Tuesday, 29 September 2015

Review Buku Jalan-Jalan Men! Mengejar Dinosaurus

Cerita Seru Bertualang di Yogyakarta


 

Judul buku: Jalan-Jalan Men! Mengejar Dinosaurus.
Penulis: Andra Fembriarto 
Penerbit: Noura Books.
Terbit: 2015. 
Tebal: 236 halaman.
ISBN: 978-602-1306-49-9


Keinginan orang Indonesia untuk menjelajah negerinya sendiri semakin memuncak kala muncul Webseries Jalan-Jalan Men!. Dimulai pada tahun 2012 kolaborasi antara Malesbanget.com dan Valadoo.com telah digandrungi semua kalangan usia. Dipandu oleh dua host super seru dan anak muda banget, Jebraw dan Naya. Berbekal dana terbatas plus semangat, episode awal JJM! Jogja menuai respon positif banyak orang. Kisah seru di balik pilot project tersebut dituangkan dalam JJM! Mengejar Dinosaurus.

Sunday, 13 September 2015

(Opini) Buku Impor Murah Bukan Mimpi!


Harga buku (luar) impor yang terjangkau bukanlah sekedar mimpi. Kemarin education evangelist Kreshna Aditya (KA) berbagi pengalamannya berkunjung ke India. Pengamatan
@kreshna
yang menarik dapat dibaca disini. Berkaca dari apa yang terjadi di India, KA menuliskan beberapa alasan mengapa secara umum buku impor di India lebih murah ketimbang Indonesia. Bagi saya hal tersebut seakan mencelikkan mata semua orang. Ternyata ada toh "formula" untuk membantu menekan harga buku impor yang beredar di pasaran.

Thursday, 10 September 2015

Review Novel Critical Eleven oleh Ika Natassa


"Semua pergulatan batin dan ekspresi setiap tokoh dinarasikan dengan indah. Inilah yang membuat saya terenyuh, tersenyum simpul, kadang (sedikit) berkaca-kaca saat membaca Critical Eleven."

Critical Eleven adalah novel fiksi romantis yang punya rekor hebat dalam industri perbukuan kita yang sedang lesu. Ika Natassa begitu piawai memainkan rasa penasaran penggemar setianya. Sesungguhnya banyak hal yang dibagikan Pandji di Indiepreneur soal memasarkan karya, dilakukan dengan baik oleh founder LitBox. Dari set date yang sudah ditetapkan, lewat Instagram kita diajak untuk harap-harap cemas menantikan apa yang bakal ditemui di Critical Eleven. Setiap pembaca militan mbak Ika pasti ingin jadi yang pertama untuk bisa menikmati karya ketujuh sang penulis pujaan. Dan Boom! 1.111 novel langsung habis lenyap dalam waktu 11 menit.

Sunday, 6 September 2015

Review Buku Anak-anak Masa Lalu oleh Damhuri Muhammad.


"Begitu menyentak dan membuat pembaca makin terangsang untuk membaca keseluruhan cerita."

Anak-anak Masa Lalu (AAML) merupakan kumcer keempat Damhuri Muhammad. Buku fiksi ini sudah pernah saya lihat sebelumnya di facebook Marjin Kiri. Beberapa saat kemarin niat membaca AAML muncul setelah mendengar seru dan ajeknya perbincangan kumcer ini di Solo. Keinginan memiliki dan membaca kumcer ini makin membuncah kala ditetapkan masuk 10 besar Kusala Sastra Khatulistiwa 15. Segera saya mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada penerbit. Perjalanan buku ini pun tidak mulus seperti dugaan. Paket ekonomi yang disematkan membuat ekspedisinya harus (sengaja) menunda pengiriman ke rumah. Alasan klasik karena takut terjebak macet di jalanan kota kami yang kecil. Sabtu kemarin memang ada perhelatan baris indah di kota kami. Singkat cerita paket AAML harus dijemput dan sungguh nikmat dapat melahap buku ini di akhir pekan.


Sunday, 30 August 2015

Opini: Balada Buku Replika


Pagi ini linimasa Twitter dikejutkan oleh "pengaduan" Ika Natassa kepada Pak Triawan Munaf perihal buku bajakan. Sorenya aksi ini diangkat lagi oleh penulis serial Supernova, mbak Dewi "Dee" Lestari. Buku lengkap Dee yang diterbitkan Bentang Pustaka bisa dimiliki dengan hanya merogoh kocek seratus ribu. Cuitan Dee berisi screenshot penjelasan buku bajakan yang dijual bebas. Buku replika dalih si penjual. Tidak dinyana penjualan buku replika atau buku bajakan sudah semakin populer dewasa ini. Sebelumnya hanya berada di lapak-lapak pinggir jalan. Dengan perkembangan saat ini para penjual sudah merambah ke sosmed. Instagram dengan berjibun pengguna anak muda. 


Sunday, 23 August 2015

Review Buku Mata Najwa: Mantra Laya Kaca



Mata Najwa: Mantra Layar Kaca
Fenty Effendy
Mei 2015
Penerbit Media Indonesia


Talkshow politik yang dianggap serius-berat-menjemukan, kenyataannya begitu ditunggu-tunggu. Memperbincangkan politik juga bisa asyik seperti menonton pertunjukan musik, asalkan dikemas secara apik.

Bagi politisi, politik itu sekedar logika, tapi di mata publik, politik adalah soal perasaan.
Ramuan itulah yang diaduk-aduk untuk menyihir pemirsa, sehingga Mata Najwa menjadi mantra di layar kaca.

Friday, 21 August 2015

Review + Interview "Bongso Abdullah Nekaulu" Christ Soselisa






Bongso Abdullah Nekaulu merupakan cerita pembuka di buku "Cerita Rakyat Maluku". Buku ini baru saja terbit seiring program Gerakan Maluku Gemar Membaca di tahun 2015. Dari kalangan guru, murid, dan kalangan umum menyumbangkan tulisan cerita rakyat daerah Maluku. Sebuah langkah awal yang patut diapreasiasi demi kemajuan literasi di Maluku. Cerita pendek ini sarat dengan pesan luhur bagi pembaca. Sebagaimana diceritakan oleh sosok Aku (Abdullah Nekaulu), dirinya melakukan sebuah perjalanan menemukan sebuah tempat yang dinamai Beilohy Amalatu. Saat ini lebih dikenal sebagai Negeri Ullath. Berbatasan dengan tepi laut di jazirah tenggara pulau Saparua. Bentangan alam yang begitu permai, memakan waktu 1 jam lewat transportasi laut dari kota Ambon. Saat ini daerah penghasil rempah-rempah tersebut lebih dikenal lewat Cape Paperu. Resort dengan pemandangan bak surga tropis milik WNA yang berada di teluk Saparua.