 

Ketika tahu Frisca Saputra akan menerbitkan buku seputar kehidupan di Pecinan, aku langsung tidak sabar untuk membacanya. “Gongka” cerita-cerita dari Pecinan Jakarta dibuat saat penulis mengikuti kelas penulisan yang diampu oleh Reda Gaudiamo. Buku ini akan dirilis saat Patjarmerah Kecil di Jakarta. Saat ada pengumuman buku ini bisa dipesan terbatas. Aku tidak pakai lama untuk segera pergi ke lokapasar dan membelinya bersama buku ide cerita mbak Reda. Seperti apa keseruan buku ini? Mari ikuti tulisan ini.

Mari kita lihat sampulnya lebih dulu. Terbitan baNANA ini covernya lucu dan menggemaskan. Ada anak kecil yang ceria (Si Gongka, nih!) yang sedang berada di sebuah jalan dengan tiang listrik berkabel kusut. Judul Gongka – Cerita-cerita dari Pecinan Jakarta berada di tengah kanan dengan warna hitam berbentuk gemas. Ada nama penulis Frisca Saputra dan diikuti nama ilustrator isi buku ini Lina Kusuma Dewi. Ilustrasi di dalamnya jempolan!

Secara umum isi buku ini apa sih? Di Gongka, kita diajak sama Cik Frisca untuk menengok masa kecilnya di daerah Pecinan. Berisi kumpulan tulisan pendek yang bisa kamu baca sekali duduk. Aku cuplik beberapa judul tulisannya supaya bikin penasaran: Senio, Imlek, Pengukiran Lima, Gloria dan Kenangan Tiada Dua. Dimulai dari perkenalan anggota keluarganya, lalu ada Pak Udin yang ngebantu usaha kue di rumah, berlanjut keseharian dan pengalaman penulis berinteraksi dengan tetangga sekitar. Seru deh pokoknya! Ternyata ini adalah bagian dari Cerita Istimewa dari penerbit baNANA. Cerita personal mengenalkan pengalaman seseorang di tempat ia tinggal.

Apa yang aku sukai dari buku ini? Semuanya. Dari ceritanya sampai ilustrasi di dalamnya yang lucu. Aku suka dengan pengalaman yang dibagikan penulis akan kesehariannya. Aku jadi tahu bagaimana rasanya tinggal di Pecinan. Aku jadi ngerti dikit suasana di keluarga Cina Jakarta. Mama yang selalu sibuk. Rame-rame bikin kue. Rumah yang dihuni banyaaak orang dan segala perlengkapan masaknya. Mengunjungi pusat perbelanjaan. Naik becak. Makanan-makanannya yang bikin penasaran (Ada resepnya juga loh!). Papa yang dengan rasa sayangnya, memanggil “Gongka”.. Duh, rasanya kurang tebel cerita bukunya.. Tapi tidak apa lah. Gongka sudah berbagi ceritanya, aku udah bahagia.

Gongka, aku rekomendasikan untuk pembaca yang menyenangi nonfiksi naratif. Penyuka cerita personal pasti suka dengan buku ini. Semua orang yang membaca review ini.

Sunday, 20 May 2018

Arah Langkah oleh Fiersa Besari

Arah LangkahArah Langkah by Fiersa Besari
My rating: 4 of 5 stars

Catatan perjalanan bung yang menarik.

Jujur beli buku ini karena melihat promo rilis di Makasar Writer kemarin. Fiersa juga nama yang baru buat saya. Tapi itulah kadang-kadang dengan terpapar sampul dan berita di instagram kita bisa membaca buku "baru".

Fiersa di wawancaranya bersama Mojok ingin dirinya dikenang sebagai penulis. Lewat karya-karyanya ia ingin abadi dengan menulis.

Lanjutkan bung.

View all my reviews

Monday, 14 August 2017

Jump! Augie Fantinus - Review



Sebuah Perjalanan yang Mengesankan.

Akhirnya Jump! ada di tangan saya. Tepat di tanggal 10 Agustus kemarin buku ini akhirnya dikenalkan ke publik. Beberapa hari selang launching buku Ernest Prakasa "Setengah Jalan" di ASEAN Literary Festival 2017. Jump! Isinya seru. Bisa selesai sekali duduk saking serunya.

Saya sendiri penikmat basket nasional sejak kerap nonton gelaran NBL (liga basket profesional nasional, waktu itu) di Jogja. Meski nggak terlalu merhatiin liga basket wanita, WNBL, saya ikut senang dengan prestasi membanggakan yang ditorehkan timnas putri kita di SEA Games lalu. Medali perak berhasil didapatkan para srikandi kebanggaan Indonesia.



Makanya saya penasaran banget. Mendengar kabar Augie Fantinus, artis, presenter, membukukan pengalamannya menangani Timnas Basket Putri di SEA Games 2015.

