Monday, 24 April 2017

Review Buku "The Loner: President Yudhoyono's Decade of Trial and Indecision" oleh John McBeth.

"The Loner adalah salah satu narasi sejarah bangsa yang patut menjadi perhatian."

Saya tidak tahu. Mungkin pernyataan diatas terasa berlebihan.

Namun apa yang membedakan buku ini dari jejalan berita-berita di media arus utama adalah John McBeth memberi konteks, analisa, dan gambaran besar dari isu-isu "panas" yang menerpa 10 tahun kepemimpinan Pak SBY. Di samping itu McBeth memberikan kita kesempatan memahami beban dan pelajaran bagi presiden terpilih, Joko Widodo dalam mengemban tugas sebagai kepala pemerintahan.

Merentang dari awal perjalanan Pak SBY menjabat hingga warisan apa saja yang didapat dari kepresidenan beliau dibahas tuntas. Jurnalis asal Selandia Baru ini mengajak pembaca melihat lebih dalam bagaimana beratnya menjadi pemegang puncak kekuasaan. Di negara sebesar Indonesia.

Untuk saya sendiri. Meski subyektif. Saya merasakan Pak SBY diluar berbagai kritik dan lainnya, berhasil menghadirkan kestabilan negeri. Kita dapat beraktivitas dan mencari pendidikan, pekerjaan, dengan tenang.

The Loner direkomendasikan bagi Anda pemerhati sosial politik Indonesia. Meski (bagi saya) tidak memberikan terlalu banyak bahasan baru, untuk saya buku ini adalah pijakan baik bagi yang ingin tahu seperti apa perjalanan (kemajuan, perkembangan bangsa) kita selama 13 tahun terakhir.



Saturday, 22 April 2017

Editorial HBC #2


Hai kawan-kawan, lewat tulisan ini saya ingin menyapa para pembaca Haremi Book Corner, bagaimana akhir pekan Anda, sedang sibuk membaca apa, sibuk nitip di BBW kah?

Ijinkan saya untuk bercerita sedikit. Hari ini tidak biasanya, saya begitu ingin mampir ke tokobuku membeli buku incaran. Buku-buku investasi tepatnya. Sesampainya di MCM Tantui, saya dibuat kaget campur kesal. Buku incaran saya, nampaknya naik sekitar 30 ribuan.

Friday, 14 April 2017

4 Buku Startup yang Direkomendasikan Steve Wirawan, CEO Storial.

(c) Pixabay.

Dari buku-buku dan perjalanan para tokoh bisnis saya mendapati sebuah hal penting. Memahami sebuah kesuksesan bukanlah sekadar sebuah lari jarak pendek. Kita butuh nafas yang panjang dan mindset kalau yang namanya sukses itu butuh proses dan perjuangan.

Sembari mengisi waktumu dengan pengalaman baru. Belajar beragam skill dari dunia pendidikan, lingkungan kerja, dan pertemanan. Ada kebiasaan positif yang sebaiknya kamu mulai dari sekarang. 

Membaca adalah salah satu proses mendapat informasi dan wisdom yang boleh jadi, jarang didapatkan dari lingkungan kita. Satu tips praktis. Mulailah membaca beberapa halaman sebelum tidur, voila kamu bakal terheran dapat menyelesaikan buku lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya :)

Bacaan tentang dunia startup
Memulai usaha rintisan, saat ini sangat menarik perhatian generasi langgas. Semua ingin mencoba terjun langsung atau sekadar memiliki referensi tentang kehebatan era "ekonomi digital" saat ini.

Dalam buku "100 Golden Tips for Creativepreneur" (Metagraf, 2016), Steve Wirawan berbagi daftar bacaan miliknya. Ada beragam judul menarik yang terbagi dalam empat bidang: dunia startup, industri konten & marketing, keuangan & investasi, dan pengembangan diri.
(c) Steve Wirawan.


Kali ini yuk, kita simak bersama rekomendasi buku berkualitas dari Steve Wirawan, CEO Storial.co, semoga kamu bisa lebih memahami dunia startup.






