Monday, 14 April 2014

Review Buku Pulang Leila S. Chudori


Salah satu karya terbaik fiksi sejarah Indonesia




Judul Buku: Pulang
Penulis: Leila S. Chudori
Halaman: 461
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)




Hal pertama yang mendorong saya untuk membeli dan membaca buku ini adalah karya Leila S. Chudori ini memenangi penghargaan literatur bergengsi Indonesia, Khatulistiwa tahun 2013. Namun buku ini mencuri perhatian saya lewat artikel-artikel di media. Salah satunya rubrik People di harian The Jakarta Post yang menampilkan sosok sang penulis. Sebagai insan penikmat sastra Indonesia, terbersit saya harus membaca karya tersebut. Bagi saya ini adalah bacaan yang harus dinikmati dan diapresiasi. Sungguh, Pulang adalah ulasan sejarah yang dinarasikan dengan elegan, memukau.

Di novel pulang, penulis ingin mengungkapkan bagaimana tidak nyamannya menjadi seseorang yang dicap sebagai "musuh negara". Hal ini merupakan sejarah kelam yang dirajah pada perjalanan bangsa Indonesia. Membaca buku ini merupakan sebuah kenikmatan tersendiri. Dengan cepat kita melahap halaman demi halaman, ibarat kita membaca majalah Tempo yang dinarasikan. Salut untuk penulis yang mampu meramu kisah yang tidak biasa ini dengan bumbu romansa yang pas. racikan tersebut membuat kisah dalam buku ini menjadi lebih hidup dan berwarna tanpa mengurangi esensi yang ingin disampaikan.

Pulang dibuka dengan sosok bernama Harnanto Prawiro. Dia hanya sosok manusia biasa dengan hasrat dan ideologi di benaknya, Di Jalan Sabang akhirnya datang penjemputan dan seakan kiamat bagi orang yang paling dicari-cari pasca 30 September 1965. Dirinya dibekuk dan dijadikan tahanan politik (tapol). Beranjak dari babak awal ini di bagian pertama kehidupan seorang pria bernama Dimas Suryo diceritakan dengan baik. Bagian kedua adalah potongan kehidupan seorang gadis cantik jelita blasteran indo-eropa bernama Lintang Utara. Bagian penutup menceritakan Segara Alam, aktivis mahasiswa yang berada di jantung reformasi Indonesia.

Dari sosok Dimas Suryo kita diajak berkelana mengikuti perjalanan hidup yang tidak mudah dari seorang korban malapraktek politik. Kegetiran akibat apa yang dialami Indonesia di tanggal 30 September 1965. Seolah jalan takdirnya, Dimas dapat lolos dari angkara murka pembasmian anggota partai berideologi komunis. Disini kita dapat merasakan bagaimana rasanya lepas jauh dari negara yang kita cintai, kampung halaman yang debu dan udaranya melekat kuat di relung hati terdalam. Bagimana jatuh bangunnya bertahan hidup di negeri orang bersama-sama orang terdekat yang kebetulan bernasib serupa. Di bagian pertama ini cerita yang disajikan penulis sungguh menyentuh. Penulis juga membawa penggalan sejarah Paris 1968 untuk dikecap pembaca. Sebuah momen pertemuan Dimas dengan pujaan hatinya di kota cahaya. Akhirnya untuk bekal bertahan hidup di negeri orang sekelompok eksil ini membuat usaha makanan. Perjuangan mendirikan sebuah restoran tanah air, menjadi duta bangsa lewat bidang kuliner. Bukankah ini hal yang membanggakan. Sejak bertahun-tahun lalu masakan luar biasa milik kita sudah dikenalkan lewat resto tersebut.

Cerita romansa Dimas menghadirkan Lintang utara, pada bagian ini kita diajak menyelami kehidupan seseorang yang memiliki akar Indonesia namun lahir besar di negeri orang. Di dasar hatinya ada tempat kosong yang hanya mampu diisi oleh I.N.D.O.N.E.S.I.A. Tugas akhir untuk membuat sebuah film dokumenter berisi sejarah kelam para keluarga korban 1965 membuat dirinya harus berangkat pulang ke negeri sang ayah. Disini kelak dia akan bertemu dengan seseorang yang memukau hatinya, para narasumber berharga, dan tokoh-tokoh dalam proses reformasi Indonesia. Di bagian pamungkas, kita melihat dan merasakan kehidupan dari sisi anak tapol. Mereka sejak kecil bertumbuh dalam trauma yang mengerikan. Dikucilkan merupakan makanan sehari-hari, garis takdir yang tidak dapat ditolak. semua hal pahit merupakan tempaan untuk hidup sebagai keluarga tapol. Disini kita dibawa menjadi saksi peristiwa sejarah kerusuhan Mei 1998 di Jakarta.