Di buku ini, kak Ugie, bercerita perjalanan dirinya megang Timnas Putri. Suka duka semuanya ditulis di sini. Kadang senang, haru, emosi, itu bisa kita rasakan waktu baca buku dengan sampul terkece tahun ini. Bisa menang nominasi sampul favorit ni di acara GRI akhir tahun. Hehehe.

Selain itu, apa yang saya suka dari Jump! adalah kejujuran Kak Ugie dalam menuliskan memoarnya. ((Memoar)). Pokoknya ini buku B-First pertama yang saya suka banget. Kak Ugie blak-blakan banget mencurahkan pemikirannya di buku ini.

Cerita Augie yang ngalir bikin saya menikmati baca buku dari lini Bentang Pustaka. Mulai dari impiannya punya klub basket, direkomendasi sama Ko Christopher buat jadi manager tim nasional, sampai tegangnya pertandingan SEA Games di Singapura. Pokoknya ini paket lengkap. Cerita dari dalam dan luar lapangan. Menariknya juga. Selalu ada banyolan-banyolan yang bikin ingat, ini bukan buku motivasi kayak yang lain gitu. Ini lembaran cerita hidup kak Ugie. Seorang pencinta basket, yang dari penonton akhirnya jadi manajer timnas Indonesia. Gokil.

Jump! saya rekomendasikan bagi pencinta basket nasional. Penikmat buku kisah inspiratif.  Pokoknya semua orang yang menyenangi olahraga, wajib baca buku ini. Ciao!


Salam #Respek buat Augie Fantinus.



Saturday, 5 August 2017

Review #JK75 Cerita Tentang Kalla (2017)





Diterbitkan di medio Mei silam, #JK75 diniatkan menjadi persembahan wartawan kepresidenan untuk ulang tahun Jusuf Kalla yang ke tujuh puluh lima tahun ini. Buku ini mengungkapkan sisi humanis sang Wapres yang mungkin jarang kita perhatikan di pemberitaan media. Salah satunya JK kerap menyapa para wartawan yang sudah menunggu lama menunggu doorstop dengan berkata, "sudah makan?", "baek?" dengan logat khas Makassar.



Selain kedekatan beliau dengan awak media, lewat cerita yang disajikan, JK juga meluangkan waktu menyambangi sahabat baik mulai dari pimpinan negara hingga teman yang sedang terkena kasus hukum, Irman Gusman, mantan ketua DPD RI.


Lewat #JK75 Cerita Tentang Kalla, pembaca dapat menemukan keseharian aktivitas JK. Mulai dari kegiatan resmi di pemerintahan, aktivitas bersama keluarga, dan relasi dengan orang-orang di sekitarnya. Meski di dalamnya kerap ada tulisan yang tumpang tindih, saya tetap menikmati membaca buku bersampul dominan putih dengan siluet wajah pak JK. Tulisan yang ditawarkan mengena dan mampu memberi penerawangan bagaimana kiprah sosok berkumis tipis yang angkat nama lewat Kalla Grup tersebut.

Baca juga: 6 Hal Unik dari sosok Pak JK (1)

Saya kira, sudah banyak buku sejenis yang mengupas sepak terjang JK, mulai dari waktu Pak JK Wapres pertama, berjibun buku yang bertemakan sosok penggerak kemajuan Kawasan Indonesia Timur itu. Namun buku yang satu ini agaknya istimewa. Mereka para penulis, adalah orang-orang dekat JK yang mengikuti berbagai aktivitas beliau selama bekerja sebagai Wakil Presiden RI. Insan yang merasakan dengan hati dan bersinggungan dengan jarak dekat dengan bapak. Sehingga sampai tahu kebiasaan pak JK. Meraba mood bapak, jika sedang santai, dan lebih-lebih memberikan pendapat yang dinanti-nanti (untuk ditulis, tentunya).

Baca juga: 6 hal unik Pak JK yang mungkin belum kamu tahu.


Sebelum buku ini terbit. Kita juga sudah memiliki buku bertema sejenis. Adalah Tetralogi Pak Beye milik Wisnu Nugroho yang menjadi pelopornya. Bang Inu-sapaannya, dengan telaten mengulik keseharian istana dan berhasil menunjukkannya lewat tulisan yang menggelitik di buku-bukunya yang terhitung laris.



Buku ini saya rekomendasikan untuk Anda yang kepo dengan keseharian orang nomor dua di negeri ini. Seorang sosok pemikir yang mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa dan khususnya sektor ekonomi Indonesia, jika bisa disebutkan seperti itu. Selain itu, Anda semua yang menyenangi buku bertema biografi.



