Skip to main content

Corat-Coret di Toilet

Kumcer yang wajib Anda baca



Judul: Corat-Coret di Toilet
Penulis: Eka Kurniawan
Terbit April 2014
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Membaca 12 cerita pendek yang ditulis Eka Kurniawan di Corat-Coret di Toilet sungguh memuaskan. Ya ini adalah karya ketiga dari EK yang saya baca dalam selang waktu kurang dari 3 bulan. Setelah perjalanan Ajo Kawir, CIL, dan sekarang CCdT membuktikan bagi saya penulis yang satu ini layak diacungi jempol. 

Saya membaca buku ini di sabak digital ketika PLN kota Ambon melakukan pemadaman bergilir. Di CCdT dengan jelas lewat karya-karyanya EK mampu merekam jamannya dengan baik. Kita mulai dengan cerita "Peter Pan" yang sangat keras menentang pemerintah saat itu. Selain itu ada juga corat-coret di toilet. Tentang toilet yang banyak dibahas di buku ini. Saya menduga banyak draft cerpen ini yang dihasilkan di dalam wese.

Ijinkan saya sedikit berbagi disini, CCdT saya baca berselingan dengan tulisan EK di blog lamanya. Soal penulisan sudah saya babat habis dan telan matang-matang. Yap, saya sudah kepalang tanggung ingin melihat apa isi kepala sang penulis yang katanya bila membaca karyanya kita akan membaca karya-karya penulis dunia. Disini saya jujur mendapat inspirasi buat membuat cerpen dan bla bla. (Hal ini akan ditulis di blog pribadi, demi kenyamanan pembaca). Yang jelas setelah membaca isi blog penulis, saya dapat melihat penulisan cerpen yang dihasilkan telah melalui proses yang tidak bisa dibilang mudah. Sehingga karya yang dipegang pembaca disini adalah milestone pertama penulis yang dilempar ke pasaran, kita dapat melihat proses kreatif menulis cerpen oleh seorang penulis berbakat. 

Poin yang ingin saya sampaikan adalah jika kamu seseorang yang punya passion menulis, entah penulis pemula atau penulis yang masih mencari cara buat melejit di industri perbukuan buku Corat-Coret di Toilet adalah salah satu media kamu dapat belajar soal cerpen. Baik dari pembuatan kalimat pertama, plot, penceritaan, dsb. Ketika membaca pun saya ingin seperti hal yang diatas selain mendapat bahan bacaan yang ok di saat senggang. Kumcer ini menurut saya pas ada seriusnya dan ada ngocolnya. Ada soal pemerintahan, romansa, cukup lengkap pokoknya.

Semua ceritanya bagus dan ada satu cerita yang paling berkesan. Sayangnya itu adalah cerita penghabisan di buku ini. Bagaimana lagi namanya juga sebuah buku yang akan selesai setelah beberapa ratus halaman. Kandang Babi judulnya, selama membaca cerpen ini penulis berhasil membuat saya mesam-mesem sendiri. Geli membayangkan yang dialami Edi Idiot. Itulah keberhasilan penulis dalam memotret pengalaman hidupnya. Saya yakin alumni bulaksumur akan tersenyum simpul membaca cerita ini. Apakah Pak Jokowi juga ya?

Comments

  1. wah ternyata kita membaca buku yang sama dalam waktu yang tidak jauh steve.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ubur-Ubur Lembur oleh Raditya Dika

Ubur-ubur Lembur by Raditya Dika
My rating: 3 of 5 stars

O0m Dika, eh salah, bang Dika memang terbukti pencerita top.

Ngalir aja. Serasa baca kumpulan cerpen gitu. Tapi bedanya ini pengalaman batin bang Dika sendiri yang diceritain. Teknik berceritanya keren.

Isinya seru. Kontemplatif. Suka sama apa yang dibilang Radit, hiduplah dari apa yang elo senengin. Kira-kira gitu bahasa bebasnya.

selain itu. Jadi penasaran gue kan, sama Radikus makan kakus. yang dimention di bab terakhir gitu. Eh bener ga sih?

Rekomendasi nggak?

Iya, kalau pengen baca tulisan terbaru Radit, elo harus beli bukunya.
Kalau fans Radit garis keras, apalagi. Wajib hukumnya.

Tapi kalau dibilang, bagusan mana, saya akan bilang Koala Kumal ya.

salutlah sama effortnya Raditya dika. Ia bilang nyicil tulisannya di sela-sela jobnya yang udah seabrek cuy, dan bener-bener kelihatan ini kayak perjalanan karirnya dia yang pengen dibagi ke khalayak pembaca.

View all my reviews

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…