Membaca cerita ini membuka tabir dalam pemahaman saya, sebagai generasi muda kita tetap harus memandang ke belakang, berempati untuk setiap penderitaan yang dialami oleh keluarga yang semena-mena dicap sebagai tahanan politik. Di salah satu bagian, penulis hendak menyindir kami generasi muda bangsa dengan mudah melupakan dan tidak sedikit pun berniat menyelidiki apalagi mempelajari sejarah bangsa. Lewat buku ini saya amat yakin, para generasi YZ yang akrab dengan internet mulai gelisah dan timbul rasa penasaran akan sejarah itu mulai muncul dari dalam hati. Saya teringat perkataan salah satu presiden RI yang berkata kita jangan melupakan akar sejarah bangsa kita. Saya kemudian berpikir sejenak, topik yang diangkat di buku ini adalah salah satu akar sejarah yang dimaksud.

Pulang layak untuk dibaca oleh semua kalangan, baik pelajar hingga para pemimpin bangsa. Dari orang biasa hingga terkemuka di Indonesia. Penulis layak diapresiasi karena membawa sejarah Indonesia ke pentas yang lebih tinggi untuk dinikmati khalayak ramai. Buku ini menjadi duta kebudayaan Indonesia di Frankfurt Book Fair tahun 2015, lewat Pulang dunia luar bisa melihat sejarah kelam bangsa kita dengan cara pandang berbeda.

Saturday, 5 April 2014

Review Buku Alex Ferguson, Autobiografi Saya

Refleksi kehidupan manager terbaik di ranah Inggris







Judul Buku: Alex Ferguson, Autobiografi Saya

Penulis: Sir Alex Ferguson.
Alih Bahasa: Zia Anshor
Cetakan pertama Gramedia Pustaka Utama


Sir Alex 26 Years Made Possible

Buku ini sungguh luar biasa, mengapa? GPU berhasil menangkap momentum dengan menerbitkan edisi terjemahan buku ini. Sekedar informasi buku asli berbanderol 450 ribu. Selain itu penerbit sekali lagi menghadirkan buku yang berkualitas bagi pembaca Indonesia. Buku ini memperkaya buku olahraga yang jarang beredar. Buku Alex Ferguson, Autobiografi Saya merupakan refleksi kehidupan manager terbaik di ranah Inggris.

Membaca buku ini seperti menonton dan merasakan secara langsung perjalanan hidup sang manager. Buku hardcover ini dibuka dengan gambar apresiasi fan MU atas kebersamaan Sir Alex Ferguson selama 26 tahun di klub tersebut. Seperti menjelajahi perjalanan waktu, di lembaran awal terdapat foto SAF pada awal masa manajerial, dan di lembaran akhir foto SAF dengan medali kemenangan liga Inggris. Semua topik disini sangat berkesan dan memberikan informasi berharga baik bagi fan MU maupun pecinta sepakbola alias gibol.
Alex Ferguson Stand

Pada Bab-bab awal kita dapat merasakan bagaimana emosional sang manajer untuk mengambil keputusan mundur dari dunia manager. Mei 2013 menjadi titik akhir dari pengabdian peraih 20 gelar juara liga Inggris, 2 juara liga Champion, 4 Piala Inggris, 1 Piala Interkontinental, 1 Piala Dunia Klub FIFA, 1 Piala Super Eropa, 10 juara Community Shield. Di bab Refleksi disini penulis menceritakan detik-detik pergantian manager MU dan mengomentari partai terakhir tepatnya ke 1500. West Brom 5 MU 5. "Terima kasih, anak-anak. Kalian benar-benar memberikan pesta perpisahan yang hebat sekali!" Kepergian kakak iparnya memberikan pengaruh yang kuat, dan SAF pun merasa inilah waktu yang tepat untuk berhenti. Kematian kakak perempuan istri saya telah membuat perubahan yang dramatis. Dan, saya ingin pensiun sebagai pemenang. Jadi saya berhenti ketika sedang meraih kemenangan." (hal 13). Di akhir bab ini penulis mengomentari tidak banyak klub yang menyajikan kualitas, atmosfer pertandingan layaknya MU. "Jika kami ketinggalan 1-0 dan waktu tersisa 20 menit lagi, pulanglah atau ada risiko anda harus ditandu keluar stadion. Anda bisa masuk RS!" (hal 18.)