Monday, 17 July 2017

(Review) Quiet Leadership: Winning Hearts, Minds and Matches by Carlo Ancelotti

"Membongkar isi kepala Don Carletto"




Membaca buku ini membuat saya respek akan keberhasilan tim AC Milan sewaktu masa jaya di era milenium. Sebagai fans Inter (saya merasa begitu) waktu itu, saya cukup heran akan keberhasilan mereka. Sekarang apa yang menjadi ramuan keberhasilan tersebut dengan gamblang bisa kita temui di buku ini. AC Milan adalah keluarga bagi sang manager. Membangun tim dengan titian rasa, bukan sekadar mengambil jalan pintas meraih megabintang dari klub latin, misalnya.

Jika dibandingkan dengan Leading milik Sir Alex, Quiet Leadership terkesan monoton, banyak repetisi, dan kurang mengungkap bumbu-bumbu dalam dunia sepakbola. Saya berharap kelak Don Carlo akan membuat buku semacam itu.

Bapake hampir melatih Liverpool. Uhukk.. Realita di lapangan (baca: pemain mokong): santapan sehari-hari yang harus dihadapi pelatih. Berlusconi memang terlalu! itu semua membuat membaca buku ini terasa penuh kegembiraan dan sedikit kekecewaan. Karena itu tadi, bukunya terasa singkat.


Sebagai hasil akhir membaca buku ini. Saya bisa mengambil simpulan. Jatuh bangun sebuah klub bola. Bukan hanya dari identitas klub itu semata. Tapi sebagian besar oleh kiprah para pemain. Sisanya adalah kerja keras sang pelatih di dalamnya.


Sharing berkelas dari sang master ini merupakan bacaan yang taktis. Banyak hal yang bisa diambil sisi positifnya. Di tiap akhir bab, tersedia poin pembelajaran yang bisa diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Carlo Ancelotti saat ini memimpin tim asal Jerman, Bayern Munchen, sepeninggal Pep Guardiola. Mantan playmaker handal AC Milan ini berupaya mengangkat pamor Munchen ke tingkat tertinggi eropa.

Buku ini saya rekomendasikan untuk penggila klub AC Milan dan khususnya penikmat bacaan bertema olahraga.

Tuesday, 25 April 2017

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz



Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Monday, 26 September 2016

Rekomendasi Buku: Hidup di Luar Tempurung oleh Benedict Anderson.




"Memoar yang berkesan"


Nama Benedict Anderson-seingat saya-pertama kali saya jumpai saat membaca
Tempo edisi spesial. Setiap tahunnya dalam satu edisi Tempo akan mengangkat kembali peristiwa 1965. Kali itu tema besarnya tentang keterlibatan pihak asing dalam peristiwa 65. Di sana saya membaca reportase yang menyebut keterkaitan "Cornell Paper" dengan musabab meletusnya peristiwa yang secara praktis melahirkan masa orde baru. 
Cornell Paper sendiri adalah sebuah kajian awal yang dibentuk oleh para akademisi kajian Asia Tenggara di Universitas Cornell, termasuk Ben sendiri. Sesuatu yang akhirnya membuat Ben tidak dapat kembali berkunjung ke negeri yang dicintainya ini. Boleh jadi ini salah satu sebab yang membuat sosok Ben melambung tinggi di mata dunia internasional. Otobiografi Ben Anderson yang bertajuk "Hidup di Luar Tempurung" menyajikan sekelumit kisah hidupnya secara lugas, serius, namun dibarengi dengan selera humor yang tak kalah menarik.
***
Saya senang-senang saja membaca "Hidup di Luar Tempurung" yang sejak awal sudah ditulis dengan begitu menarik. Meskipun belum membaca karya terbarunya "Di Bawah Tiga Bendera: Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial" (buku ini entah kenapa belum menggugah saya untuk membacanya), apa lagi karya fenomenal beliau "Imagined Communities". Sekadar info kedua buku ini sudah tersedia versi Indonesianya. 
Seolah-olah seorang kakak tingkat di kampus (setelah beberapa lama merantau dan bekerja) yang sedang mengajak diskusi dan tanpa sungkan berbagi kisah hidupnya. Di bayangan saya, sang senior ini bicara panjang lebar sembari menyorongkan kacang (sebagai pembuka) dan berbotol-botol bir dingin, lalu datang sate kambing, tongseng, dan seporsi lagi gulai. Aduhai aromanya. Tanpa memedulikan kolesterol jahat, berasyik masyuk bertukar cerita dengan kawan-kawannya. Diselingi ketawa haha-hihi sepanjang obrolan. Ya begitu lah rasanya menikmati memoar ini. 


"Komparasi yang baik kerap berasal dari pengalaman keasingan dan ketidakhadiran."

