Semua Orang Pandai Mencuri: Kumpulan Cerpen Esquire Indonesia #1



Judul: Semua Orang Pandai Mencuri: Kumpulan Cerpen Esquire Indonesia #1
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2015)




Kumpulan cerpen Esquire #1 dengan tajuk Semua Orang Pandai Mencuri adalah sebuah karya yang mampu membuat kita ketagihan. Esuqire Indonesia adalah majalah pria yang mengikuti patron asalnya untuk lekat dengan kesusastraan. Para cerpenis handal Indonesia turut menyumbangkan karyanya disini. Tidak ayal Esquire ikut turut ambil bagian mewarnai dunia cerpen kita. Tidak banyak memang yang disajikan di kumcer SOPM. Tapi 12 cerpen di dalamnya memiliki sebuah daya gugah yang lain dari yang lain.



Cerita milik Tommy Awuy menjadi pembuka yang gemilang. Dinda & Ben memperkenalkan cita rasa khas cerpen Esquire kepada pembaca awam. Berkisah tentang seorang lelaki dan perempuan yang entah dengan sengaja bertemu di sebuah restoran. Kedua tokoh itu menjadi titik fokus yang berhasil merebut perhatian pembaca. Setting dunia urban dengan kental terasa disini. Di titik akhirnyalah tidak terkira kita akan menemui pelintiran cerita yang apik. Penulis membuat akhiran cerita yang membuat senyum kita tersungging.



Eka Kurniawan dengan cerita yang khas melekat pada dirinya berada di urutan kedua. Lewat Semua Orang Pandai Mencuri pembaca dibuat terkesima dengan alur cerita yang kuat. Penulis Cantik itu Luka berhasil meramu cerita yang baik dan menarik pembaca ke dalamnya. Tergulung dalam ceritanya. Tidak diragukan lagi pembaca akan turut emosional berpihak pada "si tertindas"



Cerita gubahan Seno Gumira Ajidarma juga turut mencuri perhatian di antara 12 cerpen yang ada. Sepatu Kulit Ular Warna Merah mengajak pembaca untuk berfantasi. Sejak awal cerita dibuka, kita turut menaruh rasa penasaran seperti apa paras si pemilik betis yang dipelototi si tokoh utama. SGA berhasil merentangkan cerita yang sebenarnya jika dipikir amat sederhana. Dia membuktikan bahwa kepiawaian penulis dalam memahat cerita merupakan pembeda sebuah cerita yang baik dan yang biasa.



Aroma balas dendam yang dibalut dengan percikan nafsu tersaji di Sebutir Peluru untuk Sang Bapak. Cerpen karangan Restoe P Ibrahim mampu menyajikan cerita yang memuaskan para pembaca dewasa. Tidak lempeng dan cenderung berani bermain dengan imajinasi liar pembaca (meski tidak terlalu vulgar) adalah keunggulan dari cerpen ini. Selain itu yang menjadi nilai lebih adalah keberhasilan Restoe memainkan emosi pembaca bak roller coaster dari awal hingga titik akhir cerita.



Lelaki dengan Ransel karangan Edo Wallad membuktikan selalu ada cerita apik yang terinspirasi dari lelaki petualang. Adapun Cinta Semanis Racun menjadi salah satu karya yang patut diperhatikan di kumcer Esquire 1. Cerpen ini tidak mudah hilang dari benak kita setelah habis membacanya. Anton Kurnia berupaya menghadirkan krisis sosial yang diungkapkan dengan manis sekaligus tragis disini. Menghadir si tokoh utama yang kehilangan cinta. Daun ajaib mampu menjadi penawar luka sekaligus penyumbang petaka di dalam kehidupannya.



Kumcer Esquire 1 dapat menjadi teman duduk yang menyenangkan. Selamat membaca.


P.S. : Terima kasih sudah mampir dan membaca di h23bc.com. Yuk dukung karyaku dengan bantu share di media sosial kamu, tinggalkan komentar, dan follow @h23bc. Dukungan kamu akan sangat berarti.

Comments