Review Buku Show Your Work! oleh Austin Kleon


Judul Buku: Show Your Work!
Penulis: Austin Kleon
Jumlah Halaman: 224 halaman.
Penerbit: Penerbit Noura Books. 
Tahun terbit: 2014.
     
    Sejak tahun lalu saya penasaran dengan koleksi buku yang ditulis Austin Kleon. Penulis yang berbagi banyak hal soal kreativitas dalam ranah digital di forum-forum bergengsi seperti TEDx, Pixar, Google. Baru-baru ini Presiden Jokowi melantik Pak Triawan Munaf untuk mengkomandoi Bekraf atau Badan Ekonomi Kreatif. Saat ini Indonesia harus melakukan lompatan kuantum dengan mengupayakan segala sumber daya kreatif demi menjadi pemain global yang diperhitungkan. Bekraf dalam peranannya menjadi penghubung industri kreatif dengan pasar sudah menentukan beberapa utamanya. Kuliner & film menjadi lokomotif utama yang diharapkan mengangkat dunia ekonomi kreatif Indonesia. 

    Di saat semuanya serba digital dan berburu pasar. Kita mendapati saat ini adalah waktu yang tepat untuk berkreasi dan berharap menemukan orang yang respek dan mengapresiasi karyamu. Lebih bagus lagi jika karyamu menghasilkan sesuatu. Show Your Work! termasuk dalam daftar 40 Books To Unlock Your Creativity And Get You Started On Your Life’s Best Work (saya merekomendasikan anda untuk mulai membaca daftar buku-buku ini, jika bisa segeralah cari di toko buku atau perpustakaan terdekat). Untuk para inovator dan pemasar, apapun pekerjaanmu inilah salah satu buku yang tepat untuk mengeluarkan potensi terbaik dan dikenali ekosistem karirmu.


Buku yang keren bukan?

        Satu hal yang saya rasakan ketika membaca Show Your Work! adalah buku ini layaknya seorang mentor yang sedang membagikan dirinya kepada para murid. Ibaratnya selama membaca guide book kita seperti "Pandawa yang diberikan ilmu dan pengalaman seorang jedi master bidang kreatif. Keunggulan buku ini selain memberikan pembahasan yang lugas, cergas, dan inspiratif. Terdapat ilustrasi dan kutipan-kutipan menarik dari para kesohor seakan memberikan tiupan roh kreativitas yang jarang dijumpai di buku tebal yang didominasi permainan kata-kata motivasi. Saat membacanya kita akan dibuat tersenyum, tertawa, bahkan sesekali tersindir dengan apa yang sedang dijelaskan Austin Kleon. Dari buku ini kita akan belajar 10 jalan untuk dapat berbagi kreativitas dan ditemukan oleh orang lain. 
 
Menu Show Your Work!
        Di awal Austin memperkenalkan kembali konsep yang disebut scenius. Penulis mencoba memberi tahu pembaca banyak orang yang kita anggap jenius adalah penyendiri. Tetapi yang sebenarnya terjadi mereka merupakan bagian "sekelompok orang yang saling mendukung, mengamati karya satu sama lain, saling mencuri ide, dan saling menyumbang gagasan (hal 11). Salah satu hal unik yang ditemukan di jalan pertama Tidak Perlu Menjadi Genius adalah menyuruh pembaca mencoba melihat obituarium setiap pagi.

Scenius


"Berikan yang kamu punya.
Bagi seseorang, bisa jadi itu berguna."

   Di Bab Pikirkan Proses, penulis yang jago menggambar ini mendorong pembaca agar dapat fokus kepada proses ketimbang hasil akhirnya. Mungkin sering kali kita berpikir buat apa, toh yang dinilai klien, guru, bos saya adalah hasil akhirnya. Kabar baiknya kamu bisa mulai mengubah cara pandangmu dengan mulai mengarsipkan apa yang sedang kamu kerjakan. Contoh yang diberikan adalah usaha astronaut Chris Hadfield untuk menarik minat dunia terhadap bidang antariksa. Lewat cara pimpinan International Space Station men-tweet kejadian sehari-hari, merekam dirinya sedang gosok gigi di stasiun luar angkasa. Dia mampu membuat dunia internet jatuh cinta kepada komandan Hadfield.

