Review Buku Jalan-Jalan Men! Mengejar Dinosaurus

Cerita Seru Bertualang di Yogyakarta


 

Judul buku: Jalan-Jalan Men! Mengejar Dinosaurus.
Penulis: Andra Fembriarto 
Penerbit: Noura Books.
Terbit: 2015. 
Tebal: 236 halaman.
ISBN: 978-602-1306-49-9


Keinginan orang Indonesia untuk menjelajah negerinya sendiri semakin memuncak kala muncul Webseries Jalan-Jalan Men!. Dimulai pada tahun 2012 kolaborasi antara Malesbanget.com dan Valadoo.com telah digandrungi semua kalangan usia. Dipandu oleh dua host super seru dan anak muda banget, Jebraw dan Naya. Berbekal dana terbatas plus semangat, episode awal JJM! Jogja menuai respon positif banyak orang. Kisah seru di balik pilot project tersebut dituangkan dalam JJM! Mengejar Dinosaurus.



Tak kenal maka tak sayang. Di awal pembaca dapat berkenalan lebih jauh dengan orang-orang di balik produksi tayangan JJM!. JJM! Yogyakarta diproduksi oleh kedua situs yang expert dalam pembuatan video & perencanaan perjalanan. Cita-Cita Prasejarah menceritakan awal lahirnya keabsurdan Jebraw. Tergila-gila dengan Dinousaurus. Dia juga memiliki kemampuan menggubah lagu baru secara spontan (hal.17). Tidak kalah dengan ekspresi-ekspresi Naya saat di lokasi. Chemistry yang berhasil ditampilkan kedua host saat syuting terjadi karena keduanya memiliki kesamaan tertentu. Salah satunya imajinasi keduanya yang dituangkan dalam dunia khayalan Naya, Tastustirukka. Sedangkan di balik layar, sang kreator Andra sendiri sejak SMA memiliki passion dalam membuat video pendek. "Rasa penasaran akan membawa kita ke petualangan-petualangan keren!" tegas Andra (hal 47).



Andra merasa yakin dengan prospek acara JJM! dengan visi mengajak masyarakat Indonesia untuk semakin cinta Indonesia. Perjalanan yang direkam apa adanya tanpa berlebihan mempromosikan sebuah tempat. Plus interaksi kedua pembaca acara yang asyik menjadi nilai lebih JJM!. Dibarengi dengan Jebraw sendiri adalah fans berat Naya. Sedangkan Naya bercita-cita untuk acara perjalanan sendiri. (dan bukan rahasia kalau kedua host sudah saling tertarik satu sama lain sejak awal penyusunan konsep JJM!).



Tanpa ekspektasi tinggi, dimulailah produksi di Yogya. Kisah-Kisah Hari Pertama memuat perjalanan seru mereka keliling Yogya untuk berburu Dinosaurus. Dimulai dengan perkenalan Jebraw dengan Gudeg. Belajar banyak hal baru adalah bonus saat berkunjung ke tempat baru. Satu hal yang harus diperhatikan ketika travelling adalah mengikuti tata krama yang diterapkan di lingkungan lokal. Ada self censorship pula supaya tayangan JJM! bisa lolos sensor ditonton semua kalangan usia. "Sebagai petualang di tempat baru. Kita ibarat tamu, enggak boleh dong seenaknya seperti di rumah sendiri" (hal 86).



Menikmati Gua Pindul, pemandangan menakjubkan kala sunrise di Candi Borobudur adalah sebagian besar highlight perjalanan JJM! Yogya. Dengan konsep interview, kita dapat mengeksplorasi kesan-kesan para kru saat proses syuting. Dibalut dengan kekocakan dan keseruan cerita, tidak heran buku ini begitu mengalir dan menimbulkan kesan Yogya yang ramah, bersahaja, dan nyaman bagi para pelancong. Pokoknya behind the scene keseruan mereka selama di Yogyakarta.



Di akhir, penulis menuliskan kriteria seorang petualang sejati. Hal-hal positif yang ditemui dalam diri Jebraw. Yaitu supel dan suka ngobrol dengan siapa saja, bersemangat, mudah tergugah dengan dunia dan pengalaman baru, dan suka belajar. Kehadirannya membuat JJM! lebih hidup dan berwarna.

Comments

  1. Blm kesampaian baca buku ini haha kayaknya bagus juga :D

    Watch movie HD

    ReplyDelete

Post a Comment