Skip to main content

Ulasan Novel The Architecture of Love oleh Ika Natassa

Ketika cinta bertemu di New York.

 


So far novel mbak Ika yang baru saja saya habiskan adalah yang tercepat dibaca. Entah mengapa membaca cerita penulis sekaligus bankir asal Medan ini seakan mengalir lancar begitu saja. Jujur, saya sangat menikmati membacanya. Begitu sampai di minggu terakhir menjelang akhir tahun, buku bersampul Empire State Building dengan corak abu-abu ini berhasil saya lahap dalam waktu singkat kemarin.

Bagian mana yang menarik? Apa kesan saya ketika membaca karya terbaru Ika Natassa, penulis  bestseller A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Twivortiare, Antologi Rasa & Critical Eleven?




Novel ke 8 sang penulis, The Architecture of Love (TAOL) sendiri adalah karya yang bisa dikatakan unik. Kenapa? TAOL merupakan perpaduan medium Twitter dengan plot besar yang disiapkan oleh penulis. Salah satu momen yang happening di 2016. Lewat #PollStory, followers mbak Ika bisa sama-sama menentukan jalannya cerita yang sedang berjalan. Apa lagi keunikan lainnya, kawan? Di sini sketsa-sketsa manis mbak Ika turut menghiasi novel fisik TAOL yang diterbitkan Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Buku yang saya baca ini termasuk cetakan ke 4, sekitar bulan Juli kemarin. Bayangin betapa suksesnya buku ini di pasaran.

Seperti yang saya bilang di awal. Membaca novel ini sangat mengasyikkan. Selain berjibun informasi baru yang diterima, sang penulis dengan piawai membawa kita masuk ke dalam cerita. Visual storytelling yang memukau adalah alasan TAOL menarik untuk diikuti. Dengan ini kita serasa sedang melihat scene demi scene yang sedang disajikan mbak Ika, kemudian memainkannya di imajinasi kita. Setting New York City mudah untuk diikuti. Kita sering melihat gambaran kota ini baik di film Hollywood atau di serial tv.

Untuk ceritanya sendiri saya kira bisa dibilang agak klise. Ini mengingatkan saya akan percintaan Chriss Pratt dan J-Law di Passengers. Out of nowhere, Raia dan River berjumpa di kota New York. Hubungan keduanya dengan segala kesan manis dan pahitnya diungkapkan Ika Natassa di TAOL.

Satu lagi yang membuat TAOL berkesan. Kisah di balik seorang penulis yang berkarya itu dengan terang-terangan diungkapkan. Bagaimana si penulis dituntut untuk segera membuat karya terbaru yang ditunggu-tunggu penggemar. Serunya waktu ketemu dengan orang-orang yang mengagumi karya dan sosok si penulis. Bahkan bagaimana kiprah penulis masa kini diceritakan di sini. Relasi unik berupa simbiosis mutualisme antara pengarang dan para pembaca, juga dengan pihak penerbit.

Apa yang ingin saya ungkapkan adalah: Semua yang disajikan Ika dalam TAOL bisa relate dengan para pembaca (kalau boleh disebut para penggila buku).


Salah satunya ini:
"Bookstores are never just stores that sell books."

Sebagai tambahan. Tahun ini karya Ika Natassa yang berjudul Critical Eleven direncanakan akan tayang di layar perak. Aktor beken Reza Rahadian, boleh dibilang paling ditunggu-tunggu untuk menghidupkan karakter Ale. Tanpa mengurangi peran Adinia Wirasti-yang aktingnya outstanding di film Cek Toko Sebelah (2015)-pemeran Anya. Film ini bisa jadi salah satu film Indonesia yang paling diantisipasi para moviegoers dan penggemar novel Ika Natassa.

Overall. Bisa dikatakan TAOL berhasil menghadirkan romansa yang indah dengan setting kota apel besar. Bagi saya sendiri ceritanya enak, mengalir, menarik untuk diikuti. Bagaimana kesan kamu saat membaca TAOL?

Comments

Popular posts from this blog

Ubur-Ubur Lembur oleh Raditya Dika

Ubur-ubur Lembur by Raditya Dika
My rating: 3 of 5 stars

O0m Dika, eh salah, bang Dika memang terbukti pencerita top.

Ngalir aja. Serasa baca kumpulan cerpen gitu. Tapi bedanya ini pengalaman batin bang Dika sendiri yang diceritain. Teknik berceritanya keren.

Isinya seru. Kontemplatif. Suka sama apa yang dibilang Radit, hiduplah dari apa yang elo senengin. Kira-kira gitu bahasa bebasnya.

selain itu. Jadi penasaran gue kan, sama Radikus makan kakus. yang dimention di bab terakhir gitu. Eh bener ga sih?

Rekomendasi nggak?

Iya, kalau pengen baca tulisan terbaru Radit, elo harus beli bukunya.
Kalau fans Radit garis keras, apalagi. Wajib hukumnya.

Tapi kalau dibilang, bagusan mana, saya akan bilang Koala Kumal ya.

salutlah sama effortnya Raditya dika. Ia bilang nyicil tulisannya di sela-sela jobnya yang udah seabrek cuy, dan bener-bener kelihatan ini kayak perjalanan karirnya dia yang pengen dibagi ke khalayak pembaca.

View all my reviews

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…