Skip to main content

Editorial HBC #2


Hai kawan-kawan, lewat tulisan ini saya ingin menyapa para pembaca Haremi Book Corner, bagaimana akhir pekan Anda, sedang sibuk membaca apa, sibuk nitip di BBW kah?

Ijinkan saya untuk bercerita sedikit. Hari ini tidak biasanya, saya begitu ingin mampir ke tokobuku membeli buku incaran. Buku-buku investasi tepatnya. Sesampainya di MCM Tantui, saya dibuat kaget campur kesal. Buku incaran saya, nampaknya naik sekitar 30 ribuan.


Browsing buku apa lagi yang hendak saya beli.


Sembari menekuni rak-rak buku mereka, saya mencari buku Ryan Filbert di mesin pencari.

Sempat saya bertukar pertanyaan dengan seorang staf (mungkin manager on duty) saat itu. Dari obrolan singkat itu, buku-buku terbitan baru berjarak satu bulan hingga sampai kepada pembaca kota Ambon. Koleksi mereka sebagian dikirim dari Cakung (Jakarta) dan Surabaya.

Pencarian buku Hidden Profit milik Filbert sebenarnya. Alasan saya meminta bantuan si bapak. Setelah memanggil salah seorang staf berbaju hitam, dengan cekatan si bung ini mendapati salah satu buku dari dua buku yang saya inginkan.

Beberapa menit kemudian tak kalah cepat, buku dengan sampul dominan orange tersebut juga sudah ketemu. Tak jauh dari rak Ekonomi di tempat saya berdiri. Ternyata. Buku itu bersisian dengan buku lainnya di rak Hukum. Astaga.

Mindset Carol Dweck

Ada dua hal yang membekas waktu mampir ke gramed hari ini. Selain mendapati dua buku yang dibeli Pak Jokowi saat berkunjung ke Ambon, Februari silam, ditaruh di spot paling menonjol depan kasir. Kedua, buku penerbit BACA, yang berjudul "Mindset" juga telah tersedia. Mindset adalah salah satu bacaan rekomendasi dari Bill Gates. Menitikberatkan soal pentingnya seseorang memiliki mindset yang bertumbuh.




Satu dari dua buku pembelian Pak Jowoki adalah Inteligensi Embun Pagi (IEP), Dee Lestari, terbitan Bentang Pustaka. Boxsetnya di kontainer bahkan belum saya buka dan terpikir untuk dijual di Ksatria Buku. Imo. Tokobuku berharap volume penjualan IEP bakal naik karena gimmick, dibeli sang Presiden, semoga.





Total yang saya keluarkan sebanyak Rp250.000. Dengan uang segitu saya mendapat 3 buku (saja). Mungkin akan bertambah 84.000 lagi, jika di saat terakhir saya menimbang-nimbang meletakkan kembali, "The 2nd G Challenge" punya Yuswohady. Meski tim penulisnya cukup mentereng, generasi kedua dari perusahaan-perusahaan besar Indonesia dan ini salah satu wishlist saya sejak tahun lalu.


Another Surprise


Sekembalinya ke rumah. Saya sudah puas. Hari ini bisa dapat 3 buku. Dengan topik yang saya ingin pelajari.

Sembari terengah-engah karena panasnya kota kami. Mata saya langsung tertuju dengan kotak persegi yang dibalut dengan kresek hitam. Paket dari mana nih, pikir saya. Perasaan belum beli apa-apa. Hahaha..

Ternyata dari Parcel Buku. Berat juga. Tertera bobotnya 3 kilogram.

Sembari makan siang, saya mencoba mengontak WA PB. Menyampaikan paket kirimannya telah sampai.

Malam ini, ketika saya sedang merampungkan tulisan ini. Saya baru saja membaca bab-bab awal "Memimpin" milik Alex Ferguson. Satu dari enam buku yang baru saja saya terima. Selayaknya buku beliau yang sebelumnya, di sini saya begitu terkesima dengan informasi orang dalam klub Manchester United.

Di buku ini, Sir Alex mencoba berbagi resep memimpin miliknya. Ini bukan murni buku bola 100%. Meski di dalamnya Sir Alex mengambil contoh-contoh dari keseharian dirinya kala menukangi tim "Manchester Merah". Ini adalah buku ciamik yang dibuat oleh sang praktisi nomor wahid. Pengalamannya menjamin ini bukan sekadar buku how to atau karya motivator lainnya.

Bab pertama adalah menjadi diri Anda sendiri. Berikut ini saya coba cuplik sedikit,

"Saya menyadari bahwa kita dibentuk oleh banyak hal selain mengamati, mendengarkan, dan membaca. Kita semua adalah hasil percampuran DNA kedua orangtua kita; kita dibentuk oleh nasib, kondisi masa pertumbuhan, dan pendidikan yang kita terima. Namun, kita semua punya dua set alat hebat yang kita kendalikan sepenuhnya: mata dan telinga. Mengamati orang lain, mendengarkan saran mereka, dan membaca mengenai orang lain (ok) adalah tiga hal terbaik yang pernah saya lakukan." halaman 25.

Menutup tulisan ini. Tampaknya klop sudah. Set bacaan yang menyenangkan untuk beberapa waktu luang kedepan. Ohya, saya juga sedang menyelesaikan "The Loner" John McBeth, biografi perjalanan Pak SBY selama 10 tahun menjabat. Mindset juga termasuk dalam paket buku yang saya terima siang tadi.

Saya berharap Anda semua menikmati libur panjang dengan bacaan yang menggembirakan. Juga selamat bagi teman-teman semua yang merayakan.
Ps: tulisan ini pertama saya post di fb pribadi. TBH. Memikirkan judul lebih sulit daripada menuliskan kesan saya ini. :D

Comments

Popular posts from this blog

Ubur-Ubur Lembur oleh Raditya Dika

Ubur-ubur Lembur by Raditya Dika
My rating: 3 of 5 stars

O0m Dika, eh salah, bang Dika memang terbukti pencerita top.

Ngalir aja. Serasa baca kumpulan cerpen gitu. Tapi bedanya ini pengalaman batin bang Dika sendiri yang diceritain. Teknik berceritanya keren.

Isinya seru. Kontemplatif. Suka sama apa yang dibilang Radit, hiduplah dari apa yang elo senengin. Kira-kira gitu bahasa bebasnya.

selain itu. Jadi penasaran gue kan, sama Radikus makan kakus. yang dimention di bab terakhir gitu. Eh bener ga sih?

Rekomendasi nggak?

Iya, kalau pengen baca tulisan terbaru Radit, elo harus beli bukunya.
Kalau fans Radit garis keras, apalagi. Wajib hukumnya.

Tapi kalau dibilang, bagusan mana, saya akan bilang Koala Kumal ya.

salutlah sama effortnya Raditya dika. Ia bilang nyicil tulisannya di sela-sela jobnya yang udah seabrek cuy, dan bener-bener kelihatan ini kayak perjalanan karirnya dia yang pengen dibagi ke khalayak pembaca.

View all my reviews

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…