Skip to main content

Blogger Interview with Wardah "Melukis Bianglala"


Hai book lovers. Wawancara terakhir member SFF akan menemani kamu saat ini. Disini penulis Melukis Bianglala akan berbagi soal novel fantasi favoritnya. Kecintaannya dengan buku. Semoga kamu dapat terinspirasi untuk jadi blogger buku. Selamat membaca.




Halo mbak Wardah. Salam kenal ya. Melukis Bianglala baru aku kunjungin waktu menyiapkan Q&A ini. Desainnya minimalis namun cantik. Materi blognya juga bagus. Terima kasih udah menyempatkan untuk berbagi disini.


Sebutin tiga buku terfavorit dong. Di luar genre Fantasy juga enggak masalah. Dan mengapa kamu suka buku-buku itu?

1. Herr Der Diebe karya Cornelia Funke. Entah kenapa unforgettable banget. Novel ini yang bikin saya jatuh cinta sama Venezia. Juga novel yang bikin saya selalu suka (sampai sekarang) sama kisah persaudaraan.

2. And Then There Were None karya Agatha Christie. Bacanya pas masih SMP dan begitu selesai itu cuma bisa bengong. Sampai sekarang juga masih bengong sih. Habis novel satu ini tuh luar biasa misterinya, recommended banget. Karena baca ini juga standar bacaan misteri saya jadi tinggi. :))

3. Bartimaeus Trilogy karya Jonathan Stroud. Saya langsung naksir sama Barty yang sarkas, sinis, angkuh, tapi lucu. Saya juga suka karakter Nathaniel bocah, yang masih idealis dan unyu itu. Meski saya tidak suka ketika Nathaniel sudah dewasa, tapi segalanya terbayar ketika ending. Epic.


Ceritain dong gimana pengalamannya jadi book blogger. Siapa tahu pembaca bisa terinspirasi membuat blog tentang buku sehabis membaca wawancara ini :) ?

Pengalaman ya…

Sejujurnya saya baru resmi jadi book blogger itu Januari. Awalnya blog ini saya campur sama macam-macam hal (random thought, random info, random things). Tapi karena pengen jadi member BBI, akhirnya saya ungsikan semua yang tidak berhubungan sama buku di Januari. Yah, dihitung-hitung baru tiga bulan berarti. XD

Yang paling seru itu mungkin pas ngadain giveaway pertama, ya. Meski partisipannya ga banyak (mungkin karena saya minta buat mereview buku yang akan saya kasih) tapi rasanya menyenangkan berbagi.

Sama seru banget pas begitu gabung BBI, eh, ada buntelan Remedy dan saya dapat. Rasanya kayak benar-benar diterima di keluarga gitu. :’)


Saya mengamati jenis bacaan mbak Wardah sangat beragam. Sedikit kepo boleh dong. Ada enggak penerbit favorit? Ets. Nggak disebutin juga gapapa. Seru nggak jadi omni reader mbak?

Penerbit favorit… ga ada yang benar-benar favorit sih. Saya suka kebanyakan penerbit mayor karena (biasanya) tampilan kovernya apik, margin-nya pas, dan font-nya nyaman di mata. Kertasnya juga biasanya bagus dan kertas kovernya tebal, hihi. :D

Jadi omni-reader itu seru-seru-susah. Seru karena bacaan jadi beragam genre, tapi susah karena ada juga yang bukan my cup of tea (tapi karena harus dibaca ya tetap saja harus dibaca *sigh*). Tapi sebenarnya saya itu rewel soal gaya bahasa, bukan soal genre sih. Selama gaya bahasanya mengalir dan asyik dan nyaman dan bikin saya duduk anteng buat baca, genre apa pun bisa saya libas dengan cepat. Haha.


Kembali ke topik utama. Genre Fantasy dan Science fiction. Apa sih yang membuat kamu suka dengan kedua genre diatas?

Pertama karena novel fantasi yang bikin saya hobi membaca. Benar-benar hobi yang sampai rela ga tidur, diomelin ortu, lupa ngerjain PR, sampai sanggup kelaparan di sekolah buat beli dan baca buku semasa masih sekolah dulu. Rekor membaca novel saya masih dipegang sama novel-novel fantasi. Eragon dalam semalam, Harry Potter Orde of Phoenix (saya bahkan masih ingat ada 1200 halaman) dalam dua malam, padahal saat itu saya masih siswa SMA yang 8 jam waktunya di sekolah.