Di bab Akar Glasgow SAF menceritakan latar belakang kehidupannya sebagai pemuda yang mengurusi pub keluarga. Mengenal kepribadian banyak orang sedari muda kelak menjadi salah satu modal penting dalam mengurusi klub sepakbola. Optimisme khas klan Ferguson yang berbunyi "Dulcius ex asperis" atau "Lebih manis sesudah berbagai kesukaran." membantu perjalanan karirnya mulai dari 4 bulan di East Stirlingshire tahun 1974 sampai di Manchester United tahun 2013. "Tindakan mengendalikan perubahan besar selama bertahun-tahun telah ditopang oleh kepercayaan bahwa kami akan menang melawan penantang mana pun." (hal 19.)

Generasi 92
Bab Batal Pensiun disini menjelaskan alasan dibalik MU besutan AF seringkali menampilkan kehebatan menang di menik akhir, timnya mampu unggul setelah ketinggalan lewat gol lawan. Inilah resepnya dari karakter pantang menyerah, determinasi tinggi sepanjang pertandingan untuk meraih sebuah kemenangan. "Jika Anda ingin rangkuman dari saya mengenai bagaimana rasanya menjadi manajer MU, maka saya akan tunjukkan 15 menit terakhir dalam setiap pertandingan United. Kadang sesuatu yang luar biasa terjadi, seolah-olah bola tersedot ke jaring lawan. Sering kali pemain seperti tahu bola bakal menuju ke sana. Mereka tahu bahwa mereka akan mencetak gol. Memang itu tidak selalu terjadi, tetapi seluruh tim tidak pernah berhenti percaya bahwa itu bisa terjadi. Karakter yang bagus. Saya selalu mengambil risiko. Rencana saya: jangan panik sampai 15 menit terakhir, bersabar sampai seperempat jam terakhir, lalu menggila." (hal 52).

Kemenangan Eropa
Pemain-pemain binaan AF seperti David Beckham, Rio Ferdinand, Ruud Van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo, Roy Keane, Wayne Rooney mendapat 1 bab tersendiri untuk diulas SAF. Semuanya memiliki kesan mendalam bagi sang pelatih, tidak ketinggalan melengkapi hampir semua pemain yang telah bergabung di klub diberi komentar oleh The Gaffer. Becks disorot karena mengejar popularitas yang cenderung tidak disukai sang bos, CR7 merupakan talenta terbaik yang pernah dibina, Rio mendapat dukungan setelah sangsi akibat menghindari pemeriksaan urin rutin. Di buku ini tidak tanggung-tanggung penulis memberi kesan pada pemain-pemain yang direkrut. Ada yang dipuji dan juga ada yang dikritisi, sebagai seorang manager tidak selamanya dapat melakukan pembelian atau transfer dengan tingkat keberhasilan tinggi. Bab Masa Sulit mengupas tuntas hal tersebut. Mengingat saat ini keputusan bisa saja harus diambil begitu cepat. Tidak ada yang dapat memperkirakan bahwa pemeriksaan latar belakang pemain masih belum akurat 100% pas untuk dapat bermain dengan cara khas MU. Para penyerang di klub selalu jadi menjadi perhatian SAF "Masalah saya adalah, karena saya sendiri dulu penyerang tengah, saya jadi selalu lebih keras kepada para striker dibanding pemain lain." (hal 333).
CR7 in action
Respek tinggi ditaruh kepada manager lawan dengan kegiatan minum bersama di kantor selepas pertandingan. Tidak ada perseteruan yang berlanjut ketika peluit akhir sudah dibunyikan. Manager dan staf tim lawan biasanya mampir untuk minum dan mengobrol. Disini terlihat bahwa ada sebuah relasi dan persahabatan sesama orang yang berkecimpung di dunia sepakbola. Mourinho dan Wenger jelas mendapat tempat di benak penulis. Klub Liverpool juga menjadi klub paling disegani oleh si bos. " Rival terbesar MU adalah Liverpool -- dalam sejarah, industri, dan sepakbola. Pertandingan MU dan Liverpool selalu intens secara emosional." (hal 296)

Tidak boleh dilupakan pemain muda angkatan 92 yang menjadi tulang punggung tim MU. Semua pemain memiliki loyalitas dan sudah dianggap keluarga sendiri oleh SAF. Melihat generasi emas ini tumbuh merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Barcelona diakui menjadi tim terbaik yang harus dilawan oleh skuad MU. Murni keputusan SAF untuk melawan klub asal catalan dengan bermain positif, tidak lewat menumpuk pemain di kotak penalti alias parkir bus. Kemenangan City lewat investasi besar-besaran mendapat perhatian pula, namun menurut SAF City tidak memiliki kapasitas untuk mempertahankan gelarnya. Dibutuhkan kerja keras untuk dapat mempertahankan gelar juara. 