@Cmdr_Hadfield


        Mencoba membuat postingan kecil mengenai apa yang sedang kita buat. Mengumpulkan arus-arus kecil hingga kelak dapat berguna menjadi stok karyamu. Membuat sebuah kaveling baru tempatmu dapat meletakkan segala ide dan karya yang kamu anggap penting. Tiga hal diatas adalah poin-poin utama yang dibagikan penulis di Berbagilah Hal Kecil Setiap hari. Penulis mendorong kita untuk tidak perlu berpikir membuat sebuah website pribadi adalah hal yang sulit. Lakukan saja sebagai amatir (orang yang melakukan sesuatu atas dasar kesenangan, memperjuangkan karya dengan semangat cinta tanpa menghiraukan potensi kesohoran, uang atau karier-keuntungan yang kerap didapatkan oleh para profesional), tidak perlu mementingkan apakah tampilannya sudah eye catching. Just do it.


      
    Satu poin yang bagus untuk dibagikan disini. Austin Kleon mendorong kita untuk berbagi semua yang menjadi pengaruh dalam hidupmu. Hal tersebut layak dibagi karena akan menjadi petunjuk siapa dirimu & apa yang kita lakukan. Terkadang semua hal tersebut bahkan akan jauh lebih menunjukkan siapa dirimu melebihi karyamu. Di Buka Koleksimu kita akan terdorong untuk mengakui dan berbagi siapa saja (seorang CEO, penulis, model bahkan tokoh Presiden) yang berhasil menanam pengaruh dalam hidup kita. Sekarang bukannya jaman kita mengurung diri, bertapa dan bermain rasa untuk mewujudkan sebuah mahakarya. Kemudian mengharapkan karya yang kita buat akan diminati & menarik banyak orang ketika ditampilkan. Masa ini ternyata tidak relevan lagi dengan paradigma diatas. Temukan dan gali cerita atau kisah dibalik sebuah karya. Buat dan bagikan kepada orang lain. Cerita akan lebih "berbicara" dan bermakna sehingga mampu menarik atensi orang untuk melirik hasil karya kita. Manusia ingin tahu dari mana asal suatu benda, cara pembuatannya, dan siapa pembuatnya. Kisah-kisah yang kamu sampaikan tentang karya itu berpengaruh besar pada perasaan orang dan pemahaman mereka mengenai karyamu. Perasaan dan pemahaman orang lain atas karyamu memengaruhi apresiasi mereka (hal.93). Ada sebuah nasehat yang bagus berbunyi "Bila ingin lebih efektif ketika berbagi, jadilah pendongeng yang baik. Kamu perlu tahu bagaimana membuat cerita yang bagus dan cara menyampaikannya." (hal.95).

   Buat kamu calon penulis atau seorang penulis kamu bisa mendapat tips bagaimana membuat cerita yang baik. Dengan bantuan grafik penulis novel dan esai Kurt Vonnegut dan piramida Gustav Freytag. Ada sebuah nasehat yang perlu kita cermati dengan baik. Semua orang suka kisah yang bagus, tetapi tidak semua mampu menuturkan dengan baik. Butuh waktu lama sekali untuk menguasai keahlian ini. Jadi, pelajarilah kisah-kisah bagus, lalu temukan kisahmu sendiri. Ceritamu akan membaik semakin sering kamu menyampaikannya. (hal.103).

Grafik cerita Kurt Vonnegut.


     Satu hal yang menjadi pesan utama atau dapat dikatakan inti dari buku ini dapat kita temukan di Ajarkan yang Kamu Tahu. Jangan pelit ilmu dan bagilah rahasia dagangmu. Mungkin saja kita berpikir nanti ideku akan di copy paste habis-habisan. Jangan khawatir ketrampilan atau rahasia keberhasilanmu yang diketahui orang lain belum tentu bisa langsung diterapkannya. 
 
Ajarkan yang kamu tahu.
       Semangat yang ingin ditularkan kepada pembaca adalah ketika kita mempelajari sesuatu, berbaliklah dan ajari orang lain. Prinsipnya makin banyak ilmu yang kita bagi, semakin banyak ilmu yang kita dapati. Merupakan hal yang menyenangkan Austin berbagi kebahagiaannya membuat sebuah buku. Disini Austin berhasil menginspirasi banyak pembaca untuk segera mewujudkan impian menulis sebuah buku.
Belajar - mengajar.

    Buku yang baik ini direkomendasikan untuk anda yang ingin mengeksplorasi kreativitas, menyukai buku pengembangan diri, dan tertantang untuk berkarya. Selamat membaca. Selamat berkarya.

 
P.S. : Terima kasih sudah mampir dan membaca di h23bc.com. Yuk dukung karyaku dengan bantu share di media sosial kamu, tinggalkan komentar, dan follow @h23bc. Dukungan kamu akan sangat berarti.

Comments