Showing posts with label Noura Books.. Show all posts
Showing posts with label Noura Books.. Show all posts

Tuesday, 24 March 2015

Review Buku Kenali Anakmu oleh Angga Setyawan


Judul buku: Kenali Anakmu
Penulis: Angga Setyawan
Penerbit: Noura Books (2015)




Merupakan sebuah kebahagiaan jika setiap hari di rumah kita diisi dengan melihat kelucuan anak-anak yang tumbuh dengan baik dan bahagia. Beberapa minggu lalu di Kompas Minggu diulas sebuah komunitas orangtua yang sangat bagus untuk diteladani. Namanya Joy Parenting. Adalah sebuah gagasan yang sangat bagus dan inspiring. Kesan yang ditimbulkan dari membaca artikel tersebut. @JoyParentingID percaya seorang anak akan menjadi seseorang yang berhasil jika diasuh dengan cara yang menyenangkan. Pola pengasuhan yang menyenangkan niscaya akan menguntungkan kedua pihak. Anak bisa tumbuh optimal dan orangtua dapat berperan dengan maksimal berfungsi sebagai orangtua. Sesuatu yang hanya angan-angan kah? Melihat anak sebelah rumah yang jauh lebih manis dan mampu membawa diri dengan baik, apakah anakku bisa seperti itu? Aku tertarik dengan konsep Joy Parenting biar anakku lebih cerdas di sekolahan dan disenangi banyak orang. Tapi bagaimana caranya? Adalah buku Kenali Anakmu milik Angga Setyawan, praktisi parenting yang dapat menjadi tool dalam mengasuh anak dengan menyenangkan.



Setelah menerbitkan buku Anak Juga Manusia, di buku kedua Angga Setyawan mencoba memperkenalkan konsep kenali anakmu dengan lebih cermat, lebih dengan hati, lebih dengan sikap tanpa pamrih. Berbekal pengalamannya sebagai praktisi soal parenting. Penulis tidak seolah lebih pintar, menggurui pembaca dengan A-Z yang harus dilakukan. Namun sebaliknya, dengan perlahan dan kesabaran mencoba memberikan pemahaman yang mudah dicerna soal bagaimana mengenali kepribadian anak, sikap anak, dan soal sehari-hari si anak. Kelebihan dari buku ini adalah di setiap bab diberikan pembahasan yang lugas dengan beberapa solusi yang aplikatif. Tidak semua orangtua memiliki kondisi yang sama, sebab anak bukan sebuah kertas kosong. Oleh sebab itu penulis akan memberikan beberapa tawaran solusi yang disesuaikan dengan keadaan si anak dan kemampuan orangtua.



Di bagian awal, penulis mengungkapkan pentingnya pasangan orangtua untuk lebih dahulu dewasa dan memiliki kesanggupan lahir batin untuk mendidik anak. Dewasa dalam artian, mau belajar untuk memperlengkapi diri denga ilmu-ilmu parenting. Tidak hanya sekedar mendengar petuah yang ada. Penulis juga menekankan orangtua bukanlah tak pernah membuat kesalahan. Namun tidak ada kata terlambat untuk segera berbenah diri dalam mengasuh sang buah hati.



Hal yang sangat mendasar dalam mengajar maupun mendidik anak bisa kita dapati di Cara Anak Menangkap Pesan. Pernahkah kita sebagai orangtua sudah berulang kali mengajarkan bahwa jam sekian waktunya belajar. "Sekarang adik harus belajar supaya naik kelas, rangkingnya bagus. Masuk 10 besar kelas dan bla bla bla" atau mungkin seperti ini "Nyo, ini sayur bayam, wortel, sawi di bekal makan siang dihabiskan ya. Sayur bagus buat mata kamu." Entah mengapa terasa sulit untuk si anak makan sayur ataupun belajar di malam hari. Mengutip buku Kenali Anakmu. Anak-anak sering kali tidak peduli pada isi pesan yang kita sampaikan. Mereka lebih peduli tentang bagaimana cara kita dalam menyampaikan pesan tersebut. Karena cara penyampaiannya yang keliru, anak sudah terlanjut memaknai hal-hal yang kita masud tersebut adalah tidak enak. Mendengar kata "belajar" atau makan "sayur", secara otomatis akan muncul di benak si anak perasaan "tidak enak". Kalau sudah terlanjut kemudian apakah ada jalan keluarnya?

Ada dua pilihan cara yang bisa kita gunakan agar anak memaknainya dengan "enak", yaitu pertama, buatlah anak terpikat. Kedua, buatlah mereka merasa butuh. (Hal 72).