Soal media, SAF memang bukan sosok yang disukai oleh para pemburu berita. "Prioritas pertama adalah jangan pernah mengungkapkan kelemahan tim... Menang dalam pertandingan itu lebih penting, bukan terlihat pintar dalam konferensi pers. Jangan mempermalukan diri sendiri dengan memberi jawaban buruk." (hal 282).

Wasit yang bugar, mampu berlari cepat adalah keinginan sang manager. Begitupun dengan pemain, konsentrasi dan fokus penuh. Hal yang unik, disini SAF menganjurkan pemainnya untuk berkenalan dengan olahraga catur. "Apa yang membuat perbedaan di depan gawang lawan? Keputusan. Kami selalu menekankan ini kepada pemain. Andai saya mulai dari awal lagi, saya bakal memaksa semua pemain belajar main catur agar bisa lebih berkonsentrasi. Ketika pertama kali belajar main catur, bisa jadi setiap pertandingan baru selesai dalam tiga atau empat jam. Tetapi, kalau sudah menguasai catur, puncaknya adalah bermain catur hanya dalam 30 detik. Keputusan secepat kilat dalam tekanan. Sepak bola pun seperti itu." (hal 293)

Jelas buku ini lewat tulisan yang dilengkapi foto-foto yang menarik merupakan buku yang layak dibaca serta menjadi koleksi buat para pecinta klub Manchester United dan pecinta sepakbola.

P.S. : Terima kasih sudah mampir dan membaca di h23bc.com. Yuk dukung karyaku dengan bantu share di media sosial kamu, tinggalkan komentar, dan follow @h23bc. Dukungan kamu akan sangat berarti.


Tuesday, 1 April 2014

Rekomendasi Novel Misteri Terbaik Sejagad Pembunuhan Atas Roger Ackroyd Agatha Christie.

Cerita kriminal yang luar biasa

 

The Murder of Roger Akroyd is just amazing. The book isn’t your usual fast-paced thriller, so it gives you time to try to guess who the culprit(s) is/are. And then you’ll be staring at the last page with your mouth wide open.
—Sophie Cunix.
Sampul lama GPU


Agatha Christie seorang novelis yang eksis dari tahun 1920an memiliki basis penggemar yang luar biasa di Indonesia. Bisa dilihat novel-novel karangan si Ratu kriminal  turut menjadi karya fenomenal bagi penerbit Gramedia. (Berkali-kali cetak ulang agar bisa dinikmati pembaca baru tentunya). Saya rasa karya beliau masih banyak diperbincangkan hingga saat ini. Bahkan menyambut perayaan 100 tahun Agatha Christie. Di tahun 2016 Sophie Hannah sang penerus Poirot merilis novel Poirot terbaru yang bertajuk "Closed Casket". Judul ini telah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama. 

Sedikit mengingat ke belakang. Perkenalan saya dengan karya Agatha Christie adalah ketika masih duduk di kelas 6 SD. Belum tertarik membaca novel tebal. Saat itu sepupu saya yang sedang sekolah di Malang senang sekali membaca dan mengoleksi novel ini. Astaga koleksinya setumpuk. Bukan. Seingat saya 2-3 karton penuh. Saya sampai terkagum-kagum melihat koleksi mereka.

Pembunuhan Atas Roger Ackroyd adalah buku AC pertama yang saya baca, sebabnya tak lain tak bukan setelah membaca artikel yang menyebutkan "Asosiasi Penulis Kriminal" sedunia memberi penghargaan utamanya atas cerita ini. Sungguh beruntung saya berhasil memendapat novel ini dan langsung membacanya. Tahun lalu (2014) saya mendapat info bahwa perusahaan keluarga penulis akan melanjutkan novel legendaris ini. Tentunya akan mendapat sambutan beragam dari para penggemar AC di seantero dunia. Sang penulis membuktikan lewat buku ini, dia berhasil menelurkan cerita kriminal yang luar biasa. Karya yang kelak menginspirasi banyak cerita detektif. cerita bergenre thriller.

Rasa penasaran saya akan bagaimana novel yang tergabung dalam "37 Books With Plot Twists That Will Blow Your Mind" versi Buzzfeed ini membuat ekspektasi saya sudah sangat tinggi sejak membaca 1/3 bagian di buku ini. Hingga menghabiskan halaman terakhir, ada kepuasan tertentu yang sulit diungkapkan dengan kata-kata (hypno writing kata orang atas kemampuan sang penulis menggaet para pembaca setianya).

Premis ceritanya sungguh menarik, seorang konglomerat kaya kesohor di sebuah desa bernama King Abbot tiba-tiba meninggal di kamar kerjanya. Di malam naas itu bukan sebuah kebetulan semua orang yang memiliki hubungan kerja & keluarga berada di desa tersebut. Motif materi nampaknya menjadi alasan paling masuk akal dibalik tragedi pembunuhan ini. Drama di dalam keluarga terhormat yang dibumbui hubungan gelap menjadi bumbu penyedap kisah tragis ini. Ketika semua bukti dan kenyataan yang terjadi nampak jelas mengarah kepada seseorang. Akankah keadilan dapat ditegakkan? Apakah kebenaran dari muslihat ini dapat ditemukan? 