#1 "The Lean Startup" oleh Eric Ries.

Eric Ries mengenalkan metodologi Lean Startup kepada dunia. Sampai saat ini tidak terkira banyaknya pengusaha dan pendiri startup yang menjadikan buku ini sebagai guide book mereka.

Pahami dulu kemudian coba apa yang disajikan dalam buku ini. In the end semoga pelajran tersebut akan mengakselerasi skala bisnis rintisan milikmu.

"Buku ini memungkinkan Eric Ries membantu banyak entrepreneur menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit tentang bisnis mereka." kata Dustin Moskovitz, co-founder of Facebook & Asana.

"The Lean Startup" edisi terjemahan telah diterbitkan oleh Bentang Pustaka.



#2 "Business Model Generation" oleh Alexander Osterwalder.



Model bisnis adalah menciptakan nilai plus menghasilkan uang. Demikian kredo yang disajikan dalam buku ini.

Business Model Generation telah menjadi buku pilihan bagi kamu yang ingin memahami rencana bisnis dan strategi. Buku milik Alexander Osterwalder ini adalah buku panduan bagi para visioner, game changers, dan penantang di era disruptif.

Dikemas secara menarik dan casual, jauh dari kesan buku berat yang bikin kita malas untuk membaca.

#3 "Platform Revolution" oleh Geoffrey G. Parker, Marshall W. Van Alstyne, Sangeet Paul Choudary.



"Platfrom Revolution" mengajar pendatang baru bagaimana memulai dan menjalankan platform bisnis yang berhasil, menjelaskan cara mengidentifikasi pasar dan memonetisasi jaringan.

Tim penulis menyajikan sejumlah strategi dibalik platform terkenal seperti Tinder dan SkillShare. Selain itu buku ini menjabarkan bagaimana perusahaan tradisional mampu beradaptasi dalam pasar yang berubah.

Sejumlah bahasan penting lainnya seperti keamanan, regulasi, dan kepercayaan pelanggan, di samping menganalisa pasar yang akan matang dalam revolusi platform, diantaranya bidang kesehatan, edukasi, dan energi.

#4 "How to Build a Billion Dollar App" oleh George Berkowski.



"How to Build a Billion Dollar App" menyediakan anjuran praktis soal seluk beluk membangun bisnis berbasis aplikasi: mulai dari mekanika akuisisi pengguna hingga mengamankan kebutuhan dana untuk bisnis dapat bertumbuh.

Dirajut dari cerita di balik layar "Hailo" dan aplikasi bernilai miliaran dolar seperti Angry Birds, Whatsapp, Snapchat dan Square. Buku ini adalah bacaan penting bagi siapapun dengan ide besar membangun bisnis berbasis aplikasi.

Kamu bisa mendapatkan How to Build a Billion Dollar App edisi terjemahan dari penerbit Alvabet.


Dari rekomendasi buku di atas, apakah ada yang sudah pernah kamu baca? Atau kamu memiliki rekomendasi buku lainnya? Tinggalkan di kolom komentar. Atau mention @h23bc

Post ini turut meramaikan maraton blog di ulang tahun BBI keenam. #BBIHUT6 :)
 

Thursday, 13 April 2017

#BBIHUT6 Selamat Ulang Tahun ke 6 Buat Blogger Buku Indonesia



Hai. Hai. Hari ini BBI, komunitas blogger buku di Indonesia berulang tahun ke enam. Selamat ya. Semoga teman-teman blogger bisa lebih aktif menulis. Memberi pengaruh positif ke blogosphere.

Hampir tengah malam ketika saya selesai menulis draft post ini. Di ulang tahun keenam ini, apa saja kesan saya akan BBI. Bagi saya pribadi. Banyak hal menarik. Mari kita simak bersama.


Monday, 10 April 2017

3 Hal Random Steven "Haremi Book Corner"





Yeay.. Minggu ini Bebi akan ulang tahun ke enam. Sudah siap menapaki usia yang baru, Beb?
Teman-teman pada ikutan maraton ngeblog. Jadi saya juga nggak ingin ketinggalan meramaikan. Kali ini saya ingin post sesuatu yang beda. Beberapa hal random pemilik Haremi Book Corner. 