Ben pribadi merasa beruntung diperhadapkan pada poros dunia dengan bekal kehidupan dan pendidikan yang terbilang mumpuni. Kerja keras dan sepak terjang beliau rasanya sangat dirasakan oleh banyak orang. Tak terkecuali para akademisi asal Indonesia yang mengenyam pendidikan pasca sarjana di sana. Juga Eka Kurniawan yang berhasil diyakinkan untuk membuat terjemahannya. Menurut penulis, Eka punya kelas tersendiri, jauh di atas para penulis Asia Tenggara. "Betapa indah, puitis, dan pelik kalimat-kalimatnya" ungkap pria kelahiran Tiongkok ini. Eka sendiri mengaku seperti dihantui saat kerap kali ditanya Ben, perihal penerjemahan novel karyanya. Saya kira semua itu demi karya Eka dapat menemukan pembaca yang lebih luas. Selain Ben memang memiliki perhatian khusus soal penerjemahan. 26 September 2016, Eka Kurniawan berhasil meraih penghargaan 'FT/OppenheimerFunds Emerging Voices' kategori fiksi

Selain menuliskan pengalaman serunya saat kerja lapangan di Indonesia. Gegar Budaya yang dialami. Soal sebutan "Bule". Penulis juga secara lugas memberikan pandangan pribadi soal budaya Jawa yang memesonanya. Selama di Indonesia dia mengaku sangat terkesan saat mewawancarai mantan laksamana muda "Maeda Tadeshi". Sosok penting di balik kemerdekaan kita.

Tidak lengkap rasanya kalau tidak menuliskan soal dunia akademik dalam tulisan ini. Ben memberikan pemikirannya seputar dunia akademis yang dengan memikat membuat pembaca seolah ingin kembali ke bangku kuliah. Menjumpai dosen dan kawan-kawan kuliah. Praktikum hingga mencari literatur untuk tugas akhir. Penulis berbagi kesenangan menjadi seorang peneliti. Ilmuwan. Lalu apa saja nilai-nilai yang sebaiknya kita rengkuh untuk menjadi akademisi yang mumpuni. Seluk beluk dunia perguruan tinggi yang menjadi refleksi panjang penulis. Rasanya bisa menjadi cerminan bagi dunia akademis kita. Sejauh mana dorongan besar perguruan tinggi untuk mendidik mahasiswa menjadi pribadi yang "ke luar dari tempurung" atau sekadar menunaikan tugasnya menghasilkan lulusan yang "profesional"?

Bagi pembaca setia karya dan tulisan Ben, di sini Anda dapat secara langsung membaca cerita di balik layar kerja kreatif beliau. Tetap setia berada di jalurnya. Meski saat menelurkan karya, pernah juga tidak diapresiasi teman sejawat. Seolah Ben hanya menumpang nama besar Kahin, sang senior. Lewat memoar ini bisa jadi pembaca akan sedikit lebih banyak memahami isi kepala sang penulis.

Tanpa berpanjang lebar. Memoar ini mungkin sudah asyik dari sananya. Tapi tanpa suntingan dan terjemahan yang apik dari Ronny Agustinus, kita tidak dapat menikmati karya Om Ben ini. Begitu luwes kalimat-kalimatnya dan sungguh personal. Harus diakui selain penceritaan yang runut dan sistematis, pemikiran dan pengalaman Om Ben sendiri membuat buku ini semakin berkesan.

Karya Marjin Kiri ini saya rekomendasikan untuk dibaca oleh kalangan akademisi, pengagum Om Ben, pembaca biografi, dan penikmat buku bagus di Indonesia.

Hidup di Luar Tempurung oleh Benedict Anderson terbit perdana di Juli, 2016. Diterbitkan oleh Marjin Kiri. Penerjemah Ronny Agustinus.

Thursday, 8 October 2015

Ulasan Buku Tuhan Pasti Ahli Matematika oleh Hadi Susanto


Tuhan Pasti Ahli Matematika
Ditulis oleh Hadi Susanto.
Diterbitkan Bentang Pustaka, Agustus 2015.


Tuhan Pasti Ahli Matematika! merupakan refleksi akan kecintaan penulis terhadap Tuhan, kehidupan, dan ilmu yang dimilikinya. Ditulis dengan ringkas dan mengena, setiap bab memiliki nilai atau esensi yang dengan mudah dapat diterima pembaca. Hadi Susanto, Associate Professor in Aplied Mathematics di University of Essex, UK menuliskan berbagai hal dengan sebuah tema besar, "Matematika adalah titik sentral dari kehidupan". Ilmu ini digambarkan dengan sangat menarik. Oleh tulisannya yang menghanyutkan, saya merasakan matematika adalah hal yang mengasyikan.

Tuesday, 26 May 2015

Review Buku Seperti Bulan dan Matahari, Catatan Seorang Diplomat Amerika




CATATAN tentang kehidupan budaya, agama, dan politik di Indonesia sebagaimana yang dilihat lewat kacamata Stanley Harsha, seorang mantan diplomat Amerika Serikat yang terlibat “love affair” dengan Indonesia selama hampir 30 tahun. Menunjukkan keluasan wawasan penulis soal budaya Nusantara yang beragam, termasuk wawasan tentang etika dan adat perkawinan Jawa yang ia dapat dari calon mertua.