Yuk, evaluasi cara-cara kita dalam menyampaikan pesan kepada anak. Anak, sebagai pihak penerima, mempunyai hak untuk menerima atau menolak kiriman pesan kita. Pihak pengirimlah yang perlu lebih kreatif dalam menyampaikan atau mengirimkan paket pesan yang ingin disampaikan. (hal 73).



Selain itu dibahas pula soal menghukum anak. Orangtua mana sih yang tidak punya anak yang rewel, sulit diatur, dan seolah tidak bisa dikendalikan? Penulis mencoba membahasnya di dalam Hukuman Sepihak atau Kesepakatan Konsekuensi? Disini kita akan diajak berpikir mengenai konsep menghukum anak. Apakah efek dari menghukum anak? Sayangnya banyak orangtua yang tidak merasa sudah menjajah si anak, mengoyak hati si anak ketika anak diberikan hukuman. Penulis mencoba memperkenalkan konsep kesepakatan konsekuensi. Disini lewat cara yang lain si anak tidak merasa terjajah karena hukuman sepihak dari orangtua. Bentuk konsekuensinya sudah disepakati oleh anak di awal. Lebih jelasnya seperti ini. Contoh hukuman. Secara sepihak, kita berkata, "Karena kamu nakal, mama hukum enggak boleh menonton TV dua hari,ya." Kesepakatan konsekuensi, misalnya kita mengajak anak pergi keluar maka sebelumnya kita berkata, "Adik, nanti kita hanya jalan-jalan, tidak membeli apa-apa. Kalau kamu mau sesuatu, bilang Mama. Nanti Mama bantu kamu merencanakan kapan kamu bisa membeli barang tersebut (misal dengan menabung). Kalau nanti kamu ternyata memaksa dengan menangis atau marah, kamu mau pilih konsekuensi apa? Besok, enggak ikut Mama jalan-jalan atau seharian enggak main game?" Izinkan anak yang pilih sendiri, misal dalam hal ini, dia pilih besok seharian enggak main game. Bila ternyata hal tersebut terjadi, dia memaksa dengan menangis, kita enggak perlu marah atau ngomel. Keesokan harinya, kita jalankan saja konsekuensi yang sudah dia pilih sendiri. Kita konsisten saja walaupun besoknya dia memaksa main game. Tidak perlu marah, ngomel, atau bawel, tenang dan konsisten saja dengan cara tersebut. Di lain waktu, anak akan memilih bersepakat dengan kita ketimbang dipaksa.



Nikmati Prosesnya.



Menjadi orangtua bukanlah sebuah kompetisi,

Janganlah berharap menjadi pemenang

dibanding yang lain.



Menjadi orangtua kadang tidak ada tim

yang bisa diajak kompak,

Belajarlah menjadi sahabat bagi kita sendiri.



Menjadi orangtua tidak ada garis finishnya,

Janglah pernah berharap ada yang memberi penghargaan di ujung perjalanan ini.



Menjadi orangtua tidak ada ujian tertulisnya,

evaluasilah diri sendiri sudah sampai di manakah diri ini.


Menjadi orangtua adalah pengabdian,

Janglah pernah menanyakan apa

yang telah anakku lakukan untukku.



Menjadi orangtua adalah tentang memberi,

janganlah pernah harap kembali,

apalagi menuntut anak untuk mengerti.



Menjadi orangtua sepertinya berat, ya?

Jadi hanya yang memutuskan

menikmati perjalananan inilah

yang akan meraih makna bahagia.


Saya merekomendasikan anda para orangtua untuk membaca Kenali Anakmu dan Anak Bukan Kertas Kosong. Keduanya akan saling melengkapi anda untuk membantu proses tumbuh kembang anak yang optimal. Kenali Anakmu akan membantu anda dalam keseharian si anak. Bagaimana punya feel yang tepat untuk bisa memahami si anak. Akan sangat memudahkan anda untuk masuk ke dalam tahap membantu anak mengembangkan bakat yang dimilikinya. Soal pengembangan bakat anak akan anda temukan dengan lengkap di buku Anak Bukan Kertas Kosong. Kedua buku yang sangat baik ini setidaknya memberi anda pengetahuan soal parenting yang jarang diajarkan secara formal.



Buku yang informatif ini merupakan panduan yang baik dalam memahami anak. Proses tumbuh kembangnya akan mampu berjalan dengan optimal, bila anda bersedia membuka hati dengan mengenalinya lebih dalam. Buku yang wajib dibaca untuk anda yang ingin mempersiapkan pernikahan, orangtua baru, maupun anda yang peduli dengan pendidikan anak.

