Skip to main content

Cantik Itu Luka oleh Eka Kurniawan

Salah satu bacaan wajib di bulan sastra


Judul buku: Cantik Itu Luka
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia
Tahun cetak: 2004. (Cetak Ulang Cover Baru Januari 2015)



Selepas membaca buku ini, dari skala 1-5 bintang saya memberikan 4 bintang. Saya salut dengan alumni Filsafat UGM ini. Mas Eka membuat karya yang begitu hidup, konfliknya begitu "panas", narasi yang ada membangun sebuah teater imajinasi di benak pembaca. Satu pertanyaan yang muncul sejak membaca 2-3 bab awal, "gila, dari mana mas Eka punya ide atau inspirasi menulis kisah ini?"

Kisah ini begitu kelam, gelap dengan bumbu sejarah dan percintaan yang pas. Buku ini termasuk page turner, kita penasaran akan apa yang akan diceritakan di bab selanjutnya. Hal ini membuktikan Eka rapi dalam mendesain setiap bab di buku ini. Tidak ada satupun cerita yang berdiri sendiri dan tidak penting. Drama kehidupan yang tersaji di buku ini membuktikan penulis lokal bisa menghasilkan karya luar biasa. Saingannya dari segi cerita dan penokohan yang begitu abu-abu hanya a Game of Throne (Yang saya beri 5 bintang).

Satu hal yang patut disoroti adalah obsesi penulis untuk adanya Taman Bacaan di masyarakat. Di halaman 386, diceritakan buku-buku yang luput dari penghancuran akhirnya dipakai untuk sebuah taman bacaan. Anak-anak kecil menjadi pendatang tetap di tempat itu. Disini terlihat sangat jelas pendapat penulis tentang pentingnya sebuah taman bacaan masyarakat. Sedikit menyinggung bulan Oktober yang dipilih sebagai bulan sastra. Harian Kompas jumat tanggal 10 Oktober 2014 menurunkan berita tentang urgensi RUU perbukuan. Hal ini didasari belum adanya gambaran jelas kebutuhan pembaca Indonesia. Diharapkan oleh adanya UU ini masyarakat dapat lebih dipuaskan oleh buku-buku yang diterbitkan penerbit buku Indonesia.

Di akhir membaca buku ini, saya mengurangi 1 bintang. Klimaks cerita yang bagi saya kurang memuaskan, dan seakan dipaksakan. Karya besar Eka Kurniawan ini patut diapresiasi dan layak disandingkan dengan karya novelis internasional. Jika ditanyakan apakah akan membaca buku mas Eka yang lain? jawaban saya adalah wajib. Ada 2 judul yang sudah diterbitkan ulang yaitu Corat-coret di Toilet dan Lelaki Harimau. Untuk Lelaki Harimau tahun depan akan dirilis dalam bahasa Inggris. Jangan sampai kita sendiri di tanah air terlambat dengan pembaca luar nanti.

Update 1 November 2015. Publisher Weekly, salah satu situs penerbitan terkemuka dunia menunjuk Beauty is a Wound sebagai 10 karya terbaik 2015. 

NB: Buku ini akhirnya dapat dibaca setelah meminjam dari Perpustakaan Nasional Maluku.

Comments

Popular posts from this blog

Ubur-Ubur Lembur oleh Raditya Dika

Ubur-ubur Lembur by Raditya Dika
My rating: 3 of 5 stars

O0m Dika, eh salah, bang Dika memang terbukti pencerita top.

Ngalir aja. Serasa baca kumpulan cerpen gitu. Tapi bedanya ini pengalaman batin bang Dika sendiri yang diceritain. Teknik berceritanya keren.

Isinya seru. Kontemplatif. Suka sama apa yang dibilang Radit, hiduplah dari apa yang elo senengin. Kira-kira gitu bahasa bebasnya.

selain itu. Jadi penasaran gue kan, sama Radikus makan kakus. yang dimention di bab terakhir gitu. Eh bener ga sih?

Rekomendasi nggak?

Iya, kalau pengen baca tulisan terbaru Radit, elo harus beli bukunya.
Kalau fans Radit garis keras, apalagi. Wajib hukumnya.

Tapi kalau dibilang, bagusan mana, saya akan bilang Koala Kumal ya.

salutlah sama effortnya Raditya dika. Ia bilang nyicil tulisannya di sela-sela jobnya yang udah seabrek cuy, dan bener-bener kelihatan ini kayak perjalanan karirnya dia yang pengen dibagi ke khalayak pembaca.

View all my reviews

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…