Skip to main content

4 Buku Startup yang Direkomendasikan Steve Wirawan, CEO Storial.

(c) Pixabay.

Dari buku-buku dan perjalanan para tokoh bisnis saya mendapati sebuah hal penting. Memahami sebuah kesuksesan bukanlah sekadar sebuah lari jarak pendek. Kita butuh nafas yang panjang dan mindset kalau yang namanya sukses itu butuh proses dan perjuangan.

Sembari mengisi waktumu dengan pengalaman baru. Belajar beragam skill dari dunia pendidikan, lingkungan kerja, dan pertemanan. Ada kebiasaan positif yang sebaiknya kamu mulai dari sekarang. 

Membaca adalah salah satu proses mendapat informasi dan wisdom yang boleh jadi, jarang didapatkan dari lingkungan kita. Satu tips praktis. Mulailah membaca beberapa halaman sebelum tidur, voila kamu bakal terheran dapat menyelesaikan buku lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya :)

Bacaan tentang dunia startup
Memulai usaha rintisan, saat ini sangat menarik perhatian generasi langgas. Semua ingin mencoba terjun langsung atau sekadar memiliki referensi tentang kehebatan era "ekonomi digital" saat ini.

Dalam buku "100 Golden Tips for Creativepreneur" (Metagraf, 2016), Steve Wirawan berbagi daftar bacaan miliknya. Ada beragam judul menarik yang terbagi dalam empat bidang: dunia startup, industri konten & marketing, keuangan & investasi, dan pengembangan diri.
(c) Steve Wirawan.


Kali ini yuk, kita simak bersama rekomendasi buku berkualitas dari Steve Wirawan, CEO Storial.co, semoga kamu bisa lebih memahami dunia startup.






#1 "The Lean Startup" oleh Eric Ries.

Eric Ries mengenalkan metodologi Lean Startup kepada dunia. Sampai saat ini tidak terkira banyaknya pengusaha dan pendiri startup yang menjadikan buku ini sebagai guide book mereka.

Pahami dulu kemudian coba apa yang disajikan dalam buku ini. In the end semoga pelajran tersebut akan mengakselerasi skala bisnis rintisan milikmu.

"Buku ini memungkinkan Eric Ries membantu banyak entrepreneur menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit tentang bisnis mereka." kata Dustin Moskovitz, co-founder of Facebook & Asana.

"The Lean Startup" edisi terjemahan telah diterbitkan oleh Bentang Pustaka.



#2 "Business Model Generation" oleh Alexander Osterwalder.



Model bisnis adalah menciptakan nilai plus menghasilkan uang. Demikian kredo yang disajikan dalam buku ini.

Business Model Generation telah menjadi buku pilihan bagi kamu yang ingin memahami rencana bisnis dan strategi. Buku milik Alexander Osterwalder ini adalah buku panduan bagi para visioner, game changers, dan penantang di era disruptif.

Dikemas secara menarik dan casual, jauh dari kesan buku berat yang bikin kita malas untuk membaca.

#3 "Platform Revolution" oleh Geoffrey G. Parker, Marshall W. Van Alstyne, Sangeet Paul Choudary.



"Platfrom Revolution" mengajar pendatang baru bagaimana memulai dan menjalankan platform bisnis yang berhasil, menjelaskan cara mengidentifikasi pasar dan memonetisasi jaringan.

Tim penulis menyajikan sejumlah strategi dibalik platform terkenal seperti Tinder dan SkillShare. Selain itu buku ini menjabarkan bagaimana perusahaan tradisional mampu beradaptasi dalam pasar yang berubah.

Sejumlah bahasan penting lainnya seperti keamanan, regulasi, dan kepercayaan pelanggan, di samping menganalisa pasar yang akan matang dalam revolusi platform, diantaranya bidang kesehatan, edukasi, dan energi.

#4 "How to Build a Billion Dollar App" oleh George Berkowski.



"How to Build a Billion Dollar App" menyediakan anjuran praktis soal seluk beluk membangun bisnis berbasis aplikasi: mulai dari mekanika akuisisi pengguna hingga mengamankan kebutuhan dana untuk bisnis dapat bertumbuh.