BUKU berisi kajian perbandingan antara masyarakat dan budaya Amerika Serikat dan Indonesia, dua bangsa yang kini sama-sama memiliki pemimpin populis, Barack Obama dan Joko Widodo (Jokowi); serta cerita tentang hari-hari yang mencekam di Kedubes AS di Jakarta, saat merebaknya gelombang demonstrasi anti-AS pasca-serangan 11 September 2001 dan penyerbuan AS ke Afganistan.




Saturday, 21 February 2015

Chloe: Sukses Berbisnis Online Shop

Judul: Chloe: Sukses Berbisnis Online Shop
Penerbit: Gramedia 2014.


Inspirasi yang luar biasa. Buku yang ditulis dengan apik oleh penulis biografi kawakan Alberthiene Endah memberi banyak pelajaran yang berguna baik dalam pengembangan diri, motivasi untuk berwirausaha, membesarkan anak dengan baik, dan terlebih memberi kesempatan sang buah hati untuk berkembang sesuai dengan talentanya.

Di dalam buku ini pembaca diajak masuk berkenalan dengan dunia ajaib Chloe. Seorang gadis berumur 12 tahun bernama Chloe Purnama mempunyai perjalanan yang tidak mudah untuk bisa seperti sekarang, mampu menghasilkan bisnis dengan omset ratusan juta. Sebelum merambah dunia bisnis online, ada kejadian tidak mengenakkan yang harus dilalui keluarganya. Tidak ada yang mustahil Chloe dan keluarga mengalami "titik balik" dan bangkit dengan tujuan hidup yang baru. Hidup berbagi kepada sesama yang kurang beruntung. Anak-anak yang berada di rumah singgah. Saat ini Chloe lewat bukunya dapat menjadi salah satu anak Indonesia yang menginspirasi teman-teman sebayanya untuk do something dalam masa muda yang terhampar luas kedepan.

"Mari tanyakan kisah kelahiran kalian pada ibu kalian. Ia pasti akan berkaca-kaca & menceritakan betapa berat perjuangannya, sekaligus betapa indahnya perjuangan itu." (hal.32)


Buku ini terbagi menjadi dua bagian besar yang pertama adalah kisah hidup Chloe dan bagian seputar bisnis online yang digelutinya. Setelah membaca buku ini ada banyak hal yang bisa mengubah cara berpikir kita. Soal parenting, belajar tentang hidup, dan yang terpenting pengalaman hidup yang dibagikan dapat berdampak positif dengan kuat ketimbang kata-kata mutiara motivator. Buat para pemilik online shop disini kamu bisa belajar banyak prinsip dan tips untuk bisa meraih penjualan dengan maksimal. Tentunya "ilmu" disini sayang untuk dilewatkan begitu saja.

1 hal yang baik dan patut dicontoh dari buku ini adalah keteladanan Chloe dan nilai-nilai hidup yang dijalaninya untuk bisa berhasil dalam studi dan pekerjaan. Saya yakin akan ada banyak anak muda yang bisa tercengang, berubah dan ambil tindakan untuk tidak malas-malasan, mulai mencari peluang dan jadi orang yang bermakna bagi diri sendiri dan orang lain.

"Di masa usia kita yang belia ini begitu luas terbentang ladang kreativitas tanpa batas. Waktu kita sangat berharga. Jangan dipakai untuk sesuatu yang sia-sia, atau bahkan merugikan kita. Setiap menit yang kita miliki bisa kita jadikan modal untuk mengembangkan ide-ide sederhana yang cerdas." (hal.210)

Buku yang sangat baik ini direkomendasikan untuk dibaca orangtua, calon orangtua, siapapun yang ingin mengembangkan diri untuk hidup yang lebih baik.


P.S. : Terima kasih sudah mampir dan membaca di h23bc.com. Yuk dukung karyaku dengan bantu share artikel ini di media sosial kamu, tinggalkan komentar, dan follow @h23bc. Dukungan kamu akan sangat berarti.

Wednesday, 3 December 2014

Review Buku Java Beat in The Big Apple Marzuki "Kill the DJ" Mohamad



Judul Buku: Java Beat in The Big Apple
Penulis: Marzuki "Kill the DJ" Mohamad
Cetakan 1, November 2014.
Penerbit: POP, Imprint KPG.


"Jogja Jogja tetap istimewa...
Istimewa negerinya istimewa orangnya.."

