Biografi Anies Baswedan Melunasi Janji Kemerdekaan

Official Biography Anies Baswedan The Next Indonesia Leader


Judul buku: Melunasi Janji Kemerdekaan: Biografi Anies Rasyid Baswedan 
Penulis: Muhammad Husnil
Halaman: 300
Tahun terbit: 2014
Penerbit: Zaman.

Buku ini menjadi menarik ketika dikerjakan oleh M.Husnil dengan restu dari sang tokoh yang menjadi sosok yang ditulis. Buku ini ditulis selama di Jogja pun tidak sedikit memberikan sentuhan tersendiri bagi buku ini. Bagi saya yang menjadi pemicu ingin membaca biografi Mas Anies adalah bukan karena sering sekali melewati rumahnya ketika ingin makan di gang Grompol, namun Anies Baswedan merupakan tokoh yang menginspirasi dan ngelakoni memperjuangkan kehidupan bangsa yang lebih baik lewat perbaikan pendidikan. Pertemuan saya dengan beliau ketika menghadiri roadshow Indonesia Mengajar, disana dengan begitu luar biasa virus tersebut menyebar di kalangan peserta termasuk saya. Hal tersebut saya simpan dan menjadi inspirasi saya ketika KKN di Desa Sayan, Ubud Bali. Inilah biografi resmi sang pemimpin Indonesia masa depan, Anies Baswedan.

Anies Baswedan penggagas Indonesia Mengajar
Melunasi Janji Kemerdekaan merupakan biografi Anies Baswedan yang menonjolkan tema besar perjuangan pendidikan Indonesia. Hal ini menjadi magnet bagi pembaca untuk membeli buku ini dan alasan penulis mengerjakan buku ini. Membaca dari awal Melunasi Janji Kemerdekaan, kita diajak untuk menelusuri kehidupan dari Taman Joewana, tempat sang kakek Abdurrahman Baswedan tinggal. Dari rumah no.19 inilah akan lahir salah satu tokoh nasional yang membawa nama Yogyakarta dan berperan besar dalam perbaikan pendidikan nasional. Kemudian pindah ke daerah Karangwuni, bersekolah di SMAN 2 Yogyakarta, kuliah dan berorganisasi di UGM (mendapat beasiswa JAL), pria kelahiran Kuningan 7 Mei 1969 ini kemudian melanjutkan studi master di Univesity of Maryland. Di tahun 1999 mengambil jurusan ilmu politik di Northhern Illinois University. Dirinya kembali ke Indonesia di tahun 2005 dan membuat kejutan sebagai rektor termuda di usianya ke 38. Beberapa program inovatif dilakukan di Universitas Paramadina seperti beasiswa dan transkrip nilai akademis dan kegiatan.

Hal yang menarik untuk membaca biografi ini adalah beragam penghargaan dari luar negeri yang berdatangan. Kemampuan Anies Baswedan tidak diragukan lagi dan mendapat apresiasi dari media luar. Di tahun 2008 dirinya masuk dalam 100 intelektual publik dunia versi majalah Foreign Policy. Selain memiliki reputasi sebagai rektor UPM dan ilmuwan politik, majalah ini menilai Anies memiliki peranan penting dalam gerakan mahasiswa tahun 90an yang menumbangkan presiden Soeharto. Pada tahun 2010 giliran majalah terkemuka Jepang, Foresight Anies masuk dalam 20 tokoh dunia yang akan mengubah dunia dalam 20 tahun mendatang. Di tahun yang sama gagasan Program Indonesia Mengajar diluncurkan, PIM dilatar belakangi oleh kegiatan Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang dirintis oleh Rektor UGM Koesnadi Hardjasoemantri. PIM ini dikhususkan untuk menempatkan pengajar muda terbaik yang berkualifikasi di Sekolah Dasar (SD), karena SD merupakan dasar pondasi pendidikan anak Indonesia.

Dimulai di tahun 2010 hingga saat ini Pengajar Muda (PM) sudah tersebar di 17 kabupaten di seluruh Indonesia. Tidak hanya sekedar mengajar seperti guru umumnya, Anies memiliki tujuan yang visioner bagi dunia pendidikan Indonesia dan sumber daya manusia Indonesia khususnya generasi muda. Sampai Mei 2014, PIM sedang melakukan seleksi untuk angkatan ke 9.

Dari segi idealisme, PIM memiliki 2 tujuan: mengisi kekurangan guru berkualitas di sekolah dasar, khususnya di daerah terpencil; dan menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk jadi pemimpin masa depan yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan kedekatan dengan rakyat kecil di pelosok negeri. Namun dari segi praktis, GIM adalah upaya untuk merajut tenun kebangsaan.

"Dengan pengetahuan global serta pemahaman akar rumput, anak muda Indonesia akan sanggup berpijak dan mengabdi bagi kepentingan nasionalnya di tingkat dunia, demi memenuhi semua janji kemerdekaan bagi rakyatnya." -- Anies Baswedan.

"Anda terhormat karena mewakili kami untuk turun ke daerah mengatasi persoalan pendidikan. Mengajar di sana. Ini bukan pengorbanan, ini kehormatan." -- Anies Baswedan saat pemberangkatan PM V tahun 2012.

Buku ini layak dibaca bagi semua kalangan, juga bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh sosok Anies Baswedan.

Comments

Popular Posts