Tanpa bermaksud untuk mengungkapkan pembahasan lebih lanjut (yang dapat mengarah kepada spoiler), Sosok ibu yang mengaku sangat senang merangkai bunga dan memasak ini lewat tokoh detektif partikelir Hercule Poirot berhasil membawa pembaca hanyut dalam cerita ini. Diceritakan HP sudah ingin pensiun dari pekerjaannya memilih tinggal di sebuah desa yang terpencil. Sang detektif sudah sangat matang, lebih tenang dalam menyelesaikan kasus ini. Dia telah mendapat reputasi serta disegani oleh orang-orang disekitarnya. Dirinya senang sekali membanggakan sel kecil berwarna kelabu (tentu saja sudah sangat sering dipakai untuk berpikir, menganalisa kasus-kasus berat). Bisa dibayangkan bagaimana sepak terjang HP ketika masih di awal karir dan saat berada di usia "emasnya". Penulis dengan cerdik bermanuver di dalam cerita dengan narasi seorang dokter. dr. James Sheppard menjadi kawan si detektif dalam penyelidikan kasus ini. Catatan demi catatan yang dihasilkan pak dokter inilah yang membawa kita untuk menyusuri perjalanan mencari kebenaran yang sesungguhnya.

Sejak awal hingga pertengahan buku ini, saya telah menduga dan memberikan perkiraan siapa sebenarnya dalang di balik kasus pembunuhan yang sangat rapi ini. Memasuki 1/3 akhir, lebih tepatnya 2-3 bab terakhir adrenalin saya berhasil dimainkan oleh sang penulis. Penulis berhasil menyingkap potongan demi potongan kecil hingga menjadi sebuah mahakarya cerita. Sungguh ketika memasuki babak klimaks di novel ini, degup jantung saya semakin cepat dan pada saat akhir itu rasa penasaran saya terbukti. Ramalan saya meleset dan ketika membaca tudingan dari si detektif senior ini, jantung seperti hendak terhempas keluar. Saya yakin banyak pembaca terperanjat mengetahui akhir kisah ini (penasaran bukan?). Membaca dari awal hingga akhir membuktikan karya master misteri sepanjang masa ini adalah sebuah narasi yang elegan, luar biasa. Menurut pandangan saya, twist akhir merupakan salah satu alasan dinobatkannya Pembunuhan atas Roger Ackroyd sebagai novel kriminal terbaik.
Tokoh fiksi yang masuk orbituari New York Times
Novel berkelas ini sungguh layak dibaca bagi Anda pecinta buku thriller, cerita kriminal terutama untuk pengagum sosok Hercule Poirot. Sajian yang tidak lekang oleh waktu. Warisan bagi pembaca di seluruh dunia.

Identitas Buku.
Judul Buku: Pembunuhan Atas Roger Ackroyd

Penulis: Agatha Christie

Halaman: 376

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

nb: artikel ini disunting ulang di 29/9/2016.

Sunday, 30 March 2014

Stalking Indonesia oleh Margareta Astaman

BBPB "Bukan Buku Perjalanan Biasa"

 

 

Judul buku: Stalking Indonesia

Penulis: Margareta Astaman

Halaman: 200.

Penerbit: Buku Kompas


Stalking Indonesia merupakan buku hasil perjalanan sang penulis, Margareta Astaman berkeliling Indonesia. Background sebagai seorang penulis blog dan situs traveling membuat tulisan di buku ini memiliki keunikan tersendiri. Saya langsung jatuh hati pada desain buku, sampul, serta lay-out yang ciamik. Isi tulisan yang sudah keren diimbangi dengan ilustrasi dan font menawan. So, Stalking Indonesia meskipun agak gimana gitu judulnya bisa dibilang BBPB alias "Bukan Buku tentang Perjalanan yang Biasa"

Lewat buku ini penulis mengajak para wisatawan untuk lebih kenal dengan Indonesia. Yap, masih banyak objek wisata baik budaya maupun alam yang belum terekspos dengan baik. Alhasil kita masih seringkali pengen jalan-jalan ke LN, KL & Singapura misalkan. Nggak ada yang salah si sebenarnya, cuman yuk lebih cinta Indonesia lewat ngunjungin tempat-tempat di Indonesia. Bukankah lebih dekat, lebih aman, lebih nyaman coz masih satu negara kan. Di buku ini banyak banget tempat yang dijelajahin sama penulis. Siap-siap de gempor karena keliling Indonesia dari ujung bagian barat Sumatra sampai bagian timur Indonesia, Papua. Dengan baca buku ini ampe habis dijamin de, mbak M.A. bakal bikin kamu penasaran dan ingin masukin tempat tersebut ke rencana perjalanan kamu.