Langsung kita simak bersama, ya.

Saturday, 8 April 2017

Resensi Buku: "Inspirasi Trader dan Analisis Teknikal"





"Trader harus lebih banyak belajar menahan diri dari membeli saham yang belum membentuk signal crossing MA50".

RH Liembono dan Hendy Karsito berkolaborasi menulis buku saham yang mudah dipahami dan to the point. Liembono saya awalnya saya kenal saat baru memahami saham. Alumnus UK Petra Surabaya ini adalah sosok di balik blog referensi saham populer, bei5000.com.


Di tahun 2016, setelah berhasil merilis beberapa buku seputar bisnis dan investasi diantaranya "Analisis Fundamental", "Buku Saham Para Master", "Business Mentoring 101", trainer sekaligus praktisi trading saham, Robert Hendrik Liembono menerbitkan "Inspirasi Trader dan Analisis Teknikal". Diterbitkan oleh Brilliant, imprint dari penerbit MIC.

Friday, 24 February 2017

Ulasan Buku: "Kisah Saya-My Story" oleh Steven Gerrard.


Mengesankan. Fantastis.




*Steven Gerrard sang bocah yang menjalani kehidupan impiannya bersama Liverpool.

* Bermain di liga Premier Inggris bukan persoalan mudah.
* Beban bermain untuk timnas Inggris terlalu berat. Selain itu Timnas selalu diisi oleh pemain bintang. Banyak ego di dalamnya.
Kabar menyenangkan saya dapatkan saat melihat kabar biografi Steven Gerrard akan dirilis bulan Februari 2017. Setelah setahun silam, biografi Andrea Pirlo juga diterbitkan oleh penerbit yang sama, KPG. Seakan sudah menjadi tradisi setiap tahun ada sebuah buku bertema sepakbola akan menyapa pembaca Indonesia. "Kisah Saya" merupakan rangkuman apa yang dirasakan sang kapten selama masa 27 tahun karir sepakbola miliknya, 17 tahun mengesankan diantaranya di tim utama klub yang sama, Liverpool.



Stevie G, layak dikenang sebagai salah seorang pemain terbaik di dunia. Mungkin tidak dalam mendekati level seperti "Messi" atau "Ronaldo-CR7". Namun eksplosivitas, kemampuan terbaik mengangkat tim, dan kinerja memukau di lapangan membuat sang Skipper berada di hati banyak penggemar berat Liverpool. Saya rasa hal yang sama juga berada di benak khalayak pecinta sepakbola.



Ditulis bersama Donald McRae, Stevie menuangkan isi hatinya yang terdalam di "Kisah Saya". Bertahun-tahun mendapati pasang surut tim kebanggaannya, pemilik nomor 8 ini tentu mengenal lebih baik isi perut tim (Liverpool dan timnas Inggris) ketimbang pundit maupun analis di mana pun. Membaca buku ini di satu sisi menghadirkan sisi emosional, sekaligus rasa penasaran akan apa yang terjadi di balik layar skuad bersimbol burung Liver merah itu.




Gerrard mengupas perjalanan karirnya dimulai dari penyesalan ketika "terpeleset" di partai melawan Chelsea, pasang surut tim bersama para nahkoda "Pool", hingga akhir perjalanan dirinya bersama klub tercinta. Apa yang terjadi dua-tiga tahun terakhir, tentu mendapat tempat dengan porsi lebih di buku ini. Perpisahan dengan Suarez, salah satu pemain favoritnya adalah salah satu hal terberat dalam karir ayah tiga putri tersebut.



Berawal dari impian, disiplin dan semangat untuk maju, Gerrard membawa pulang beberapa gelar juara bagi Liverpool. Salah satu yang paling berkesan, tentu saja, adalah "keajaiban Istabul". Di satu sisi, heroiknya tim besutan Rafa Benitez menggulung AC Milan memberikan gelar eropa pertama bagi Gerrard. Di sisi koin kegagalan ini sangat menyakitkan bagi seorang Andrea Pirlo. Seolah takdir, beberapa tahun berikut, di tahun 2007. Pirlo berhasil membalas kepedihan tersebut di final Liga Champions Athena.