Inilah lirik awal lagu yang paling ngetop jika ditanya kepada warga Jogja. Lagu dengan judul "Jogja Istimewa" yang sanggup membuat orang bergoyang sambil mengepalkan tangan mengikuti beat yang ada membuat saya mengenal Jogja Hip Hop Foundation. Di tahun ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke 10 JFH menerbitkan buku jurnal perjalanan mereka ketika diundang ke Amerika sebagai duta budaya Indonesia. Warisan berharga kepada masyarakat Yogya, bahwa dari Yogya @JHFcrew mendunia.
JHFcrew

Lebih tepat buku ini merupakan tulisan yang ditulis dengan hati oleh "Kill the DJ" ketika berinteraksi dengan publik Amerika (memainkan musiknya, bertukar pengalaman dengan berbagai orang, komunitas). Sebagai seorang pendiri dan pemimpin @killthedj berbagi seputar persiapan tur ke Amerika sampai kembali ke Indonesia. Belum adanya perhatian negara di kala itu tidak menjadi alasan untuk tidak berkarya, sebagai duta budaya Jogja mereka terus berkreasi dan mendukung berbagi aktivitas relawan sosial beberapa bulan terakhir.

Salah satu pernyataan menarik yang tertulis disini ketika JHF mengunjungi Amerika adalah kalimat Presiden John F. Kennedy, sederhananya dia mengatakan di kota kita, peradaban kita sesuatu yang akan selalu dikenang adalah kontribusi kita kepada umat manusia. Membaca buku ini kita akan terpukau dengan pemikiran, semangat JHF buat melestarikan budaya Jawa dengan mengenalkannya lewat lagu rap kepada masyarakat luas.

Buku yang ditulis anak petani Prambanan yang mendunia ini wajib dibaca oleh semua penggemar JHF, artis yang ingin bisa mendunia seperti mereka, pecinta musik dan budaya Indonesia.

Tuesday, 2 September 2014

Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Biografi anak bangsa yang menginspirasi



Judul Buku: Chairul Tanjung Si Anak Singkong
Penulis:
Penerbit: June 2012- Penerbit Buku Kompas
Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong beberapa tahun lalu sempat menjadi buah bibir, bagaimana tidak wow buku dengan sampul wajah sang menteri laris manis di toko buku dan perempatan lampu merah. Baik buku asli dan bajakan keduanya menarik banyak orang untuk membacanya. Berikut ini beberapa review singkat dari biografi CT yang diluncurkan pada saat HUT ke 50.

(+)

- Ditulis oleh seorang jurnalis Kompas,





Saturday, 19 July 2014

Biografi Robin Van Persie

Perjalanan hidup bak Roller Coaster RVP



Judul: Biografi Robin Van Persie
Penulis: Andy Llyod-Williams
Penerjemah: Dieni Purwandari & Iryani Syahrir
Editor: Iryani Syahrir
Tahun terbit: Februari 2014
Penerbit: @Phoenix_Press


Baru saja perhelatan akbar Piala Dunia 2014 berakhir namun ingatan fan sepakbola akan selalu mengingat aksi striker timnas Belanda yang meraih juara ketiga. Aksi gemilangnya ketika meruntuhkan permainan tiki-taka juara bertahan Piala Dunia 2010, Spanyol dengan skor 5-1. RVP panggilannya, mengaku pada laga ini mencetak gol terbaik sepanjang karirnya. Menyambut umpan lambung Daley Blind ke kotak penalti, van Persie melentingkan badannya untuk menyundul bola melewati kepala Iker Casillas. Harian Bola menulis Robin van Persie adalah seorang striker kawakan dengan skill mumpuni yang belum habis ketajamannya meski telah menginjak usia 30 tahun. Dia adalah pembunuh berdarah dingin di kotak penalti lawan. Selain cepat, kepala dan kedua kakinya ampuh dalam mencetak gol.

"Inilah tipe gol yang hanya terjadi sekali seumur hidup." -RVP


Kesempatan membaca buku ini sangat pas ketika saat ini RVP telah menjadi seorang bintang, 26 gol yang diciptakan di musim debut bersama Manchester United (MU) membuat dirinya berhasil membuktikan kapasitasnya sekaligus hasrat meraih tropi juara. Di Timnas Belanda pun saat ini pelatih sudah mempercayakan dirinya untuk menjadi kapten tim. Perjalanan Tim Orange tidak lepas dari hubungan positif sang pelatih dan dirinya yang menular ke seluruh tim, hal ini berdampak luar biasa meski belum mampu meraih trofi Piala Dunia. Kita tentunya penasaran bagaimana perjalanan karir pria kelahiran Rotterdam untuk mencapai posisinya sekarang, apa saja transformasi kehidupan yang terjadi sehingga dirinya menjadi pemain yang berkelas dunia? jawabannya ada di buku ini.

