Skip to main content

Review Buku The Silkworm - Ulat Sutra oleh Robert Galbraith.



 Judul: The Silkworm - Ulat Sutra
Penulis: Robert Galbraith
Alih bahasa: Siska Yuanita
Alih bahasa kutipan: M. Aan Mansyur
Cetakan: pertama, 2014
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Kembali kita bertemu dengan Cormoran Strike di London. Sang detektif menikmati publisitas keberhasilannya menguak pembunuhan seorang model tenar di "Dekut Burung Kukuk" atau yang dikenal dengan "The Cuckoo's Calling". Kali ini J.K.Rowling a.k.a. Robert Galbraith menghadirkan cerita pembunuhan berdasarkan karya sastra. Satu hal yang merangkum pengalaman membaca Ulat Sutra adalah memuaskan. Rasanya betul-betul puas bisa menamatkan seri kedua RG yang sebentar lagi bisa dinikmati serial tv.




Di buku kedua RG menghadirkan dunia sastra sebagai tema besarnya. Hiruk pikuk industri buku sangat mengasyikkan untuk dinikmati pembaca yang ingin mengenal dunia perbukuan. Sebagai pecinta buku bukankah ini dunia yang jarang dipikirkan untuk dimasukkan dalam cerita kriminal. Selain itu detail yang mengagumkan merupakan keunggulan buku ini membuat kita mampu meresapi setiap perjalanan CS dalam menangani kasus Ulat Sutra.

"Alangkah sulit mencampakkan cinta lama begitu saja:

Sakit, tapi harus dilakukan dengan cara apapun..." (439)

Premisnya seorang novelis eksentrik bernama Owen Quine yang haus publisitas tiba-tiba menghilang di tengah rencana menerbitkan novel terbarunya yang berjudul Ulat Sutra. Cormoran harus bertindak cepat untuk menyelidiki kasus yang dengan cepat masuk ranah kriminal demi menghindarkan adanya kesalahan penangkapan pelaku sesungguhnya oleh polisi. Siapakah seorang yang sinting, amat berbahaya tapi efisien menurut Cormoran? Bagaimana kisah investigasi detektif partikelir kali ini? Temukan jawabannya di Ulat Sutra. (sedikit saran bagi kamu yang ingin menerka perhatikan sarana & kesempatan, kata detektif jagoan kita)

RG berhasil menggiring persepsi pembaca hingga hampir akhir cerita. Dengan piawai Ulat Sutra menampilkan kehidupan Cormoran Strike yang membumi. Sebagai manusia yang punya keterbatasan plus sedikit drama kehidupan di dalamnya. Hal tersebut menyebabkan beberapa kali CS teralihkan pikirannya dalam proses investigasi. Perihal romansa di dalamnya dapat kita temukan dengan racikan yang pas. Melengkapi sajian berkualitas untuk para pembaca setia RG.

Ketika membaca Ulat Sutra di bagian tengah saya merasa kurang greget (ya saya akan mencoba lebih banyak novel detektif nanti) akibat minim aksi yang disajikan. Namun hal itu terbayar lunas ketika selesai menamatkan novel ini. Sekali lagi Silkworm mampu "menyihir" pembaca duduk manis menyelesaikan setiap halaman dengan penuh rasa penasaran.

Ulat Sutra direkomendasikan untuk pecinta cerita kriminal modern. Selamat membaca.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

Ulasan Buku: "Kisah Saya-My Story" oleh Steven Gerrard.

Mengesankan. Fantastis.


*Steven Gerrard sang bocah yang menjalani kehidupan impiannya bersama Liverpool.

* Bermain di liga Premier Inggris bukan persoalan mudah.
* Beban bermain untuk timnas Inggris terlalu berat. Selain itu Timnas selalu diisi oleh pemain bintang. Banyak ego di dalamnya.
Kabar menyenangkan saya dapatkan saat melihat kabar biografi Steven Gerrard akan dirilis bulan Februari 2017. Setelah setahun silam, biografi Andrea Pirlo juga diterbitkan oleh penerbit yang sama, KPG. Seakan sudah menjadi tradisi setiap tahun ada sebuah buku bertema sepakbola akan menyapa pembaca Indonesia. "Kisah Saya" merupakan rangkuman apa yang dirasakan sang kapten selama masa 27 tahun karir sepakbola miliknya, 17 tahun mengesankan diantaranya di tim utama klub yang sama, Liverpool.



Stevie G, layak dikenang sebagai salah seorang pemain terbaik di dunia. Mungkin tidak dalam mendekati level seperti "Messi" atau "Ronaldo-CR7". Namun eksplosivitas, kemampuan terbaik mengan…