Sebagai seorang kapten. Kita dapat melihat dan sedikit merasakan beban yang ditaruh di pundak Gerrard. Di rehat musim panas. Selain menyemangati pemain andalan, semua pemain di tim, dia diberikan "tugas" buat merayu, -tidak kesannya terlalu rendah- mengajak pemain incaran Liverpool untuk bergabung. Memang tidak mudah. Tapi tentu tidak ada usaha yang tidak berarti.
 Di mata Gerrard, kita juga akan melihat, bahwa bermain di liga Premier bukanlah hal yang mudah. Bakat, kemampuan teknis, dan banyak hal lainnya yang saling bertautan, menentukan si pemain mampu bersaing di liga paling kompetitif sedunia. Belum lagi masalah dengan pers lokal yang doyan menguliti pemain. Kemampuan fisik itu yang dirasakan Gerrard, merupakan salah satu prasyarat seorang pemain mampu berkompetisi di EPL. Bek tangguh EPL bukan masalah mudah bagi seorang Aspas, Ballotelli, misalnya.



Beberapa hal lainnya yang tak kalah menohok adalah seperti kata pepatah "habis manis sepah dibuang", pemain kerap tidak diberi penghormatan secara sepantasnya oleh pihak klub.



Selagi membaca buku ini dengan lahap. Saya teringat masa nonbar pertama di markas Big Reds Jogja. "Stu!" kau, pahlawanku malam itu. Memori malam Liga Champions saat masih duduk di bangku sekolah. Permainan kelas wahid yang disuguhkan Pool saat mentas di kasta tertinggi Eropa. Beberapa momen saya langsung cari videonya di youtube. Seperti gol Gerrard kala melawan Olympiakos di tahun 2005. Tontonan yang berujung dengan melihat video gol-gol legendaris milik Gerrard. Tendangan-tendangan spekakuler yang mengangkat performa tim dan memberikan dampak luar biasa bagi fans dan kawan sepermainan. Sang kapten mengupas perjalanan Liverpool bersama dirinya selama satu dekade terakhir itu rasanya wow. Mengesankan.



Keputusan terbaik Gerrard adalah mendengarkan suara hatinya. Tidak pindah ke Chelsea. Meski begitu diidolakan oleh Mourinho. Belum diberi kesempatan mengangkat piala Liga Premier, bukanlah sebuah kegagalan telak bagi penggemar setia Liverpool.



Hal menyenangkan lainnya adalah lewat buku ini, saya menyadari, pesepakbola juga adalah manusia biasa. Mereka kerap tidak tahan akan tekanan, emosi, dan perlakuan negatif dari pihak luar. Gerrard menceritakan banyak inside story di dalam buku ini, momen demi momen terbaik dalam karir panjangnya di sepakbola, dan menegaskan sikap jangan jumawa sebelum meraih gelar tertinggi, dan memberikan prestasi bagi klub dan tim nasional.



Salah satu pesannya, bagi pemain muda.


"Gairah dibutuhkan di usia muda, masa-masa ketika seorang pemain bisa hidup dari kecintaannya terhadap sepak bola dan memperdalamnya melalui disiplin dan dedikasi. Para pemain berbakat yang bersedia mengorbankan segalanyalah yang akan menjadi pemain seperti Michael Owen, Jamie Carragher, dan John Terry."



Akhir kata. Buku ini bagi saya adalah bacaan wajib penggemar berat Liverpool. OK sang kapten sudah pensiun di Anfield. Sekarang saatnya move on. Era baru bersama Klopp. Namun dia adalah pemain, kapten terbaik yang pernah dimiliki Liverpool. Coba temukan apa saja cerita dalam perjalanannya menjadi kapten di sana. Salut untuk dedikasi, disiplin, dan semangatmu, KAPTEN!