P.S. : Terima kasih sudah mampir dan membaca di h23bc.com. Yuk dukung karyaku dengan bantu share di media sosial kamu, tinggalkan komentar, dan follow @h23bc. Dukungan kamu akan sangat berarti.

Thursday, 19 March 2015

Review Buku Show Your Work! oleh Austin Kleon


Judul Buku: Show Your Work!
Penulis: Austin Kleon
Jumlah Halaman: 224 halaman.
Penerbit: Penerbit Noura Books. 
Tahun terbit: 2014.
     
    Sejak tahun lalu saya penasaran dengan koleksi buku yang ditulis Austin Kleon. Penulis yang berbagi banyak hal soal kreativitas dalam ranah digital di forum-forum bergengsi seperti TEDx, Pixar, Google. Baru-baru ini Presiden Jokowi melantik Pak Triawan Munaf untuk mengkomandoi Bekraf atau Badan Ekonomi Kreatif. Saat ini Indonesia harus melakukan lompatan kuantum dengan mengupayakan segala sumber daya kreatif demi menjadi pemain global yang diperhitungkan. Bekraf dalam peranannya menjadi penghubung industri kreatif dengan pasar sudah menentukan beberapa utamanya. Kuliner & film menjadi lokomotif utama yang diharapkan mengangkat dunia ekonomi kreatif Indonesia. 

    Di saat semuanya serba digital dan berburu pasar. Kita mendapati saat ini adalah waktu yang tepat untuk berkreasi dan berharap menemukan orang yang respek dan mengapresiasi karyamu. Lebih bagus lagi jika karyamu menghasilkan sesuatu. Show Your Work! termasuk dalam daftar 40 Books To Unlock Your Creativity And Get You Started On Your Life’s Best Work (saya merekomendasikan anda untuk mulai membaca daftar buku-buku ini, jika bisa segeralah cari di toko buku atau perpustakaan terdekat). Untuk para inovator dan pemasar, apapun pekerjaanmu inilah salah satu buku yang tepat untuk mengeluarkan potensi terbaik dan dikenali ekosistem karirmu.


Buku yang keren bukan?

        Satu hal yang saya rasakan ketika membaca Show Your Work! adalah buku ini layaknya seorang mentor yang sedang membagikan dirinya kepada para murid. Ibaratnya selama membaca guide book kita seperti "Pandawa yang diberikan ilmu dan pengalaman seorang jedi master bidang kreatif. Keunggulan buku ini selain memberikan pembahasan yang lugas, cergas, dan inspiratif. Terdapat ilustrasi dan kutipan-kutipan menarik dari para kesohor seakan memberikan tiupan roh kreativitas yang jarang dijumpai di buku tebal yang didominasi permainan kata-kata motivasi. Saat membacanya kita akan dibuat tersenyum, tertawa, bahkan sesekali tersindir dengan apa yang sedang dijelaskan Austin Kleon. Dari buku ini kita akan belajar 10 jalan untuk dapat berbagi kreativitas dan ditemukan oleh orang lain. 
 
Menu Show Your Work!
        Di awal Austin memperkenalkan kembali konsep yang disebut scenius. Penulis mencoba memberi tahu pembaca banyak orang yang kita anggap jenius adalah penyendiri. Tetapi yang sebenarnya terjadi mereka merupakan bagian "sekelompok orang yang saling mendukung, mengamati karya satu sama lain, saling mencuri ide, dan saling menyumbang gagasan (hal 11). Salah satu hal unik yang ditemukan di jalan pertama Tidak Perlu Menjadi Genius adalah menyuruh pembaca mencoba melihat obituarium setiap pagi.

Scenius


"Berikan yang kamu punya.
Bagi seseorang, bisa jadi itu berguna."

   Di Bab Pikirkan Proses, penulis yang jago menggambar ini mendorong pembaca agar dapat fokus kepada proses ketimbang hasil akhirnya. Mungkin sering kali kita berpikir buat apa, toh yang dinilai klien, guru, bos saya adalah hasil akhirnya. Kabar baiknya kamu bisa mulai mengubah cara pandangmu dengan mulai mengarsipkan apa yang sedang kamu kerjakan. Contoh yang diberikan adalah usaha astronaut Chris Hadfield untuk menarik minat dunia terhadap bidang antariksa. Lewat cara pimpinan International Space Station men-tweet kejadian sehari-hari, merekam dirinya sedang gosok gigi di stasiun luar angkasa. Dia mampu membuat dunia internet jatuh cinta kepada komandan Hadfield.

