Skip to main content

Buku Di Awal 2016

Hi semua, semoga kamu dalam keadaan sehat. Tidak terasa kita sudah memasuki bulan kedua di tahun 2016. Welcome February :)



Nah sedikit berbagi disini, di awal tahun saya (sempat) berharap untuk puasa belanja buku. Harapannya bisa meminimalkan pengeluaran. Namun, hal itu belum bisa kenyataan karena banyak buku-buku bagus yang keluar. #alasan.


Apa saja buku-buku yang saya beli di bulan ini?

Pembelian pertama saya di 2016 adalah seri The Journeys Gagas Media. Mengapa saya ingin membeli buku ini? Sejujurnya saya terpancing dengan tulisan duo The Dusty Sneakers soal buku perjalanan. Nah, saya penasaran sekali dengan tulisan Farid Gaban. Ya betul, dari buku kedua dan ketiga itu saya baru sempat membaca perjalanan beliau ke Digoel dan tempat-tempat indah bawah laut Indonesia.



Setelah itu, ada beberapa buku yang saya pesan di Post Santa. Ada buku-buku nonfiksi karangan Orhan Pamuk. Di salah satu bukunya, saya merasa seperti sedang ikut lecture Pamuk kala melahap bab demi bab The Naive and the Sentimental Novelist. Ada juga buku Eric Weiner, The Geography of Genius. Mencoba membaca "Beginners" karya Raymond Carver. Membacanya membuat saya sulit lepas dari ceritanya selama beberapa saat. Oya, ini kali pertama saya hunting buku di Post Santa. Senang rasanya bisa mencoba beli buku disana.


Terakhir, di bulan ini buku-buku yang masuk resolusi 2016 saya sudah terbeli. Saya siap menjelajah waktu lewat cerita Elif Shafak, mewarnai jaket buku Yoris Sebastian, dan melihat perjalanan hidup Elon Musk.



Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Memimpin" oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Rasanya menyenangkan dapat (mencoba) memahami resep memimpin yang diutarakan Sir Alex Ferguson. Bahasan tentang dunia manager klub Liga Inggris sangat menggoda. Bacaan ini sudah masuk dalam radar saya untuk dibeli sekitar beberapa tahun silam, waktu keluar dalam rilisan punggung keras. Namun keinginan tersebut seringkali tumpul karena harganya yang kelewat mahal, dan meski sudah ada rilis softcover, buku-buku lain seperti The Upstarts, Thank You For Being Late, Shoe Dog, dan The Elements of Journalism sudah memberatkan belanja saya.

Enter The Magical Realm - Superhero Fantasy

Ulasan Superhero Fantasy plus 1st Giveaway H23BCSelamat datang di rangkaian Around The Genres in 30 Days Blogger Buku Indonesia (BBI). Silakan nikmati semua post yang akan ditampilkan di Blog Buku Haremi. Aku sangat excited! Ini adalah kesempatan pertamaku meramaikan event HUT ke 4 BBI. Semoga kalian bisa terhibur dan semakin suka dengan review buku komunitas BBI.




Di post kali ini H23BC kebagian mengulas tentang subgenre fantasi, sudah bisa ditebak kan? Yap, Superhero Fantasy (SF). Siapa sih yang sekarang enggak ngikutin serial TV Arrow atau The Flash. Atau yang paling ditunggu-tunggu tahun ini film besutan terbaru Marvel Avengers: Age of Ultron. Kira-kira udah bisa ngebayangin seperti apa SF. Genre ini memang sangat populer dan punya basis penggemar yang kuat. Identitas rahasia dan misi utamanya untuk mengalakan kejahatan adalah karakteristik utama dari subgenre ini.



Apakah di cerita tersebut bisa kamu temukan ada seseorang dengan kemampuan super spesial, standar moral yang tinggi, du…

"Aku, Meps, dan Beps oleh Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo."

"Sketsa-sketsa masa kecil yang memikat"



Sejak pertama kali duo POST Santa (toko buku independen di Pasar Santa, Jakarta), Teddy dan Maesy memberi teaser proyek buku pertama mereka. Saya langsung penasaran. Kira-kira karya seperti apa yang mereka terbitkan. Membayangkannya saja sudah sangat seru. Ini akan dilihat sebagai sebuah sejarah. Katakanlah begitu. Keluaran perdana penerbit akan menjadi sebuah memori bagi para pembaca. Sudah tentu. Sebuah pencapaian yang boleh dibilang fenomenal, kan. Di derasnya arus penerbitan mainstream, Teddy cs berupaya mendirikan penerbitan independen yang dinamai POST Press.