Skip to main content

Cerita Birthday Fundraising Pertama: Donasi Perpus SMA.



Di bulan ini saya akan berulangtahun, dan saya pikir ada baiknya berbuat sesuatu yang beda.

Ada 1 penggalangan dana yang saya buat di Kitabisa.com.

Semula saya pikir, ide ini apa iya, saya bisa. Namun malam itu keinginan tersebut makin besar setelah baca sosok Timmy, pendiri kitabisa.com di buku “Disruption” karya terbaru Prof Rhenald Kasali. Nothing to lose. Saya segera membuat laman kampanye dan menulis cerita di balik birthday fundraising ini. Ini bukan tentang saya. Ini adalah kesempatan ambil bagian dalam pembangunan pendidikan lokal.

Di dekat rumah. Ada SMA dengan perpus yang sudah establish namun koleksinya masih jauh dari optimal. SMA Kristen YPKPM Ambon namanya. Sekolahnya bisa teman-teman lihat di sini: http://www.smakrisambon.sch.id

Selasa (2/5/17), Pak Jokowi memberikan kabar baik bagi pegiat literasi di daerah. Memang selain harga buku yang naik terus, biaya logistik adalah salah satu alasan tidak banyak orang bisa mengakses buku bermutu. Biaya ongkos kirim akan digratiskan untuk pengiriman ke pelosok. Beliau sadar bahwa butuh regulasi-regulasi yang merangsang minat baca masyarakat.


Tak terkecuali di Ambon, praktis hanya dua toko buku yang menyuplai asupan bacaan bagi masyarakat. Perpus yang dikelola SMA YPKPM pun mulai memantapkan layanan sirkulasi lewat sistem yang lebih baik.

Ada perpus yang ok. Apa yang kita bisa bantu buat meningkatkan minat baca pelajar di sekolah ini? Nggak muluk-muluk, kawan. Tapi ada langkah sederhana.

Membangun minat baca dengan sedikit demi sedikit memberi akses buku kepada mereka. Buku fiksi atau nonfiksi nggak masalah.

Trus. Apa yang bisa kita bantu? 

Pertama, dengan patungan bersama di platform kitabisa, pihak perpus bisa membeli koleksi buku yang jauh lebih beragam. Plus kelengkapan perpus lainnya seperti materi multimedia dan penunjang belajar.

Kedua, bantu share di jejaring sosial dan ajak teman kamu yang lain dukung kampanye ini. Dua hal ini akan sangat berarti.

Menutup tulisan ini, saya akan mengajak Anda untuk melihat sejenak kampanye tersebut di sini: Ayo Ikut Bersyukur di Ultah ke 26 Steven!

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

"Aku, Meps, dan Beps oleh Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo."

"Sketsa-sketsa masa kecil yang memikat"



Sejak pertama kali duo POST Santa (toko buku independen di Pasar Santa, Jakarta), Teddy dan Maesy memberi teaser proyek buku pertama mereka. Saya langsung penasaran. Kira-kira karya seperti apa yang mereka terbitkan. Membayangkannya saja sudah sangat seru. Ini akan dilihat sebagai sebuah sejarah. Katakanlah begitu. Keluaran perdana penerbit akan menjadi sebuah memori bagi para pembaca. Sudah tentu. Sebuah pencapaian yang boleh dibilang fenomenal, kan. Di derasnya arus penerbitan mainstream, Teddy cs berupaya mendirikan penerbitan independen yang dinamai POST Press.