Jogjakarta

Di setiap artikelnya selalu ada tulisan-tulisan dengan ide "segar", plus ilustrasi menarik trus diakhiri dengan tips dari penulis di bagian Perjalanan Penuh Gengsi (buat lo yang pengen keliatan lebih cool abies geto), sama Perjalanan Pangkal Kaya (biar tetep seru dan bikin kantong nggak cepat tipis). Semua destinasi dikupas abis sama penulis alhasil kita bisa lebih siap dan ngerti informasi sebenarnya. Jangan sampai udah jauh-jauh ngeluangin waktu dan biaya yang ga sedikit sama orang tersayang, cuma dapet capek lan keluh-kesah pengalaman buruk.


Ogah bertanya, sesat di laut!

Buat loe yang ngaku traveler sejati belum lengkap kalo belum baca buku ini. Okd, kalo kamu da habis baca bukunya en tergetar pengen kesana. Penasaran? Yuk sama-sama, bikin travel itinerary alias jadwal perjalanan. Sip habis baca review ini nabung ah biar bisa keliling Indonesia. kumpulin duit yang banyak, kerja sekeras-kerasnya, banting tulang bila perlu. trus capcus de. Usahain agenda 1 bulan kedepan kosong, kita keliling daerah bawah laut Indonesia lo heuheuheuheu...

Nb: Celetuk dan unek-unek penulis turut mewarnai dan memperkaya buku ini, so this is it Stalking Indonesia!.

Jadi Penulis Produktif? Gampang koq! oleh Ari Kinoysan

 Berbagi tips menulis produktif





Judul Buku : Jadi Penulis Produktif? Gampang Koq!
Penulis : Ari Kinoysan
Halaman: 96. Penerbit: ANDI.

Sebelum memulai resensi buku ini, Ibu Ari Konysan baru saya kenal ketika acara temu penulis penerbit Grasindo beberapa minggu lalu. Bu Ari dengan ramah menyapa kami (para tamu) terlebih dahulu, sikap beliau yang rendah hati sungguh membekas di dalam hati saya. Beliau saat ini sedang kuliah lanjut di UGM. Hal ini sejujurnya sangat membanggakan karena cukup banyak penulis profesional yang berasal dari almamater saya. Menjadi penulis selain bisa dikenal juga memberikan manfaat luar biasa bagi diri sendiri dan orang lain. Bisa memberi nafkah dan memajukan bangsa lewat buku berkualitas. Sebagai penulis profesional yang sudah senior di bidangnya, lewat buku ini terdapat berbagai tips untuk seseorang menulis dengan produktif.

Buku ini merupakan rangkaian dari seri kiat penulisan yang sudah diterbitkan beliau. Ada pula buku tentang menulis fiksi dan skenario tv. Lewat tulisan di buku ini, penulis ingin memberikan gambaran umum tentang dunia penerbitan di Indonesia. Dari buku ini saya lebih memahami manis pahitnya dunia buku Indonesia. Bagaimana pemerintah belum sepenuhnya memberikan dukungan untuk industri penerbitan, belum lagi royalti bagi penulis belum sepenuhnya memberikan nafkah bagi seorang penulis. Maka tidak ada jalan lain bagi seseorang yang sudah kepalang basah terjun menjadi penulis penuh waktu untuk tetap eksis. Jalan tersebut adalah dengan terus menghasilkan tulisan, tulisan, dan tulisan. Jika tulisan tersebut dapat menarik penerbit dan dibukukan maka royalti dan karya kita akan bertambah. Bukankah ini impian semua penulis? menjadi seorang penulis yang mampu menulis dengan produktif. produktif layaknya tokoh panutan bisa saja seperti Andrea Hirata (tetralogi Laskar Pelangi) atau J.K.Rowling (seri Harry Potter dan Cormoran Strike)

Membaca buku ini dari awal hingga akhir, memberikan nafas segar bagi seorang penulis maupun seseorang yang kelak ingin menjadi penulis profesional. Berbekal pengalaman penulis, di Jadi Penulis Produktif? terdapat banyak tips menarik bila diterapkan maka alhasil bisa mendapat dampak yang positif. Misalkan di bab 6, kita perlu tahu bahwa profesi penulis tidak lantas berleha-leha hanya duduk menulis dan boom pemasukan datang, banyak juga permasalahan yang harus dihadapi. Penulis mengajak pembaca untuk ikhlas menjadi penulis.  

