Skip to main content

Seperti Sungai yang Mengalir by Paulo Coelho

Buat hidup lebih hidup



Seperti Sungai yang Mengalir adalah buku ke 2 dari Paulo Coelho yang saya baca. Sebelumnya, Sang Alkemis berhasil meraih hati saya dengan kisah yang inspiratif. Buku ini merupakan kumpulan artikel, cerita yang telah ditulis PC dan dibaca jutaan orang di seluruh dunia, CMIW. Buku ini berhasil membuat saya tergugah, menarik dan melihat esensi kehidupan yang ada, Setiap artikel punya soul dan berhasil tersampaikan dengan baik kepada pembaca, bahkan sampai lubuk hati terdalam.

PC dalam buku ini menceritakan dirinya sendiri dalam menjalani kehidupan ini, pengalaman-pengalaman yang priceless yang dibukukan merupakan esensi dari buku ini. PC tidak berbeda dengan kita semua, dia tetap bisa face to face dengan hal-hal yang terkadang membuat kita down, bersyukur, bahkan galau. Dari awal tulisan hingga penutup, merupakan nilai-nilai yang tidak ternilai. Membaca buku ini dengan cepat dapat merubah mindset hidup kita, membuat kita bergerak dengan "gerak" yang berbeda. 

Beberapa cerita yang menggelitik saya adalah kisah sebatang pensil. kisah sebatang arang, dan Tentang buku dan perpustakaan-perpustakaan. Bagaimana kita diajak menyalurkan buku yang kita baca, sehingga buku itu berkelana dan melanjutkan perjalanannya untuk mencerahkan, menghibur atau setidaknya memberi makna bagi hidup orang lain. Selain itu dalam kehidupan, selalu ada kesempatan kedua. Ya, bisa jadi kesempatan buat jadi orang yang lebih baik, dapat promosi, ketemu soulmate mungkin.

Seperti Sungai yang Mengalir sangat baik buat menjernihkan hidup ada, pembaca yang senang dengan buku pengembangan diri, refleksi kehidupan, motivasi. Miliki, tuntaskan dan nikmati hasilnya.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

"Aku, Meps, dan Beps oleh Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo."

"Sketsa-sketsa masa kecil yang memikat"



Sejak pertama kali duo POST Santa (toko buku independen di Pasar Santa, Jakarta), Teddy dan Maesy memberi teaser proyek buku pertama mereka. Saya langsung penasaran. Kira-kira karya seperti apa yang mereka terbitkan. Membayangkannya saja sudah sangat seru. Ini akan dilihat sebagai sebuah sejarah. Katakanlah begitu. Keluaran perdana penerbit akan menjadi sebuah memori bagi para pembaca. Sudah tentu. Sebuah pencapaian yang boleh dibilang fenomenal, kan. Di derasnya arus penerbitan mainstream, Teddy cs berupaya mendirikan penerbitan independen yang dinamai POST Press.