Skip to main content

Nukilan 501 Must Read-Books: Pembunuhan atas Roger Ackroyd



Berikut ini adalah artikel dari buku 501 Must Read-Books yang saya dapat di cafe buku Lir (Baciro, Yogyakarta). Menurut saya ini adalah salah satu buku wajib yang harus dibaca dan dipunyai seorang pecinta buku. Di salah satu bagian ada kategori thriller, sang ratu misteri Agatha Christie masuk di dalamnya dengan judul Pembunuhan atas Roger Ackroyd. Di bawah adalah terjemahan bebas dari artikel yang mengupas buku misteri no.1 versi asosiasi penulis kriminal dunia.

Profil singkat
Agatha Christie (1890-1976)
Kebangsaan Inggris
Cetak pertama Collins, 1926.
Judul pilihan lainnya: Pria Bersetelan Cokelat, Pembunuhan di Wisma Pendeta, Pembunuhan di Orient Ekspress, Buku Catatan Yosephine.

"Pembunuhan atas Roger Ackroyd"

Meskipun karir produktif dan penjualan terbaik dari sang ratu kriminal berakhir ketika kematiannya pada tahun 1976, buku yang terbit di awal karirnya ini mengandung semua karakteristik kemahiran Christie dalam menulis genre misteri. Buku ini menampilkan sosok detektif belgia terkenal, Hercule Poirot, tokoh ini tampil di novel pertamanya yang berjudul "The Mysterious Affair at Styles" (1920), dan menggunakan perdesaan Inggris yang ideal sebagai lokasi, lewat kompleksitas pada plotnya membuat Christie menampilkan kemahirannya dalam membuat novel misteri.

Dengan absennya Kapten Hasting, rekan sekaligus pencerita seperti Watson, Poirot yang baru saja pensiun dibantu oleh seorang dokter lokal menginvestigasi apa yang sepertinya terlihat sebagai misteri sebuah kamar yang terkunci. Penyelidikan sang dokter mengatakan bahwa Industrialis kaya bernama Roger Ackroyd terbunuh di kamar pribadinya selain itu yang menyulitkan adalah jumlah tersangka amat terbatas. Dr Sheppard mengambil peran sebagai penulis cerita, jadi Christie hanya mengijinkan kita melihat Poirot menggunakan "sel-sel kelabu"nya melalui perspektif narasi Sheppard. Christie mampu mengacaukan ekspektasi para pembaca dengan twist di plot yang mengakibatkan beberapa syok dan kegeraman buat para pembaca maupun kritikus seperti di kemunculan pertamanya dan novel ini masih mampu mengejutkan saat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

"Aku, Meps, dan Beps oleh Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo."

"Sketsa-sketsa masa kecil yang memikat"



Sejak pertama kali duo POST Santa (toko buku independen di Pasar Santa, Jakarta), Teddy dan Maesy memberi teaser proyek buku pertama mereka. Saya langsung penasaran. Kira-kira karya seperti apa yang mereka terbitkan. Membayangkannya saja sudah sangat seru. Ini akan dilihat sebagai sebuah sejarah. Katakanlah begitu. Keluaran perdana penerbit akan menjadi sebuah memori bagi para pembaca. Sudah tentu. Sebuah pencapaian yang boleh dibilang fenomenal, kan. Di derasnya arus penerbitan mainstream, Teddy cs berupaya mendirikan penerbitan independen yang dinamai POST Press.