"Kekuatan ikhlas akan membantu kita untuk fokus pada hal yang baik tentang karir penulisan kita, bukan mencela atau tidak menerima pekerjaan kita sebagai penulis." 

Beberapa hal yang diutarakan penulis sehingga bisa menulis produktif adalah pertama memiliki bank ide penulisan yang banyak dan luas. Hal ini merupakan kewajiban buat seorang penulis produktif. Hal kedua adalah harus punya jaringan dan hubungan yang solid dengan penerbit buku dan pihak-pihak terkait di dalam industri penerbitan buku. Selain itu penulis harus punya manajemen waktu, menjaga kesehatan, dan berserah kepada Tuhan (hal spiritual juga diperhatikan).

Pengalaman penulis lewat buku ini layak untuk dibaca untuk semua kalangan. Baik yang berkecimpung di dunia penerbitan buku. Bagi kamu yang ingin menjajal kesempatan menjadi penulis maupun penulis muda yang ingin melebarkan sayap dengan buku baru baik dengan tema sejenis maupun berbeda. Selamat menulis dan sukses menjadi penulis yang produktif.

The Ancient Chinese Wisdom oleh Andri Wang

Nilai-nilai kebudayaan Tionghoa untuk kehidupan modern




Judul Buku : The Ancient Chinese Wisdom 
Penulis : Andry Wang Halaman: 240. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Buku best seller yang ditulis oleh Andri Wang saya beli di Gramedia Amplaz Yogya. Saat itu buku ini berdampingan dengan beberapa buku sejenis di rak pengembangan diri. Ternyata saya tidak salah memilih untuk mebaca buku ini. Saya sangat tertarik karena ingin mengetahui nilai-nilai apa saja yang bisa diambil dari budaya tionghoa. Hal ini bisa saya berikan di kemudian hari kepada orang lain tentunya. Penulis menerangkan kebijaksanaan yang berasal dari kebudayaan China yang masih sangat relevan untuk kehidupan modern.

Penulis dengan baik menelaah bagian-bagian kehidupan yang dihadapi manusia modern dengan sudut pandang kebudayaan dalam hal ini, kebijaksanaan China. Di hampir setiap artikel penulis mengupas mengenai sejarah dengan simpel sehingga dapat dicerna oleh pembaca, penulis juga mengutip peribahasa China yang sesuai dengan topik yang dibahas. Cerita China klasik pun tidak ketinggalan memberikan kesan mendalam bagi para pembaca. Terakhir hal yang terpenting adalah pelajaran-pelajaran moral yang dapat diperoleh dari bahasan tersebut.

Peradaban tiongkok sejak 5.000 tahun silam sudah memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan umat manusia. Kebudayaan dan hasil pemikiran para filsuf tiongkok kuno arif dapat dipelajari dan dimaknai dalam kehidupan saat ini. Sesungguhnya negara ini sangat menarik untuk dipelajari. Sang penulis dengan jeli melihat hal ini dan memberikan kepada pembaca buku dengan nilai-nilai yang luar biasa. Pada bab-bab awal pembaca disuguhi tentang sejarah singkat negara tiongkok. Andri Wang berhasil menyusun dan menuliskan pandangan hidup berdasarkan kebijaksanaan China kuno. Setiap bahasan di buku ini sangat menarik mulai  peninggalan buku-buku kuno, hukum Yin-Yang, arif dan bijak, nasib dan takdir, berbakti kepada orang tua, hidup hemat sederhana, hidup sehat dan bahagia. Semua pelajaran di buku ini dapat memperkaya ilmu hidup kita. Apapun latar belakang kita, disini kita mampu mengaplikasikan pelajaran yang terdapat di buku ini.

"Bila waktu muda tidak tekun belajar dan bekerja keras, ketika tua pasti hidup sengsara."
"Kerbau makan rumput merang dan bebek makan gabah. Terimalah bahwa setiap orang punya hoki masing-masing."

Salah satu hal yang menurut saya sangat diidam-idamkan kita semua adalah hidup sehat dan bahagia. Penulis menerangkah bahwa hal pertama yang harus diperhatikan adalah faktor batin, kita dapat belajar dari pepatah Tiongkok kuno yang berbunyi, "Memelihara kesehatan jiwa dan raga harus dimulai dari memupuk kebajikan." Guru besar Chan, Bai Yin Hui Ye punya kiat kesehatan yang sangat sederhana, "Jalan menuju panjang umur yang diutamakan adalah tidur nyenyak, bangun pagi-pagi, suka bersih, membatasi minum dan makan." Jadi jika ingin punya tubuh sehat diharuskan punya tubuh yang sering banyak bergerak dan dilengkapi dengan pikiran yang tenang. kebanyakan orang dengan sifat lembut, berlapang dada, tidak banyak bicara, serta mau melayani bukan dilayani memiliki tubuh dan batin yang lebih sehat serta umurnya relatif panjang. Selain itu juga diperlukan ritme hidup yang seimbang, yaitu tahu waktu bekerja dan beristirahat.