Andy Llyod-Williams berhasil menuliskan biografi Robin Van Persie dengan baik. Ketika membaca halaman-halaman awal buku ini, sang penulis membawa pembaca mengenal lebih dekat sosok ini dengan tulisan yang mengalir. Di setiap bab kita akan disuguhi cerita bak drama kehidupan yang juga dirasakan orang setiap hari. Fase demi fase kehidupannya baik di level klub dan tim nasional diceritakan dengan menarik. Komentar atau pernyataan yang melengkapi cerita membuat kita lebih paham akan realita yang terjadi. Membaca buku ini semakin lengkap dengan detail yang mengagumkan. Lewat tulisannya kita diajak berimajinasi tentang keriuhan selebrasi ketika RVP mencetak gol, bagaimana alotnya pertandingan yang dijalani.

Di bagian awal buku ini penulis menceritakan bagaimana awal karir Robin van Persie di Belanda. Lahir di wilayah Kralingen, sebelah timur Rotterdam pada tanggal 6 Agustus 1983 dari keluarga seniman membuat pemikirannya berbeda dengan pemain lainnya. Kreativitasnya di lapangan kemudian hari yang membuktikan hal tersebut. Tekad kuat dan semangatnya diasah melalui bermain sepakbola "pemenang terus bermain" di jalanan Kralingen. Bermain di Excelsio yang berarti maju dan naik, begitupun dengan karirnya kelak. Robin muda kemudian mendapat debut menawan di klub papan atas Liga Belanda, Feyenoord. Prestasinya diganjar penghargaan pemain muda terbaik KNVB. 


van Persie muda (ketiga dari kiri)

Namun sifatnya yang temperamental membuat banyak masalah di awal karirnya, mulai dari kesalahpahaman dengan pelatih, diberi cap sombong dan kritik pedas dari bintang tim, Pierre van Hooijdonk (juga saat PD 14 Brasil). Di musim awal bermain dia mengecap manisnya juara UEFA ketika mengalahkan Borussia Dortmund 3-2. Kenangan kelam juga diterimanya kala dipulangkan van Marwijk dari persiapan tim menjelang pertandingan Piala Super UEFA. Perlakuan sadis hooligans Ajax turut menorehkan tinta merah di karir gemilangnya.

"Sikap cerdas dibutuhkan di lapangan untuk memenangkan pertandingan besar." - Arsene Wenger (Manager Arsenal)

Sang profesor, Arsene Wenger.
Di bab kedua penulis menceritakan transisi yang sukses dijalani Robin van Persie di musim pertamanya di Liga Inggris. Di tahun 2004, pemain berusia 20 tahun hijrah ke Inggris dengan nilai transfer sebesar 2,75 juta pounds terasa kecil dibandingkan dengan nilai transfer raksasa Wayne Rooney yang dibayar MU. Sang manager Arsenal, Arsene Wenger yang membangun tim baru berisikan pemain muda bertalenta kemudian menjadi sosok paling penting bersama pelatih timnas Belanda, Marco van Basten dalam perkembangan karir RVP. Berperan ganda sebagai pelatih dan ayah, Wenger memberikan ketegasan, disiplin, serta bimbingan memoles bintang muda ini menjadi pemain yang lebih matang. Van Basten berhasil membawa bintang muda ini masuk ke tim dan membuktikan dirinya layak bermain di sekumpulan bintang sepakbola. Meskipun bukan pilihan utama sang pelatih di klub barunya, kompatriot asal Belanda yang juga legenda Arsenal, Dennis Bergkamp adalah inspirasi sekaligus batu loncatan karir van Persie. Dia mengaku banyak menyerap pelajaran dari "The Non Flyng Dutchman". Awal karir yang gemilang bagi seorang pemain muda dengan raihan Piala UEFA & Piala FA.

Bab berikutnya menceritakan drama kehidupan pemain muda ini. kehidupan yang berubah membuat tekanan yang cukup besar bagi pemain muda ini. RVP menempatkan dirinya berada di dalam sebuah kontroversi, hampir semua orang merasa bahwa karir sepakbolanya yang baru seumur jagung akan tamat. Liburan musim panas dihabiskan di penjara Belanda, akibat kasus dugaan pemerkosaan atas seorang gadis muda kala berlibur bersama 2 orang temannya di sebuah apartemen. Kehidupan rumah tangganya dengan gadis keturunan Maroko, Bouchra Elbali tergoncang hebat akibat pengakuan dirinya yang berselingkuh dengan gadis muda tersebut. Untungnya Bouchra seorang wanita yang tegar dan tetap bertahan, dirinya bukan termasuk gadis-gadis yang berambisi menjadi WAG (Wife and Girlfriend). Lolos dari keretakan rumah tangga namun dia jatuh dalam jebakan seseorang yang ingin sekali menjadi WAG ketika dia bertemu dengan Sandar Boma Krijgsman.
Van Persie dan sang istri, Bouchra Elbali

Bab selanjutnya penulis menceritakan kelanjutan karir RVP yang tetap didukung oleh Arsenal. Dirinya harus cepat move on ketika memasuki musim 2005/06, Meski ditinggal sang kapten Patrick Vieira, Arsene Wenger tetap percaya akan potensi tim muda. Publisitas negatif dari media sangat mengkhawatirkan perkembangan sang bintang muda. Penulis menceritakan kerjasama antara Arsene Wenger dan van Basten untuk melindungi pemain ketika berlaga di pentas internasional. Sebagai bagian dari perjanjian RVP tidak boleh menghadiri sesi wawancara dengan awak media. Di usia 22 tahun, setelah melewati kesulitan hidup ini dukungan kedua manager tersebut sangat bernilai untuk kelanjutan karirnya.


