Skip to main content

Berbagi Kisah Merawat Kirana. Resensi Buku "Happy Little Soul" @retnohening (2017)




Asyikk. Kirana lagi ke Indonesia.



Mungkin berkunjung ke kampung halaman sekalian mudik orangtuanya, pikir saya.



Oh iya, saya sedang membicarakan anak perempuan mbak @retnohening, sosok kecil menggemaskan yang videonya di instagram sangat lucu. Aduhh meski nggak follow akun mbak Retno setiap kali melihat Kirana, saya pasti happy. Poninya itu loh duuh gemesin.



Setelah tahu ibuk menuliskan kisahnya mengurus Kirana, saya segera mencari dan membeli bukunya secara online.



Kesan membaca



Ternyata setelah menamatkan "Happy Little Soul", saya salut akan dedikasi dan keiklasan ibuk dalam membina sang buah hati. Syukurlah kita bisa mengetahui suka duka ibuk dalam mengurus Kirana yang pintar dan supeer cute. Pun menjaga Kirana tidak semudah yang kita bayangkan. Lewat potongan cuplikan video yang direkam orangtuanya, kita bisa gemas dengan tingkah pola si kecil Kirana. Tapi dibalik itu semua ada perjuangan tak kenal lelah dari ibuk dan ayah.


A post shared by retno hening palupi (@retnohening) on



Di buku warna-warni terbitan Gagas Media ini, Retno Hening Palupi berbagi kisah membesarkan sang putri. Dari awal kelahiran hingga tips keseharian berkegiatan dengan si sulung.



Ibuk bukan supermom, apalagi wonder woman ya, tapi dengan apa adanya ibuk selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk anaknya. Itu esensi yang coba saya tangkap dari "Happy Little Soul."



"Kirana terima kasih untuk semua cinta yang tak pernah ibuk bayangkan bisa ibuk terima. Hal. 187."



"Menjadi ibu adalah tentang belajar. Belajar dari anak kecil yang tidak mengenal dendam. Kesabarannya tak terbatas, tetap cinta dan mencari meskipun sudah dimarahi."



Sampai pada ulisan ini, nampaknya menjadi ibu adalah sebuah panggilan mulia. Terima kasih ibuku. Hehehe.



Buku "Happy Little Soul" mungkin tidak terkesan rumit dengan teori parenting kekinian, namun isinya yang dari hati ini memberikan inspirasi tak terbilang bagi para pembaca. Buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca calon ibu, calon bapak juga boleh, dan semua orang yang menyenangi Kirana.



Terima kasih atas sharing dan curahan hatinya ibuk, semoga selalu diberi keberkahan dari yang Maha Kuasa.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

"Aku, Meps, dan Beps oleh Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo."

"Sketsa-sketsa masa kecil yang memikat"



Sejak pertama kali duo POST Santa (toko buku independen di Pasar Santa, Jakarta), Teddy dan Maesy memberi teaser proyek buku pertama mereka. Saya langsung penasaran. Kira-kira karya seperti apa yang mereka terbitkan. Membayangkannya saja sudah sangat seru. Ini akan dilihat sebagai sebuah sejarah. Katakanlah begitu. Keluaran perdana penerbit akan menjadi sebuah memori bagi para pembaca. Sudah tentu. Sebuah pencapaian yang boleh dibilang fenomenal, kan. Di derasnya arus penerbitan mainstream, Teddy cs berupaya mendirikan penerbitan independen yang dinamai POST Press.