Dirajut dari cerita di balik layar "Hailo" dan aplikasi bernilai miliaran dolar seperti Angry Birds, Whatsapp, Snapchat dan Square. Buku ini adalah bacaan penting bagi siapapun dengan ide besar membangun bisnis berbasis aplikasi.

Kamu bisa mendapatkan How to Build a Billion Dollar App edisi terjemahan dari penerbit Alvabet.


Dari rekomendasi buku di atas, apakah ada yang sudah pernah kamu baca? Atau kamu memiliki rekomendasi buku lainnya? Tinggalkan di kolom komentar. Atau mention @h23bc

Post ini turut meramaikan maraton blog di ulang tahun BBI keenam. #BBIHUT6 :)
 

Comments

  1. Belum pernah baca semua, karena memang belum tertarik belajar tentang start-up. Tapi menarik banget, terima kasih rekomendasinya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Frida sudah baca rekomendasi ini.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kolaborasi Menulis Antologi "Aku dan Buku"

Pada bulan kemerdekaan seperti sekarang, saya ingin mengajukan pertanyaan: “Dapatkah kita membayangkan kemerdekaan tanpa buku?” demikian kalimat pembuka tulisan mbak Najwa yang saya baca di laman kompas(dot)com. Isinya kurang lebih mengajak kita semua untuk turut berpartisipasi dalam mengembangkan kegiatan literasi. Musababnya minat membaca kita terseok-seok ketika dilihat oleh kacamata beragam survei. Namun di bangsa yang besar ini tersimpan sebuah harapan besar. Kelak tua maupun muda adalah generasi yang suka membaca.
Di tengah perenungan. Saya mendapati kalau minat membaca seseorang akan tumbuh ketika ada teladan dari seseorang. Kebiasaan asyik membaca koran sembari menyeruput kopi di pagi hari, misalnya. Contoh dari siapa saja sebenarnya, bisa orang tua, teman, kakak yang usil sekalipun (dengan novel segudang di kamarnya), atau guru yang setiap hari bersentuhan di sekolah. Bill Gates, sang filantropis pun secara tidak sengaja menyukai bacaan dan belajar karena Ibu Ca…

"Aku, Meps, dan Beps oleh Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo."

"Sketsa-sketsa masa kecil yang memikat"



Sejak pertama kali duo POST Santa (toko buku independen di Pasar Santa, Jakarta), Teddy dan Maesy memberi teaser proyek buku pertama mereka. Saya langsung penasaran. Kira-kira karya seperti apa yang mereka terbitkan. Membayangkannya saja sudah sangat seru. Ini akan dilihat sebagai sebuah sejarah. Katakanlah begitu. Keluaran perdana penerbit akan menjadi sebuah memori bagi para pembaca. Sudah tentu. Sebuah pencapaian yang boleh dibilang fenomenal, kan. Di derasnya arus penerbitan mainstream, Teddy cs berupaya mendirikan penerbitan independen yang dinamai POST Press.

Q&A with Erfan Fajar

Kreator komik Manungsa bicara soal passion menjadi komikus hingga perkembangan komik Indonesia.

Meramaikan ulang tahun kelima Blogger Buku Indonesia, seri wawancara Haremi Boook Corner kembali berlanjut teman-teman. Kali ini kita kedatangan seorang comic artist beken tanah air. Buat kamu yang mengikuti majalah kompilasi komik, "Kosmik" dan "Arigato Macaroni" pasti udah nggak asing lagi dengan nama Erfan Fajar. Sekedar informasi mas Erfan bersama Stellar Labs turut mengerjakan artwork komik Star Trek. Di skena komik lokal, ia berhasil memenangi Kosasih Award 2014 di kategori "Komik Online Terbaik". Di tahun yang sama pengemar Chun Li ini juga berhasil meraih posisi ketiga di "Silent Manga Audition 2014" dengan judul "A Race for Smile".

Tonton juga kiprah Sunny Gho dalam membuat Kosmik


Di kesempatan ini mas Erfan berbaik hati berbagi soal passionnya di dunia komik, perkembangan industri komik Indonesia, dan tips membuat komik yang keren. Se…