Perlahan demi perlahan mental dan karakter pemain belanda ini berubah ketika menjadi seorang ayah, namun dia tetap belum menjadi starter. Terbukti saat laga final Liga Champion tahun 2006, dirinya tidak dimasukkan dalam permainan. Mengingat bentrokan lawan Barcelona di Paris, RVP mengungkapkan kesedihannya karena tidak dapat tampil. Kartu merah kiper memaksa Arsene Wenger berpikir panjang untuk memainkan pemain bertipe menyerang. 

"Final di Paris sangat mengecewakan. Saya tahu kalau saya tidak akan bermain sejak awal, tetapi saya yakin saya akan masuk di babak kedua -- tetapi kartu merah untuk Jens Lehmann merusak semuanya." (hal 155)
Di Bab 5, penulis menceritakan perjalanan RVP di Piala Dunia pertamanya. Tentang gol pertamanya di pentas 4 tahunan. Saat itu Piala dunia 2006, dirinya beruntung bisa masuk tim. Ulasan persiapan hingga matchday yang menarik untuk disimak, fokus cerita pada persaingannya dengan rekan setim Arjen Robben dan duet bersama bintang Prancis, Thierry Henry di klub.

"Di Arsenal dan bersama van Basten saya belajar bermain dengan cepat dan sederhana, saya mendapatkan pelajaran yang bagus tentang bekerja sama dengan cepat dalam sepakbola. Saya mulai memberikan umpan kepada para penyerang lain dan memberikan ruang bagi para pemain tengah kami. Bermain di Arsenal dan bekerja sama dengan van Basten merupakan dua hal paling penting dalam karier saya." (hal. 212-123)

"Dia diberi pesan yang jelas untuk "dewasa atau hengkang" dan pesan tegas seperti itulah yang selama ini dibutuhkan oleh pemain muda hebat yang suka melawan ini." (hal 122)

Kisah di buku ini berlanjut hingga perjalanan RVP harus memikul tanggung jawab menjadi kapten tim Arsenal membawa skuad muda mengarungi musim kompetisi yang panjang. Rintangan dalam karirnya berupa kondisi fisik yang tidak mumpuni, berulang kali diterpa cedera membuatnya harus absen cukup lama membela klub. Road to final di Piala Dunia 2010 yang dibumbui dengan sejumlah kontroversi. Isu perpecahan tim kala itu menerpa skuat Belanda. Media mengungkapkan bahwa ada keretakan hubungan antara van Persie dengan Wesley Sneijder. Selain itu Timnas Belanda dikritik bermain jauh dari "Total Football" yang selama ini menjadi ciri khasnya. Gaya bermain cenderung keras diperagakan Belanda di Afrika Selatan. Kegagalan Timnas Belanda meraih gelar juara membuat RVP merasa bahwa lebih baik bermain pragmatis untuk menang, ketimbang bermain cantik tanpa kemenangan seperti di Arsenal. Di balik sisi gemerlap menjadi pemain bintang, RVP bersama istrinya juga suka beramal. Kedua pasangan mendonasikan pendapatannya lewat yayasan SOS Children.

Timnas Belanda asuhan van Marwijk lebih mirip tim hibrida -- memiliki kekuatan yang besar dengan sikap yang kejam, tetapi memiliki beberapa pemain istimewa untuk mengganti gaya permainan jika situasi mengijinkan. (hal.304)

Di akhir buku ini penulis mengulas kepindahannya baru-baru ini di klub Sir Alex Fergusson. MU berhasil mendapatkan striker Belanda ini di masa emasnya, dan berhasil meraih gelar juara Liga Inggris ke 20. Persis seperti nomor punggung yang dipilih oleh RVP. Lepas dari keunggulan buku ini, terdapat sedikit catatan bahwa Edgar Davids dikirim pulang dari tim saat pergelaran Piala Eropa 1996. (hal 235)

Proses perjalanan sang striker dari bintang muda paling berbakat hingga menjadi seorang striker haus gol dapat kita cermati di Biografi Robin Van Persie. Buku ini merupakan bacaan wajib bagi para penggemar berat sosok Robin Van Persie dan timnas Belanda. Selamat membaca.