"Malam tidur, siang bekerja." 
"Tidur lebih awal dan bangun lebih awal" 
"Dokter yang paling baik adalah diri sendiri."

Tentu saja buku ini layak untuk dibaca, mulai dari pelajar hingga orang tua yang ingin lebih lagi memaknai hidup. Buku ini pun cocok untuk anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kebudayaan China yang mendunia.

Seni Berbicara oleh Larry King

Berkomunikasi ala Larry King

 

Judul Buku : Seni Berbicara kepada siapa saja, kapan saja, di mana saja.

Penulis : Larry King.

Halaman: 211.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama.


Dengan sampul buku berwarna merah dan judul menonjol memberikan impresi kuat kepada pembaca. Dalam benak saya buku ini harus dibaca supaya bisa mahir berkomunikasi. Buku ini saya beli pada saat tahun 2012, ketika saya sedang belajar public speaking di pelatihan singkat milik SwaragamaFM. Larry King (81), seorang pembawa acara radio dan tv senior yang disegani di Amerika. CNN melambungkan namanya lewat program tv berjudul "Larry King Live" sejak 1985 hingga 2010. Tentunya tidak terhitung berapa tokoh besar yang telah diwawancarai di acara tersebut. Bayangkan Andy F. Noya dengan "Kick Andy" selama 8 tahun di Indonesia. Seni berbicara edisi revisi yang saya baca merupakan pengalaman penulis yang berisi cara berkomunikasi ala Larry King.

Hal yang menyenangkan ketika mengetahui seorang Larry King pun sempat gugup ketika siaran radio pertama. Ini membuktikan bahwa host kawakan pun berangkat dari bawah dan mengalami kegugupan. Dari awal bab pertama kita diajak untuk sama-sama belajar tentang berkomunikasi dengan baik. Hebatnya sang penulis disini tidak terkesan menggurui pembaca. Ketika kita membaca dari awal hingga akhir, hampir semua kiat berkomunikasi dibahas lengkap di buku ini. Semua hal yang kita butuhkan ketika ingin lancar berkomunikasi dengan orang lain, dikupas dengan bahasa menarik oleh Larry King. Meskipun budaya amerika dengan kita cukup berbeda, namun hal-hal universal dalam cara berkomunikasi yang tepat dapat diaplikasikan di Indonesia.

"Ingatlah orang yang anda ajak bicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa anda menikmatinya juga.

Bab demi bab sangat menarik untuk dibaca, karena yang diutarakan penulis bukan teori kosong melainkan pengalaman yang membungkus poin-poin tentang seni berbicara. Hal ini membuat kita mengalir dengan lancar untuk belajar dari buku ini. Mulai dari bab 2 tentang memecah kebuntuan. Bab ini menerangkan bagaimana membuka sebuah percakapan. Disini penulis mengutarakan topik apa saja bisa dipakai untuk memulai pembicaraan. tentunya harus menghindari pertanyaan ya atau tidak. selain itu ada kontak mata, gestur tubuh, dsb. Semua topik yang ada layak dibaca untuk mengetahui rahasia berkomunikasi dengan baik. Mulai dari teknik komunikasi di tempat sosial semisal acara pernikahan, presentasi, pidato hingga tips bertahan di radio dan televisi.

KISS akronim dari "Keep It Simple, Stupid". Tak ada kata-kata murahan, kalimat rumit, istilah teknis, atau kata-kata trendi dari pidato Carld Sandburg, Winston Churchill, dan John F. Kennedy. Ikutilah contoh mereka, dan meskipun anda bukan seorang Churchill, anda akan sanggup menyampaikan pesan anda. Itulah yang membuat anda menjadi pembicara efektif.

Buku ini layak untuk dibaca bagi anda yang ingin memulai belajar untuk mahir berbicara di depan umum, atau anda yang ingin memperdalam lagi tentang hal presentasi, berpidato, dll. Dari pelajar hingga profesi yang menuntut komunikasi yang efektif seperti penyiar, mc, maupun tim pemasar dan penjual. Merupakan nilai plus bagi seorang pelajar atau mahasiswa untuk membaca buku ini. Salah satu keahlian telah anda ketahui untuk masa depan. Tentu teori yang baik harus ditunjang dengan latihan, latihan, dan latihan. Semoga menjadi anda dapat menjadi seorang yang mampu berkomunikasi dengan baik.