Alasan lain, karena saya selalu suka fantasi—sesuatu yang tidak nyata. Buku selalu bisa membawa saya “pergi” dari keadaan saya saat itu, tapi novel fantasi dan science fiction melakukan lebih dari itu. Novel-novel SFF itu menerbangkan saya ke tempat-tempat yang tidak pernah ada tapi “ada”. Saya selalu suka sensasi diajak berjalan-jalan dalam dunia yang penuh imajinasi dan magis.


Apa sih bedanya sci-fi fantasy sama jenis fantasy yang lainnya? Dan kenapa tertarik dengan science fiction fantasy? @asysyifaahs

Eng, apa ya? #bingung

Bedanya mungkin kalo sci-fi fantasy itu ada unsur science—ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa—sedang di fantasy yang lain ga ada. Yah, kan naga, sihir, peri, unicorn, dll itu bukan sesuatu yang “science”.

Tunggu, kayaknya saya ga pernah bilang tertarik sama sci-fi fantasy deh? XD

Secara personal sih saya lebih suka fantasy, tapi saya tertarik sama sci-fi fantasy juga, karena well saya suka fisika. Anyway, saya suka banget sama novel sci-fic fantasy berjudul Vicious karya V.E. Schawb. Sayangnya belum dengar ada rencana diterjemahin sih.


Pernahkah blogger buku merasa tiba-tiba bosen baca buku setelah estafet baca dan review buku sekaligus? Solusinya gimana? @evizaid
 

Pernah, Sering malah. T_T

Solusinya ya? Coba lakukan hal lain selain membaca buku atau mereview. Mungkin main game, makan enak, nonton film, memasak, apa pun. Kalo saya pribadi sih begitu bosan buka chrome lalu surfing di dunia maya. Atau saya merajut untuk menghilangkan rasa lelah membaca. Kadang kala bahkan saya cuma berbaring dan menatap langit-langit kamar. XD


Adakah buku favorit untuk genre Fantasy?

Ada. Bartimaeus Trilogy dan The Saga of Darren Shan (saya suka banget sama bagian akhirnya dan karakter-karakternya, khususnya karakter minornya). Saya juga cukup suka sama novel Jonathan Stroud yang baru, Lockwood&Co, dan Demonata Series-nya Darren Shan (sayangnya tidak lanjut diterjemahkan T_T).

Oh ya, saya suka Vicious karya V.E. Schawb. Belum diterjemahin sih, tapi itu keren banget-nget-nget. Sangat direkomendasikan buat yang suka sci-fic fantasy, superhero, thrill, dan konflik psikologi.

Apa harapan kamu untuk BBI ke depannya?

Tetap bersinar di langit yang gelap. #eh

Ehm, semoga selalu menjadi rumah yang hangat bagi penghuninya maupun pengunjungnya. Dan semoga memberikan sumbangsih yang besar dalam perkembangan buku nasional.:)
Pertanyaan terakhir sebelum menutup perjumpaan disini. Ada enggak rekomendasi buku Fantasy yang wajib dibaca pembaca h23bc.com?

Novel-novel fantasi kesukaan saya! Bartimaeus Trilogy, Darren Shan Saga, dan Vicious. Coba dibaca deh, saya jamin bakal suka. <3


Terima kasih atas waktu dan kesempatannya. Semoga langgeng menulis blog bukunya dan makin diminati penerbit #eaa. Selamat berkarya.


Terima kasih, kak Steven. :D

Comments

  1. terima kasih atas kesempatan wawancaranya, Kak :D

    maaf ya baru main hihii

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

Ulasan Buku: "Kisah Saya-My Story" oleh Steven Gerrard.

Mengesankan. Fantastis.


*Steven Gerrard sang bocah yang menjalani kehidupan impiannya bersama Liverpool.

* Bermain di liga Premier Inggris bukan persoalan mudah.
* Beban bermain untuk timnas Inggris terlalu berat. Selain itu Timnas selalu diisi oleh pemain bintang. Banyak ego di dalamnya.
Kabar menyenangkan saya dapatkan saat melihat kabar biografi Steven Gerrard akan dirilis bulan Februari 2017. Setelah setahun silam, biografi Andrea Pirlo juga diterbitkan oleh penerbit yang sama, KPG. Seakan sudah menjadi tradisi setiap tahun ada sebuah buku bertema sepakbola akan menyapa pembaca Indonesia. "Kisah Saya" merupakan rangkuman apa yang dirasakan sang kapten selama masa 27 tahun karir sepakbola miliknya, 17 tahun mengesankan diantaranya di tim utama klub yang sama, Liverpool.



Stevie G, layak dikenang sebagai salah seorang pemain terbaik di dunia. Mungkin tidak dalam mendekati level seperti "Messi" atau "Ronaldo-CR7". Namun eksplosivitas, kemampuan terbaik mengan…