@Cmdr_Hadfield


        Mencoba membuat postingan kecil mengenai apa yang sedang kita buat. Mengumpulkan arus-arus kecil hingga kelak dapat berguna menjadi stok karyamu. Membuat sebuah kaveling baru tempatmu dapat meletakkan segala ide dan karya yang kamu anggap penting. Tiga hal diatas adalah poin-poin utama yang dibagikan penulis di Berbagilah Hal Kecil Setiap hari. Penulis mendorong kita untuk tidak perlu berpikir membuat sebuah website pribadi adalah hal yang sulit. Lakukan saja sebagai amatir (orang yang melakukan sesuatu atas dasar kesenangan, memperjuangkan karya dengan semangat cinta tanpa menghiraukan potensi kesohoran, uang atau karier-keuntungan yang kerap didapatkan oleh para profesional), tidak perlu mementingkan apakah tampilannya sudah eye catching. Just do it.


      
    Satu poin yang bagus untuk dibagikan disini. Austin Kleon mendorong kita untuk berbagi semua yang menjadi pengaruh dalam hidupmu. Hal tersebut layak dibagi karena akan menjadi petunjuk siapa dirimu & apa yang kita lakukan. Terkadang semua hal tersebut bahkan akan jauh lebih menunjukkan siapa dirimu melebihi karyamu. Di Buka Koleksimu kita akan terdorong untuk mengakui dan berbagi siapa saja (seorang CEO, penulis, model bahkan tokoh Presiden) yang berhasil menanam pengaruh dalam hidup kita. Sekarang bukannya jaman kita mengurung diri, bertapa dan bermain rasa untuk mewujudkan sebuah mahakarya. Kemudian mengharapkan karya yang kita buat akan diminati & menarik banyak orang ketika ditampilkan. Masa ini ternyata tidak relevan lagi dengan paradigma diatas. Temukan dan gali cerita atau kisah dibalik sebuah karya. Buat dan bagikan kepada orang lain. Cerita akan lebih "berbicara" dan bermakna sehingga mampu menarik atensi orang untuk melirik hasil karya kita. Manusia ingin tahu dari mana asal suatu benda, cara pembuatannya, dan siapa pembuatnya. Kisah-kisah yang kamu sampaikan tentang karya itu berpengaruh besar pada perasaan orang dan pemahaman mereka mengenai karyamu. Perasaan dan pemahaman orang lain atas karyamu memengaruhi apresiasi mereka (hal.93). Ada sebuah nasehat yang bagus berbunyi "Bila ingin lebih efektif ketika berbagi, jadilah pendongeng yang baik. Kamu perlu tahu bagaimana membuat cerita yang bagus dan cara menyampaikannya." (hal.95).

   Buat kamu calon penulis atau seorang penulis kamu bisa mendapat tips bagaimana membuat cerita yang baik. Dengan bantuan grafik penulis novel dan esai Kurt Vonnegut dan piramida Gustav Freytag. Ada sebuah nasehat yang perlu kita cermati dengan baik. Semua orang suka kisah yang bagus, tetapi tidak semua mampu menuturkan dengan baik. Butuh waktu lama sekali untuk menguasai keahlian ini. Jadi, pelajarilah kisah-kisah bagus, lalu temukan kisahmu sendiri. Ceritamu akan membaik semakin sering kamu menyampaikannya. (hal.103).

Grafik cerita Kurt Vonnegut.


     Satu hal yang menjadi pesan utama atau dapat dikatakan inti dari buku ini dapat kita temukan di Ajarkan yang Kamu Tahu. Jangan pelit ilmu dan bagilah rahasia dagangmu. Mungkin saja kita berpikir nanti ideku akan di copy paste habis-habisan. Jangan khawatir ketrampilan atau rahasia keberhasilanmu yang diketahui orang lain belum tentu bisa langsung diterapkannya. 
 
Ajarkan yang kamu tahu.
       Semangat yang ingin ditularkan kepada pembaca adalah ketika kita mempelajari sesuatu, berbaliklah dan ajari orang lain. Prinsipnya makin banyak ilmu yang kita bagi, semakin banyak ilmu yang kita dapati. Merupakan hal yang menyenangkan Austin berbagi kebahagiaannya membuat sebuah buku. Disini Austin berhasil menginspirasi banyak pembaca untuk segera mewujudkan impian menulis sebuah buku.
Belajar - mengajar.

    Buku yang baik ini direkomendasikan untuk anda yang ingin mengeksplorasi kreativitas, menyukai buku pengembangan diri, dan tertantang untuk berkarya. Selamat membaca. Selamat berkarya.

 
P.S. : Terima kasih sudah mampir dan membaca di h23bc.com. Yuk dukung karyaku dengan bantu share di media sosial kamu, tinggalkan komentar, dan follow @h23bc. Dukungan kamu akan sangat berarti.